|
Berbagai
tindakan kekerasan terhadap wanita terutama dalam rumah tangga ditemukan setelah
pasangan melakukan pernikahan. Selama pacaran dan tunangan, kebanyakan setiap
pasangan berusaha tampil sebaiknya di depan pasangannya, akibatnya sifat-sifat
baiklah yang muncul ke permukaan sementara beberapa sifat buruk semakin
tenggelam oleh rasa cinta (?)
Kebanyakan pasangan yang sedang dilanda asmara beranggapan bahwa pasangannya
adalah orang baik yang dapat mencintai dan menyayanginya kelak setelah
pernikahan. Wanita beranggapan bahwa pria yang ia cintai adalah pria yang
bertindak penuh kasih sayang. Wanita membayangkan pernikahan adalah suatu yang
indah, dimana ia dapat mencurahkan semua rasa kasih sayangnya terhadap suami dan
anaknya, dan tentu sebaliknya, ia juga berharap perlakuan kasih sayang dari
suaminya. Dugaan ini tumbuh selama masa penjajakan cinta (baca: pacaran) karena
pada masa itu setiap orang yang sedang dilanda asmara akan berusaha "tampil"
sempurna sebagai orang yang di idolakan oleh pasangannya. Akibatnya, beberapa
perilaku negatif dan buruknya karakter pasangan seakan-akan tertutupi oleh
indahnya perasaan-perasaan cinta.
Namun suatu ketika seiring semakin lamanya waktu penjajakan, beberapa karakter
itu mulai tampak. Berhati-hatilah, sikap pria yang manis membuat Anda jatuh
cinta kepadanya. Anda akan takluk dan mulai berpikir irrasional. Anda semakin
jauh menilainya dan memaafkan beberapa sikapnya tanpa berpikir lebih jauh. Anda
tidak pernah tahu seseungguhnya ia adalah seorang pembenci wanita.
1. Memukul
Tidak ada seorang pun yang berhak memukul Anda selama masa pacaran, tunangan
atau bahkan dalam pernikahan sekalipun. Seberapa pun cinta Anda kepadanya, ia
tidak boleh menyakiti Anda secara fisik. Tindakan ini akan terus berulang, ia
akan mempunyai kesempatan melakukannya sekali atau beberapakali.
2. Mengawasi
Ia mengawasi bagaimana Anda berperilaku. Ia mengatur apa yang boleh Anda
kerjakan dan mana yang tidak. Anda mengerjakan sesuatu berdasarkan pilihan dari
dia, bila ia mengatakan tidak suka maka Andapun tidak suka.
3. Memaksa
Anda harus meninggalkan beberapa aktivitas penting baik pribadi maupun bersama
teman, atau keluarga hanya karena mendapatkan desakan panggilan dari dia. Waktu
Anda hanya Anda habiskan untuk membuatnya bahagia.
4. Tidak menghargai
Ia memandang rendah terhadap prestasi, pendapat dan perasaan Anda.
5. Kekanak-kanakan
Ia berteriak, menakuti-nakuti atau menjauhkan diri secara diam-diam karena marah
pada saat Anda mengecewakannya.
6. Emosi yang tidak stabil
Sikapnya membuat Anda bingung, ia dapat bersikap ceria dan berubah mendadak
menjadi marah dan mengamuk tanpa kendali hanya karena Anda bergurau sesuatu.
7. Pemarah
Sebelum bertemu membuat Anda merasa cemas, Anda harus bersikap hati-hati agar
tidak membuatnya marah. Kadang Anda harus memlih kata-kata yang tepat sebelum
berbicara kepadanya dan melatih terlebih dahulu sebelum bertemu atau berbicara
dengannya.
8. Pecemburu
Ia selalu curiga dengan siapa Anda berhubungan, pecemburu dan mengakui
kepemilikan terhadap Anda. Ia akan melarang Anda berhubungan dengan pria lain
dan selalu menghubungi handphone Anda hanya sekedar bertanya Anda sedang bersama
siapa.
9. Tidak pernah merasa bersalah
Ia menyalahkan Anda dengan segala sesuatu terjadi dalam hubungan Anda berdua. Ia
menyudutkan Anda dengan alasan-alasan tertentu sebagai pembuktian kesalahan Anda.
10. Tidak suka terhadap keluarga Anda
Ia akan cenderung menolak untuk bertemu salah satu anggota keluarga Anda. Ia
akan mencari alasan untuk menghindari pertemuan keluarga dan bersikap menjauhi
salah satu keluarga Anda.
Anda menemukan beberapa sifat pasangan Anda diatas, berhati-hatilah, Dr. Susan
Forward seorang penulis —mengingatkan hubungan yang tidak sehat ini. Bila Anda
merasa menemukan dan merasa ketidakcocokan, maka segera akhiri hubungan asmara
sebelum semuanya terlambat. Pria yang Anda cintai adalah seorang pembenci wanita
dan dapat sewaktu-waktu melakukan tindakan kekerasan kepada Anda kelak. [PD/ayed]
___________________
|