Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Keluarga

Artikel psikologi mengenai hubungan keluarga.

 
     
 

Keluarga Modern: Start Awal


Artikel Keluarga | 06/2005 | Pikirdong | Keluarga

 

Ketika laki-laki mencuci piring disebut sedang membantu.
Bila wanita mencuci piring disebut ini kehidupan.
[Anna Quindlen]
 

 


Seorang ibu sedang mengisi formulir pendaftaran anaknya di sebuah sekolah dasar. Ia mengendong seorang anak kecil yang berumur 2 tahun dan seorang anak lagi berumur berkisar 4 atau 5 tahun berdiri menatap ibunya yang sedang menulis. Ibu tersebut merasa bingung untuk mengisi kolom pekerjaan untuk riwayat dirinya, setelah berpikir sebentar lalu ia mengisi kolom pekerjaan dengan menulis: Manajer Keluarga

 

 


 

Peran wanita dalam keluarga.

Masyarakat telah membentuk suatu streotipe bahwa pekerjaan-pekerjaan rumah tangga haruslah dikerjakan oleh wanita. Hampir separuh waktu dalam sehari wanita mencurahkan tenaganya untuk keluarga, mulai dari mengasuh anak-anaknya, bertanggung jawab mengatur waktu, makanan, keuangan, perabotan, mempersiapkan anggaran masa depan anak-anaknya, dan juga ia juga perlu membentuk kepribadian dirinya. Gambaran hampir keseluruhan wanita di dunia baik yang bekerja sebagai wanita karir atau ibu rumah tangga.

Wanita-wanita ini bekerja tanpa digaji, mereka mulai bekerja di pagi hari, dimulai dengan mengumpulkan baju-baju kotor, menyiapkan makanan untuk anak-anaknya, mengisi bak mandi, mencuci baju dan menyiapakan air panas, menjemur pakaian, membersihkan rumah, dan ini akan terus berulang dalam paruh waktu, ia baru berhenti ketika malam hampir larut. Dan ini akan terus berulang keesokan harinya, bulan ke bulan hingga bertahun-tahun usia perkawinan.

Wanita menyadari pentingnya pekerjaan yang mereka lakukan, mereka tidak pernah berharapkan sesuatu apapun yang mereka kerjakan, mereka hanya ingin rumah tangga mereka berjalan semestinya dimana ia dapat berperan menjalankan tugas-tugas yang dapat dilakukannya sebagai ibu rumah tangga. Memberi kasih sayang demi anak-anak dan dan mencintai suaminya.

Cathrine E. Beecher dan Hariet Beecher Stowe menulis simpati terhadap nasib wanita-wanita ini:


 

"... Kehormatan dan kewajiban dalam keluarga tidak dihargai sebagaimana mestinya,... wanita tidak dilatih untuk menjalankan pekerjaan kerumah tanggaan seperti laki-laki yang dilatih perdagangan dan profesinya. Sebagai akibatnya, pekerjaan dalam keluarga umumnya dilakukan kurang baik, dibayar kurang dan dianggap sebagai hal yang rendah dan memalukan ..."
[American Woman's Home by Cathrine E. Beecher and Hariet Beecher Stowe, The Stowe-day Foundation, 1869, 1975]


 

Tulisan tersebut telah ditulis lebih dari 100 tahun yang lalu, makin banyak hal mengenai gambaran keluarga mulai berubah, hanya saja beberapa hal yang masih tetap walaupun jaman terus bergulir. Wanita mulai mempunyai pendidikan dibidang hukum, ekonomi, kodokteran dan bidang-bidang lainnya.

Pernah laki-laki membayangkan peran tugas yang dilakukan oleh wanita? Seberapa banyak yang ia dapat dilakukan untuk membantunya dalam sehari? Seminggu? Bulan? bahkan tahun? Pria yang bekerja sebagai ahli komputer pun belum tentu dapat mengoperasikan sebuah microwave dan ini hanya dilakukan oleh wanita, Kathy Peel menggambarkan peran istri seperti rumah makan fastfood yang siap menyediakan makanan secara cepat. Begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan wanita dalam sehari tetapi dia dapat melakukannya!

