|
Selama masa
pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap
tanda-tanda "ketidakberesan" perilaku pada pasangannya. Namun hal ini dianggap
sebagai bentuk perilaku yang dapat diterima dan ditolerir dengan asumsi bahwa
satu saat nanti dapat diperbaiki sendiri atau secara bersama-sama.
Banyak pasangan yang mulanya berasumsi seperti itu kemudian
terjebak selama beberapa tahun kemudian, bahkan fenomena the seven years itch
pun menjadi kenyataan, pernikahan terancam collapse atau bubar sebelum
masa 7 tahun usia pernikahan. Akibatnya, setiap pasangan menyimpan trauma yang
membekas selama perceraian atau justru tenggelam dalam perilaku yang sama, sulit
diperbaiki, pelbagai bentuk penyenangan diri yang tidak tepat, tanpa pengalaman,
hampa dan pelbagai luka emosional lainnya yang sangat menganggu.
Banyak perilaku-perilaku selama pacaran seperti "tertutup" yang disebabkan oleh
hormon-hormon cinta sedang membanjiri adrenalin sehingga banyak individu seperti
kesulitan berpikir secara rasional yang diakibatkan rasa senang berlebihan
(euphoria) selama berdekat dengan pasangan yang dicintainya. Perasaan bahagia,
romantisme yang terbuka, keterlekatan, dan cinta. Sikap dalam cinta adalah kasih
sayang dan kelembutan, inilah yang paling ditonjolkan setiap individu ketika
bersama pacarnya, "jaga image (jaim)" sering kita mendengar menjadi istilah bagi
mereka yang sedang berpacaran, akibatnya pikiran rasional kadang tersingkirkan
dengan munculnya rasa senang tersebut.
Fatal-flaws adalah kesalahan-kesalahan karakteristik dan perilaku yang
disebabkan karena indvidu malas secara emosional untuk melakukan perbaikan
dirinya untuk dapat meningkatkan hubungan intrapersonal dan interpersonal dalam
suatu hubungan khusus. Sebenarnya pelbagai perilaku yang tidak tepat secara
terus-menerus dipelajari individu sangat tergantung dari besarnya pengalaman
yang ia terima sejak ia masih kecil. Pengalaman keluarga sebelumnya sangat
mempengaruhi perilakunya dikemudian hari, perhatikan kasus berikut;
Budi, 28 tahun, pekerja swasta merasa sumpek setiap habis pulang kerja, istrinya
Irma sering berteriak lantang kepada anaknya semata wayang untuk menyuruhnya
mandi. Budi tidak biasa mendengar suara-suara teriakan seperti itu sebelum
menikah, sementara Irma berbicara dengan suara lantang menganggap bahwa
teriakanya itu adalah hal biasa yang ia dengar dari keluarganya dulu, dan hal
itu oleh Irma bukanlah masalah besar, alasannya toh ia berteriak untuk anaknya
bukan ditujukan kepada suaminya. Kenyataannya ketika terjadi pertengkaran Irma
lebih sering berteriak-teriak histeris di depan suaminya. Permasalahan ini
bukanlah tidak pernah dibahas oleh Budi dan Irma, mereka berkeyakinan bahwa
suara keras (lantang) tidaklah baik untuk perkembangan anaknya kedepan.
Beberapa bentuk fatal-flaws yang perlu diperhatikan;
1) Pacar Anda adalah pengguna narkoba
Berhati-hatilah mempunyai pasangan yang menggunakan narkoba, bila salah satu
pasangan yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi narkoba termasuk
alkohol maka ia
sebenarnya tidak mempunyai ketertarikan samasekali pada hubungan Anda berdua!
Dengan asumsi;
- Anda bukanlah pasangan sejatinya, melainkan narkoba! Mereka mengkonsumsi
narkoba atau alkohol bertujuan sebagai pengusir rasa sepi. Keberadaan (cinta)
Anda tidak mampu mengusir rasa sepinya, dengan kata lain Anda bukanlah
satu-satunya yang ia cintai, melainkan narkoba menjadi saingan Anda untuk
memperebutkan perhatiannya.
- Waktu yang ia habiskan untuk merasakan kenikmatan "fly" setelah mengkonsumsi
narkoba dengan pelbagai fantasi menyingkirkan keberadaan Anda selama ini,
merusak kenangan, dan melupakan pelbagai komitmen cinta Anda berdua.
- Pelbaga bentuk perilaku sebagai efek dari penggunaan narkoba mungkin dapat
terjadi diluar kontrol Anda, seperti kekerasan verbal dan fisik, atau bahkan
overdosis yang dapat mengancam keberlangsungan hubungan Anda berdua.
