Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Artikel Bebas

Kumpulan artikel bebas.

 
     
 

Tips Menghadapi Gempa Bumi


Artikel Bebas | 10/2009 | Pikirdong | Artikel Bebas

 


Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi bencana sudah menjadi bagian kurikulum bagi siswa, namun beberapa pelajaran mengenai alam ini, seperti ilmu pengetahuan alam, geografi dan sebagainya hanya menjadi bagian ilmu yang sekedar untuk diketahui saja..

 

 

 


 

 

SPONSORSHIP

 
 

ANDA MEMPUNYAI TEMA ARTIKEL YANG SAMA?

Jadilah sponsorship website pikirdong. Berubah untuk menjadi yang terbaik? Kenapa tidak!?       INFOLINK
  

Iklan text untuk halaman ini hanya Rp. 300.000,- berlaku tanpa batasan waktu!

   
   
 
 

Gempa Kobe di Jepang (1995)

photo unknown

   
 
 

Gempa Sichuan di China (2008)

photo: http://rs.resalliance.org

   

Konon, Jepang saja yang selalu dilanda gempa pun tidak sertamerta siap dalam menghadapi bencana. Gempa Kobe (1995) yang menghancurkan setengah kota tersebut, diikuti dengan kebocoran gas dan kebakaran yang melanda di setiap sudut kota. Melihat kerusakan kota mungkin puluhan ribu orang dapat tewas dalam bencana itu, namun korban tewas dapat diminimalisir dengan latihan rutin yang diberlakukan pada setiap warganya, Kobe hanya kehilangan 5.000 lebih warganya.

Kebanyakan korban bencana gempa minim mengetahui cara-cara penyelamatan ketika bencana terjadi, hal ini dapat diketahui dimana korban tewas ditemukan, misalnya saja terjadi penumpukan mayat di tangga-tangga, di pintu atau lift.

Hal lain yang dapat terjadi adalah munculnya rasa panik ketika gempa terjadi sehingga pikiran sulit berpikir jernih, misalnya saja ketika individu berada di gedung tinggi, melihat orang lain berlarian maka individu tersebut mengikuti rombongan tersebut.

Ketika gempa terjadi di Padang beberapa waktu lalu, banyak sekolah, televisi, instansi mengambil inisiatif untuk memberikan tips-tips dalam menghadapi bencana gempa. Langkah ini cukup cerdas daripada menunggu sikap dan langkah-langkah ke depan yang diambil oleh pemerintah.

Dibawah ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan ketika gempa terjadi;

1) Ketika Anda berada di lantai atau gedung bertingkat

a. Jangan menggunakan tangga meskipun itu tangga darurat! Hampir kebanyakan orang menggunakan atau lari melalui tangga ketika gempa terjadi. Bagi negara dengan gedung-gedung pencakar langit tidak memberikan rekomendasi untuk langkah penyelamatan menggunakan tangga. Gempa terjadi dalam hitungan detik, mampukah Anda keluar menggunakan tangga dalam beberapa detik saja? Secara struktur kekuatan bangunan pun tangga bukanlah bangunan kuat untuk menopang getaran gempa, beberapa peneliti menemukan sebelum gedung runtuh digoncang gempa dimulai runtuhnya tangga-tangga terlebih dahulu. Bayangkan bila Anda berada dilantai 10 masih mau coba turun lewat tangga?

b. Lift merupakan tempat berbahaya ketika gempa terjadi, jangan menggunakan lift sebagai cara untuk keluar dari gedung kecuali memang Anda berada di dalam lift ketika gempa sedang terjadi. Ketika gempa, tali gantungan lift dapat terputus, atau gempa dapat membuat lift macet dan membuat Anda terkurung di dalamnya.

c. Lalu apa yang Anda lakukan bila berada di gedung tinggi?