Hal ini tidak berlebihan, seperti yang digambarkan oleh Norman Wright, wanita mempunya jutaan urat syaraf yang menghubungkan otak kiri dan kanan, urat syaraf terus bekerja secara bolak balik dari otak kiri ke otak sebelah kanan atau bahkan sebaliknya, ia dapat melakukan dua atau tiga pekerjaan sekaligus tanpa harus menunggu pekerjaan satunya selesai dan ini tidak dapat dilakukan oleh pria!

Start awal sebuah keluarga modern.

Setiap orang menginginkan rumah tangganya bahagia, mempunyai anak dan mengasuhnya, mempunya istri atau suami yang saling mencintai. Rumah menjadi tempat yang paling indah untuk disinggahi bagi keluarga yang menikah.

Banyak wanita muda yang telah menikah dan mempunyai anak menderita keletihan dan terlihat sangat stres dengan pekerjaan-pekerjaan rutinitas yang ia lakukan di rumah, hampir setengah hari dalam seharinya dihabiskan dengan pekerjaan-pekerjaan itu yang terus menerus berulang dari hari ke hari dan sangat sedikit penghargaan yang ia dapatkan dari suaminya.

Tidak ada keluarga yang sempurna yang berjalan mulus tanpa ada rintangan-rintangan baik kecil maupun besar, karena karakter dalam suatu rumah dapat berbeda, suami, istri dan anak. Kesemuanya tumbuh dalam satu rumah, mereka saling mencintai sebagai individu yang unik, rumah menjadi tempat yang nyaman untuk mereka berkembang menjadi pribadi yang sehat.

Keluarga modern adalah sebuah rumah yang terdiri dari beberapa anggota keluarga yang saling bekerjasama sebagai salah satu tim. Inilah yang membedakan keluarga dengan tradisi-tradisi lama yang menganut sistem kepala rumah tangga. Keluarga modern menekankan suatu rumah tangga dimana pekerjaan rumah tangga bukan lagi menjadi tanggung jawab istri sepenuhnya. Setiap anggota mempunyai peran masing-masing tetapi saling bahu membahu membentuk sebuah keluarga yang bahagia.

 

Manajemen Keluarga Modern

 

Kinerja

 

Bukan kinerja

 

 

 

Mengerjakan secara bersama-sama

 

Mengerjakan sendiri

Bekerjasama

 

Mengatur

Mencari ide

 

Cerewet

Kooperasi

 

Lakukan tugasmu sendiri

Keyakinan dan kepastian

 

Kenyamanan

Usaha terbaik

 

Kesempurnaan

Menerima

 

Menolak

Menguasai beberapa hal

 

Sedang-sedang saja dalam banyak hal

Penggabungan

 

Kompetisi

Memberi dorongan

 

Mengkritik

Fleksibel

 

Kaku

Kepercayaan

 

Ketidakpercayaan

Pembagian wewenang

 

Diktator

Semua orang menyumbang

 

Ibu tahu yang terbaik

Melayani

 

Kerja paksa

Melakukan sesuatu dengan banyak cara

 

Melakukan sesuatu dengan satu cara saja

 

dari buku Manajer keluarga -Kathy Peel, Grasindo, 1998



Darimana harus dimulai? Idealnya adalah mengubah pola pikir terutama streotipe masyarakat terhadap peran ibu rumah tangga. A. Bronson Alcott menulis; "Sebagaimana dalam rumah, demikian yang terjadi dalam negara." Rumah tangga adalah bagian unsur dari masyarakat, untuk membentuk sebuah masyarakat yang dapat menghargai peran wanita dimulai dari dalam keluarga itu sendiri. Manajemen keluarga modern lebih menghargai peran setiap anggotanya dengan demikian kebahagiaan rumah tangga menjadi tanggung jawab bersama yang hendak dicapai dari setiap lembaga perkawinan.  [PD/ayed]

 

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184