2) Pacar Anda adalah seorang pemarah
Marah adalah musuh dari cinta. Marah merupakan ekspresi kebencian, luapan emosi
tak terkendali yang sifatnya sangat destruktif. Pelbagai ekspresi marah yang
tidak tepat merupakan musuh utama dari kelembutan, kasih sayang dan kehangatan
yang bukan merupkan unsur-unsur dalam cinta. Tidak ada alasan dapat digunakan
untuk mengekspresikan kemarahan kepada pasangan cinta Anda, ibaratkan bom waktu
Anda tidak dapat menduganya dikemudian hari ketika letupan emosi menjadi bagian
sehari-hari dalam kehidupan rumahtangga Anda nantinya.
Putuskan hubungan bila Anda terjebak dalam situasi seperti ini;
- Pacar Anda marah dengan melakukan kekerasan fisik, seperti memukul, menjambak,
menampar dan sebagainya. Tindakan ini terjadi ketika ia masih dalam tahap
menjalin perkenalan dengan Anda, bayangkan bila Anda sudah menikah dengannya,
pelbagai tindakan kekerasan dalam rumahtangga dapat terjadi pada orang-orang
yang tidak dapat mengontrol amarahnya.
- Pacar Anda membanting, menghancurkan barang-barang miliknya, atau milik Anda
atau barang milik Anda berdua. Pasangan seperti ini walaupun memiliki uang
sekalipun untuk menggantikan barang-barang milik Anda berdua dengan harga 10
kali dari barang semula, ia tidak pernah menghargai dengan apa yang telah Anda
raih berdua, melupakan semua moment penting yang pernah Anda lalui bersama,
melupakan komitmen, kenangan dan nilai yang mungkin sangat berarti bagi Anda.
Baginya, tak lebih dari sebuah "benda" yang tak bernilai.
3) Pacar Anda seorang pengeluh
Pengeluh menggunakan orang lain sebagai pembuangan emosi negatifnya secara tidak
tepat. Efikasi diri yang rendah membuat mereka sangat sulit bertanggungjawab
terhadap perbuatannya sendiri. Ia cenderung menyalahkan orang lain atau
lingkungannya karena mereka beranggapan bahwa dunialah tidak menerima dirinya.
Kebiasaan ini dapat berlanjut, bahkan suatu ketika nanti Anda dapat menjadi
korban sebagai penyebab dari kegagalan dari perilakunya sendiri yang tidak
bertanggungjawab.
Individu seperti ini;
- Selalu mengatakan bahwa orang lain yang salah, dan mencari kesalahan untuk
membenarkan perilakunya. Individu seperti ini selalu merasa dirinya benar dan
sangat sulit untuk meminta maaf.
- Ia akan berkata bahwa "dunia ini tidak mengharapkan kehadiranku", atau "
kenapa ini selalu terjadi pada diriku?" Individu ini beranggapan dirinya seperti
makhluk yang paling malang di muka bumi ini.
- Individu ini selalu mengucapkan rasa kekecewaan yang di alaminya dan
membutuhkan simpati yang mendalam dari orang-orang sekitarnya.
4) Pengatur dan pengontrol
Individu yang memiliki cacat fatal seperti ini merasa mempunyai harga diri yang
labih dari siapapun, ia beranggapan bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan
baik bila orang disekitarnya menjalankan seperti kemauan dirinya.
Individu seperti ini;
- Ia cenderung menyalahkan dan memberi punishment secara mental dengan
memojokkan diri Anda bila melakukan kesalahan karena tidak mendengarkan nasehat
dirinya.
- Mengatur hidup dan mengontrol segala perilaku Anda secara terus menerus,
seperti bertanya dengan siapa Anda berpergian hari ini, untuk apa? Bertingkah
seperti auditor dan Anda tidak lebih dari seorang tersangka yang perlu di
interogasi.
5) Sex oriented
Individu yang kecanduan seksual mempunyai "kriteria-kriteria seksual" sebagai
daya tarik seksual dan pengalaman dirinya yang pernah ia peroleh. Individu ini
lebih banyak menghabiskan waktu untuk surfing web porno hanya untuk mencari
model-model yang sesuai dengan kriteria dan pemenuh fantasi seksualnya.
Berhati-hatilah pada orang yang memiliki sexual minded ini, pelbagai pengalaman
seksual, suatu saat dapat mendepak Anda bila salah satu kriteria penting
tersebut tidak terpenuhi pada diri Anda. Misalnya saja pada pria-pria tertentu
yang berpendapat bahwa wanita yang memiliki payudara besar adalah wanita yang
paling menarik dan seksi, bila Anda tidak memiliki kriteria tersebut kenapa Anda
harus menjalani hubungan dengnnya?
Individu seperti ini akan;
- Berkhayal dan berfantasi dengan wanita yang sesuai dengan kriteria seksual
sementara ia menggunakan tubuh Anda untuk mencapai kepuasan semata.