 Carilah ruang dengan pondasi yang lebih pendek, misalnya kamar kecil, gudang, kamar mandi
 Jauhi perabot yang mudah jatuh dan menimpa Anda seperti rak, atau lemari
 Tidurlah disamping perabot kuat yang bisa melindungi dari jatuhan pilar, usahakan perabot yang panjangnya sama dengan tinggi tubuh Anda. Cara ini bertujuan untuk menahan beton yang jatuh, perabot tersebut akan membentuk ruang segitiga yang dapat melindungi Anda dari timpaan lantai atas dan memberikan ruang untuk Anda bernafas.
 Bila gempa dirasakan cukup kuat, alternatif yang dapat dilakukan dengan masuk ke dalam bak mandi, atau bath up. Dalam beberapa kasus, tim regu penyelamat sering menemukan korban hidup dari reruntuhan bangunan yang berada dalam bak mandi



Kita tidak dapat meramal kapan datangnya gempa, akan tetapi kita mampu meminimalisir korban gempa bila masyarakat tahu cara-cara untuk penyelamatan diri dari bencana, dan terpenting dari itu bahwa kesigapan tim penyelamat juga menentukan jumlah korban. Bayangkan bila perlengkapan dan infrastruktur untuk menyelamat korban gempa minim, justru korban bertambah disebabkan oleh keterlambatan bantuan, kehabisan darah, atau penanganan yang tidak professional.

Dalam penanganan reruntuhan bangunan tidak dibutuhkan sukarelawan, akan tetapi haruslah ditangani tim atau regu penyelamat yang professional yang terlatih dengan pendidikan khusus dibidangnya. Mereka dilatih untuk mendeteksi keberadaan korban hidup, memindahkan puing-puing dan mengerti cara-cara penyelamatan korban yang terhimpit bangunan. Kesalahan dalam pengambilan keputusan justru akan membunuh korban-korban yang sebenarnya berpeluang dapat diselamatkan.

2) Ketika berada di luar ruangan atau gedung

a) Bila Anda sedang berkendaraan mobil segera hentikan kendaraan, keluar dari mobil, dan tiaraplah disamping mobil
b) Menjauhilah gedung-gedung pencakar langit, tujuannya adalah untuk menghindari pecahan kaca atau pecahan dinding gedung yang terlepas
c) Hindari papan reklame, tiang listrik atau saluran gas
d) Larilah ke halaman terbuka
e) Bila alarm berbunyi pertanda gempa berpotensi tsunami, segera cari tempat yang lebih tinggi

Bila kita berada di pesisir pantai, surutnya air laut secara tiba-tiba menandakan adanya tsunami, tsunami awarening system akan berbunyi bila pesisir itu ada dibangun sistem peringatan dini tsunami. Gempa yang menimbulkan tsunami biasanya berada dalam kisaran 6,3 skala Richter keatas, tergantung pada tingkat kedalaman gempa dan lokasi terjadinya gempa.

Tsunami Aceh di akhir penghujung tahun 2004 melanda hampir keseluruhan pantai di Aceh, kota Calang (Meulaboh) tsunami terjadi 15-30 menit setelah gempa terjadi, sementara kota Banda Aceh 60-90 menit kemudian. Kekuatan tsunami di Banda Aceh diperkirakan dua kali lebih kuat karena pusat gempa dan tsunami yang terjadi berada lebih jauh dari pusat kota. (berada di kepulauan Nicobar)

Jarak tempuh yang jauh telah menghimpun kekuatan ombak yang kuat dengan kekuatan 650 km/jam, jarak tempuh ini lebih singkat dibandingkan yang terjadi di kota Calang dan sekitarnya, namun demikian kehancuran luar biasa terjadi hampir merata dengan korban ratusan ribu orang. (beberapa data menyebutkan untuk korban di Aceh mencapai 230.000 orang dengan total kematian seluruh dunia mencapai 350.000 termasuk hilang)

Tsunami Aceh telah mengilhami beberapa negara di dunia akan pentingnya keselamatan jiwa dan harta penduduk, oleh karenanya beberapa bulan kemudian diadakan pertemuan beberapa negara di Jepang (Kyoto), hasil pertemuan itu menghasilkan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Kyoto yang isinya dimana pemerintah setiap negara berkewajiban melindungi atau meminimalisir korban dan kerugian harta benda penduduk yang diakibatkan oleh bencana alam.  [PD]
 

__________________

 

New Page 1


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184