|
Pacaran
adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan
remaja. Istilah pacaran sudah ada sejak jaman dulu. Cuma porsinya masih terbatas
pada perkenalan (khitbah) sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. Di dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran mengandung arti kekasih atau teman lawan
jenis yang tetap dalam sebuah hubungan cinta kasih.
Dalam menjalin hubungan ada yang dilakukan secara terang-terangan karena telah
mendapat lampu hijau dari orang tua, namun ada juga yang dilakukan secara
sembunyi-sembunyi (backstreet) supaya tidak ketahuan. Penyebabnya ya karena ortu
tidak memberi restu
Praktek pacaran yang terjadi dewasa ini telah telah melampau batas kewajaran.
Pasangan muda-mudi tidak lagi merasa canggung bila harus bergandengan tangan,
berboncengan dengan mesra, berangkulan sampai perbuatan yang lebih dahsyat lagi.
Bahkan, di rumah orang tua mereka sendiri ―mereka bebas mengungkapkan kasih
sayang dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Na'uzubillah.
Sebagian besar remaja membuat pengakuan bahwa pacaran bisa bikin fun. Buat
mereka pacaran dapat mengubah hidup lebih dewasa dan bergairah. Dengan pacaran
juga dapat memotivasi semangat belajar seseorang. Bisa jadi, bagi yang dulu
ogah-ogahan untuk buka buku pelajaran malah bersemangat '45 dalam mengejar
ketinggalan di sekolah atau kampus. Semua itu dimaksudkan agar pacarnya merasa
senang dan bangga padanya karena soulmate yang pinter. Siapa seeh yang mau
pacaran sama orang stupid?
Ada juga yang bilang dengan seseorang kekasih kita bisa curhat, diskusi segala
macam bahkan support dari pacar rasanya lebih gimana getu, Ketimbang dukungan
orang tua dan teman. Tentu hal itu akan semakin mempererat hubungan karena
mereka menemukan seseorang yang mau mengerti, bisa diajak kompromi dan saling
berbagi alias take and give.
Namun, apakah dengan pacaran remaja akan terus mengalami masa-masa indah dan
menyenangkan sepanjang hidupnya? Pasti ada saja kerikil tajam yang menyertai
langkah pasangan yang tengah dimabuk cinta. Banyak hal yang dapat terjadi dan
merusak hubungan yang selama ini baik-baik saja. Jika hubungan harus berakhir
ditengah jalan bukan tidak mungkin masih ada yang sakit hati dan menyimpan
dendam. Ditambah lagi hubungan dengan keluarga pacara yang semula harmonis jadi
runyam.. nyam. Enggak enak khan kalo tiap ketemu kita, bapak atau ibunya pasang
tampang masam gara-gara sebel sama kita. Duh, kacian banget.
Begitu banyak pengaruh buruk dari hubungan pacaran:
1. Konsentrasi kita menjadi lemah dan pikiran jadi bercabang.
Penyebabnya adalah terlalu seringnya kita memikirkan pacar dan
keindahan-keindahan yang dilalui bersama. Remaja menjadi malas belajar atau
melakukan aktivitas lain dan membiarkan jiwa terbang ke khayalan tingkat tinggi
(Woii!! Awas jatuh!!) atau karena banyaknya waktu yang dihabiskan bersama pacar
sehingga waktu belajar tergadaikan. Yang ada dipikiran cuma si doi. Yang lain?
Lewat bo...
2. Pacaran dapat membuat jiwa menjadi resah, bingung bahkan putus asa.
Seseorang yang sedang pacaran pasti selalu mengharapkan kehadiran pujaan hati di
sisinya. Minimal jika tidak bisa berkunjung, ya dengan menelpon atau setidaknya
kirim sms-lah. Tapi bila suatu ketika doski lupa pada janjinya, rasa cemas sudah
pasti langsung bersarang di hati. Akhirnya muncul deh prasangka-prasangka buruk
terhadap pacar.
3. Menghabiskan banyak uang.
Enggak mungkin kan tiap haringajak pacar jalan kaki doang ( bisa pegel tuh! ).
Atau cuma nongkrong di rumah aja. Bosan banget! So, kita harus punya gocek yang
cukup untuk ngajak pacar jalan-jalan naik motor, traktir makan di salah satu
kafe, nonton di bioskop, dan sebagainya. Terkadang kita juga ingin menghadiahkan
sesuatu untuk pacar tersayang. Pulsa juga membengkak lantaran ingin komunikasi
terus sama yayang. Nah, kalau dikalkulasikan berapa uang yang sudah dikeluarkan
untuk menyenangkan pacar? Kalau dia setia dan jadi menikah dengan kita, okelah.
Tapi kalau doi malah berpaling, apa enggak pusing mikirin duit yang sudah
terbuang percuma. Sudah bela-belain jadi pacar yang baik malah dapat kado kecewa.
Tekor abiss..
4. Pacaran menyita waktu dan perhatian.
Seperti pada poin pertama, pacaran bawaannya selalu bareng-bareng. Istilah
nempel terus kayak perangko memang pas banget untuk menggambarkan kondisi
tersebut. Padahal masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakuin. Misalnya,
dengan membantu ortu di rumah, belajar, ikut pengajian, mengikuti berbagai
pelatihan dan perlombaan, akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi
perkembangan kita.
5. Hubungan pacaran mengajarkan seseorang untuk jadi pembohong.
Mulanya, bohong dilakukan karena dituntut oleh keadaan, biar jangan berantem
sama pacar. Lambat laun, jadi keasyikan tersendiri. Bilang saja ada acara
keluarga atau apalah, yang penting pacar percaya dan enggak uring-uringan lagi.
Sementara kita sendiri sedang enjoy main PS, main bola kaki dengan teman-teman
atau malah lagi nge-date sama gacoan baru. Wah, wah..
6. Hal terburuk dari pacaran, yaitu memperkenalkan pola hidup freesex.
Bagaimana tidak, dalam pacaran tentulah ada keinginan untuk melampiaskan hawa
nafsu. Diawali dengan pandang-pandangan, terus pegangan tangan, lalu berpelukan
sampai akhirnya menjurus ke hal-hal yang lebih jauh lagi. Mulanya masih
malu-malu kucing tapi lama-kelamaan jadi terbiasa seiring berjalan waktu. Kalau
enggak ada adegan seperti itu bukan pacaran namanya, demikian para penyanjung
cinta mempromosikan.
Pacaran dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT, karena hatinya telah
diselimuti cinta yang begitu besar terhadap kekasihnya. Sungguh kita sangat naif,
mengharapkan kenikmatan duniawi, sementara Allah telah menunjukkan
kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara andaikata kita mau menaati-Nya. Tapi
kebanyakan kita lebih suka melanggar sesuatu yang sudah dilarang karena hal itu
dianggap sebagai sebuah tantangan.
Oleh karena itu, mari kita merenung selama masih mempunyai iman dan beriman
kepada Sang Penguasa Alam Semesta, bahwa mudharat pacaran lebih banyak daripada
manfaat yang di dapat. Menyesal dahulu pendapat menyesal kemudian tiada berguna.
Semoga Allah membukakan jalan bagi kita untuk bertobat. [Fira]
___________________
|
bagaimana dengan dampak berpacaran terhadap pembelajaran siswa?