- Minim akan penghargaan terhadap bentuk fisik pada pasangannya
- Cenderung mencela dan membandingkan diri pasangannya dengan wanita lain yang
memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan fantasinya
- Individu ini hanya berpikir tentang pemenuhan seksualnya bukan pada orientasi
keakraban (intimacy) atau romantisme
- Biasanya mereka memiliki pengalaman yang sangat minim tentang pengetahuan seks
6) Ia belum matang secara emosional
Pasangan yang belum memiliki kematangan secara emosional terlihat labil dalam
mengekspresikan emosinya. Anda akan lelah untuk mengenal bentuk kepribadian
seperti ini selama menjalani hubungan dengan indvidu yang labil sepanjang hidup.
Anda akan secara terus menerus berusaha menebak-nebak suasana hati pasangan yang
masih labil ini.
Individu seperti ini;
- Kesulitan mengungkapkan muatan-muatan emosi dan kesulitan mengekspresikan
secara benar. Individu ini cenderung menutup diri dari permasalahan yang
dihadapinya.
- Fluktuasi emosi yang sulit di duga, kadang ia terlihat gembira dan dengan
mudah beralih menjadi sedih dan pemurung.
- Tidak mandiri dan menghindari dari kehidupan yang lebih serius
7) Individu yang belum siap meninggalkan masa lalunya.
Setiap orang memiliki pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan selama masa
hidupnya ketika menjalani hubungan dengan seseorang sebelumnya. Luka secara
emosional sangat sulit untuk sembuh secara tiba-tiba walau dengan kemunculan
diri Anda sekalipun. Rasa dendam, rasa sakit, pengalaman trauma,
kenangan-kenangan buruk sebelumnya terus menghantui dalam dirinya sehingga
kenangan-kenangan tersebut terus saja mengiringi cintanya bersama Anda. Bila
Anda jatuh cinta dengan pasangan yang baru saja putus cinta maka Anda sedang
berperan sebagai rescuers dibandingkan sebagai pasangan barunya.
Individu seperti ini akan;
- Kesulitan memisahkan antara kenangan yang ia peroleh di masa lalu dengan yang
baru.
- Luapan emosi secara mendadak, seperti menangis, kehilangan mood atau
konsentrasi
- Melupakan keberadaan pasangannya atau hanyut dalam kenangan-kenangan lama
8) Riwayat dan warisan gangguan di masa lalu
Pengalaman masa kanak-kanak mempengaruhi perilaku-perilaku dan persepsi terhadap
situasi-situasi dan kondisi di masa sekarang. Kita tidak dapat mengubah dengan
apa yang terjadi di masa kanak-kanak, akan tetapi seiring pertumbuhan dan
perkembangan menuju dewasa kita mempunyai kemampuan untuk mereduksi dan
merepresi atau bahkan membuang pengalaman trauma tersebut dengan "pikiran yang
baru" yang lebih sehat.
Beberapa kejadian masa lalu yang dapat mempengaruhi perilaku masa sekarang itu;
- Korban pelecehan dan kekerasan fisik.
- Korban perkosaan dan trauma seksual
- Anak-anak yang ditinggal dari keluarga perceraian, adopsi, kematian,
kehilangan, atau pelbagai bentuk dari child abusive lainnya
- Anak dari orangtua pecandu alkohol dan narkoba
- Fanatisme agama dari orangtua
9) Pendidikan agama yang minim
Kecerdasan spriritual (SQ) merupakan unsur terpenting dalam kecerdasan yang
harus dimiliki individu, ternyata tanpa kecerdasan spiritual ini akan menguatkan
emosi-emosi negatif dalam menghadapi pelbagai permasalahan hidup seperti
distress, depresi, frustrasi, atau beban hidup yang semakin menyempit. SQ tinggi
juga menghindari individu dari penyakit jiwa seperti rasa iri, dengki, sombong,
dendam, dan sebagainya
- Ibadah lancar.
- Sedikitnya mengenal tentang hukum-hukum fiqih
- Sedikitnya mempunyai pengetahuan mengenai kitab suci
- Mempunyai prinsip yang kuat mengenai iman
10) Materialistic oriented.
Tidak dapat dipungkiri bahwa materi adalah hal yang penting dalam kehidupan
sekarang yang serba sulit ini, orientasi terhadap materi boleh-boleh saja
dilakukan akan tetapi tidak semerta bahwa uang adalah segalanya dalam memperoleh
kebahagian. Individu yang berorientasi ini akan mandeg ketika menghadapi
permasalahan mengenai keuangan, ia beranggapan bahwa uang adalah satu-satunya
cara untuk menyelesaikan masalah.
Individu seperti ini;
- Ia beranggapan bahwa kebahagian hanya dapat diperoleh dengan memiliki uang
banyak. Mempunyai inisiatif yang rendah untuk memanipulasi fantasi dan
kebahagian yang ingin diraihnya sehingga ketergantungan pada uang semakin erat
- Merendahkan dan membandingkan Anda dengan orang lain yang lebih sukses
- Mudah terjebak dalam frustrasi karena melihat orang lain semakin kaya
- Kesulitan dan tidak tabah dalam menghadapi resesi ekonomi keluarga. [PD/Ayed]
___________________
|