|
Evolusi kehidupan suami istri menunjukan
bahwa
perkawinan monogamis adalah landasan dari semua kemajuan.
Antoinette Brown Blackwell (1875)
Sebuah
majalah menuliskan dalam rubriknya, seorang suami yang baru pulang berdinas di
Pattaya, Thailand, mendapat perlakuan dari istrinya, ia tidak boleh lagi
berhubungan intim dengannya, lalu menyuruhnya untuk memeriksa darah ke rumah
sakit dengan alasan; “Aku tidak mau terjangkit HIV yang kamu bawa dari wanita
Thailand yang kamu tiduri”
Kenapa kecurigaan perselingkuhan dalam perkawinan kerapkali muncul? Apakah
membangun kepercayaan merupakan hal yang sulit dalam setiap pasangan kita?
Apakah selingkuh itu merupakan suatu trend yang memang diciptakan?
Media massa ikut secara langsung maupun tidak langsung telah membentuk pikiran
bawah sadar kita bahwa perselingkuhan itu adalah hal yang wajar. Berbagai
liputan dan istilah baru diciptakan seakan-akan bahwa perselingkuhan itu adalah
sah-sah saja terjadi dalam sebuah ikatan rumahtangga. Dimulai dari hasil
penelitian di Jakarta sekitar tahun 80-an yang menghebohkan, disebutkan bahwa 2
dari 3 pria di Jakarta pernah berselingkuh, atau diciptakan istilah-istilah baru
seperti PIL (pria idaman lain) dan WIL (wanita idaman lain) yang lambat laun
dianggap sebagai istilah yang lumrah dan terima oleh masyarakat, atau berbagai
liputan pada kaum eksekutif hingga adanya istilah sex after lunch atau istilah
“rapat” lainnya.
Perselingkuhan tidak dilakukan oleh pria saja, wanita juga melakukannya.
Dibentuk dari komunikasi yang kurang harmonis dan dimulai dari fantasi kecil
jadilah benih perselingkuhan yang bisa meledak saat kapan pun.
Kenapa perselingkuhan bisa terjadi? Ayoo kita intip beberapa mitos yang dianggap
sebagai penyebab awal perselingkuhan terjadi;
1. Orang yang tidak bisa setia pada pasangannya mempunyai bentuk kepribadian
yang tidak sehat atau mengalami gangguan kepribadian. Benar. Ini bisa saja
disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang dialami dalam keluarganya dahulu atau
disebabkan oleh faktor lain seperti rasa dendam dan sebagainya.
2. Orang tersebut adalah pecandu seks. Benar. Ia mempunyai fantasi yang tinggi
dan selalu membayangkan suatu bentuk hubungan yang sempurna dan selalu merasa
tidak puas, menyukai pornografi dan bahkan mungkin ia adalah pecandu seks!
|
|
|
|
Pernahkah Anda berpikir untuk mengisi
hari-hari Anda penuh cinta? Cinta adalah semangat yang dapat membangkitkan
gairah hidup |
|
|
|
|
3. Perselingkuhan lebih sering dilakukan oleh pria. Salah.
Wanita dan pria mempunya kans yang sama untuk berselingkuh hanya saja
faktor-faktor penyebabnya yang berbeda.
3. Adanya beberapa permasalahan yang belum teratasi dalam hidupnya, dalam
berbagai tekanan, stres dan depresi membuat seseorang sulit untuk berpikir
rasional dan tepat. Benar. Hubungan kedua pasangan untuk saling mengerti,
perhatian dan dukungan sangat diperlukan.
4. Lingkungan kerja dan tempat tinggal bisa menjadi penyebab perselingkuhan.
Benar. Hampir setengah waktu dalam sehari dihabiskan di tempat kerja, secara
tidak langsung Anda terlibat hubungan emosional dengan rekan kerja lebih lama
dibandingkan dengan keluarga sendiri. Bertempat tinggal di daerah tertentu
seperti lokalisasi dan tempat-tempat hiburan lainnya juga dapat menimbulkan
godaan pemicu perselingkuhan.
5. Kurangnya komunikasi antara kedua pasangan. Benar. Tidak adanya pemahaman
antara kedua belah pihak secara mendalam dan terbuka, akibatnya permasalahan
yang muncul kedua belah lebih untuk menutup diri.
6. Adanya harapan-harapan dari salah satu pihak yang tidak realistis atau adanya
harapan yang tidak dapat dipenuhi oleh salah satu pasangan. Benar. Adanya
kebutuhan-kebutuhan yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh pasangan dapat
menimbulkan kebosanan sehingga ia berusaha mencarinya pada orang lain.
7 Tingkat pemenuhan kebutuhan yang tidak seimbang diantara salah satu pasangan.
Benar. Cinta membutuhkan suatu tingkat pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kedua
pasangan cinta yang saling mengisi dan saling membutuhkan.
Apa yang Anda lakukan bila mendapatkan pasangan Anda selingkuh?
________________________
Tips Menjaga cinta tetap utuh tanpa berselingkuh
1. Mempunyai iman.
Anda dapat berbohong kepada pasangan Anda walaupun Anda dapat berselingkuh
berkali-kali, tetapi tidak pada nurani Anda dan Tuhan. Iman sangat penting untuk
menjaga keutuhan hubungan Anda, seperti cinta, iman yang kuat akan membuat Anda
tetap setia pasangan Anda. Ingatlah, tidak ada agama yang menyutujui perzinahan,
kecuali iman Anda adalah seks.
2. Mempunyai komitmen.
Komitmen merupakan hal yang penting bagi setiap pasangan yang mempunyai
cinta, kadang komitmen tidak diucapkan secara langsung, setiap pasangan berusaha
mengenal pasangannya sendiri lalu terbentuk suatu kesadaran untuk saling percaya
dan menjaga agar cinta tersebut tetap utuh. Kapan komitmen itu terbentuk dengan
sendirinya? Ketika Anda mengucapkan cinta kepada pasangan Anda.
3. Mencintai pasangan Anda secara utuh.
No body perfect sering kita dengar, maka cintailah pasangan Anda
secara tulus dengan menerima kekurangan dan kelebihannya sebagai bagian darinya
yang kita cintai. Anda tidak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain,
kekurangan yang dimilikinya menjadi bagian darinya yang harus Anda terima.
Berhati besar menerimanya akan membuat Anda semakin mengenalnya dan membuat Anda
semakin kuat.
4. Saling percaya.
Berpikir positif tentang dirinya akan membuatnya merasa lega dan mempercayai
diri Anda yang telah menghormati dirinya dengan demikian ia akan mempercayai
Anda sebagai orang yang memang pantas untuk dicintai. Dukungan Anda akan
membuatnya semakin menambah rasa percaya diri.
5. Keterbukaan.
Anda harus berbicara ketika kebutuhan-kebutuhan Anda tidak terpenuhi, tidak
dengan menyimpannya, Anda berharap ia akan berubah dengan sendirinya? Mustahil
bila Anda tidak pernah mengatakannya! Bila ia mencintai Anda ia akan mencoba
mengerti dan menghormati Anda yang telah jujur dan terbuka dengannya.
6. Perjuangan
Apa yang dapat Anda lakukan dengan cinta? Pernahkah Anda berpikir untuk
mengisi hari-hari Anda penuh cinta? Cinta adalah semangat yang dapat
membangkitkan gairah hidup. Isilah hidup Anda dengan cinta dan katakan dengan
sikap yang penuh cinta kasih padanya. [PD/ayed]
___________________
|