|
Ketika laki-laki mencuci piring disebut
sedang membantu.
Bila wanita mencuci piring disebut ini kehidupan.
[Anna Quindlen]
Seorang ibu
sedang mengisi formulir pendaftaran anaknya di sebuah sekolah dasar. Ia
mengendong seorang anak kecil yang berumur 2 tahun dan seorang anak lagi berumur
berkisar 4 atau 5 tahun berdiri menatap ibunya yang sedang menulis. Ibu tersebut
merasa bingung untuk mengisi kolom pekerjaan untuk riwayat dirinya, setelah
berpikir sebentar lalu ia mengisi kolom pekerjaan dengan menulis: Manajer
Keluarga
Peran wanita dalam keluarga.
Masyarakat telah membentuk suatu streotipe bahwa pekerjaan-pekerjaan rumah
tangga haruslah dikerjakan oleh wanita. Hampir separuh waktu dalam sehari wanita
mencurahkan tenaganya untuk keluarga, mulai dari mengasuh anak-anaknya,
bertanggung jawab mengatur waktu, makanan, keuangan, perabotan, mempersiapkan
anggaran masa depan anak-anaknya, dan juga ia juga perlu membentuk kepribadian
dirinya. Gambaran hampir keseluruhan wanita di dunia baik yang bekerja sebagai
wanita karir atau ibu rumah tangga.
Wanita-wanita ini bekerja tanpa digaji, mereka mulai bekerja di pagi hari,
dimulai dengan mengumpulkan baju-baju kotor, menyiapkan makanan untuk
anak-anaknya, mengisi bak mandi, mencuci baju dan menyiapakan air panas,
menjemur pakaian, membersihkan rumah, dan ini akan terus berulang dalam paruh
waktu, ia baru berhenti ketika malam hampir larut. Dan ini akan terus berulang
keesokan harinya, bulan ke bulan hingga bertahun-tahun usia perkawinan.
Wanita menyadari pentingnya pekerjaan yang mereka lakukan, mereka tidak pernah
berharapkan sesuatu apapun yang mereka kerjakan, mereka hanya ingin rumah tangga
mereka berjalan semestinya dimana ia dapat berperan menjalankan tugas-tugas yang
dapat dilakukannya sebagai ibu rumah tangga. Memberi kasih sayang demi anak-anak
dan dan mencintai suaminya.
Cathrine E. Beecher dan Hariet Beecher Stowe menulis simpati terhadap nasib
wanita-wanita ini:
"... Kehormatan dan kewajiban dalam keluarga tidak dihargai
sebagaimana mestinya,... wanita tidak dilatih untuk menjalankan pekerjaan
kerumah tanggaan seperti laki-laki yang dilatih perdagangan dan profesinya.
Sebagai akibatnya, pekerjaan dalam keluarga umumnya dilakukan kurang baik,
dibayar kurang dan dianggap sebagai hal yang rendah dan memalukan ..."
[American Woman's Home by Cathrine E. Beecher and Hariet Beecher Stowe,
The Stowe-day Foundation, 1869, 1975]
Tulisan tersebut telah ditulis lebih dari 100 tahun yang lalu, makin banyak hal
mengenai gambaran keluarga mulai berubah, hanya saja beberapa hal yang masih
tetap walaupun jaman terus bergulir. Wanita mulai mempunyai pendidikan dibidang
hukum, ekonomi, kodokteran dan bidang-bidang lainnya.
Pernah laki-laki membayangkan peran tugas yang dilakukan oleh wanita? Seberapa
banyak yang ia dapat dilakukan untuk membantunya dalam sehari? Seminggu? Bulan?
bahkan tahun? Pria yang bekerja sebagai ahli komputer pun belum tentu dapat
mengoperasikan sebuah microwave dan ini hanya dilakukan oleh wanita, Kathy Peel
menggambarkan peran istri seperti rumah makan fastfood yang siap menyediakan
makanan secara cepat. Begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan wanita dalam
sehari tetapi dia dapat melakukannya!
Hal ini tidak berlebihan, seperti yang digambarkan oleh Norman Wright, wanita
mempunya jutaan urat syaraf yang menghubungkan otak kiri dan kanan, urat syaraf
terus bekerja secara bolak balik dari otak kiri ke otak sebelah kanan atau
bahkan sebaliknya, ia dapat melakukan dua atau tiga pekerjaan sekaligus tanpa
harus menunggu pekerjaan satunya selesai dan ini tidak dapat dilakukan oleh pria!
Start awal sebuah keluarga modern.
Setiap orang menginginkan rumah tangganya bahagia, mempunyai anak dan
mengasuhnya, mempunya istri atau suami yang saling mencintai. Rumah menjadi
tempat yang paling indah untuk disinggahi bagi keluarga yang menikah.
Banyak wanita muda yang telah menikah dan mempunyai anak menderita keletihan dan
terlihat sangat stres dengan pekerjaan-pekerjaan rutinitas yang ia lakukan di
rumah, hampir setengah hari dalam seharinya dihabiskan dengan
pekerjaan-pekerjaan itu yang terus menerus berulang dari hari ke hari dan sangat
sedikit penghargaan yang ia dapatkan dari suaminya.
Tidak ada keluarga yang sempurna yang berjalan mulus tanpa ada
rintangan-rintangan baik kecil maupun besar, karena karakter dalam suatu rumah
dapat berbeda, suami, istri dan anak. Kesemuanya tumbuh dalam satu rumah, mereka
saling mencintai sebagai individu yang unik, rumah menjadi tempat yang nyaman
untuk mereka berkembang menjadi pribadi yang sehat.
Keluarga modern adalah sebuah rumah yang terdiri dari beberapa anggota keluarga
yang saling bekerjasama sebagai salah satu tim. Inilah yang membedakan keluarga
dengan tradisi-tradisi lama yang menganut sistem kepala rumah tangga. Keluarga
modern menekankan suatu rumah tangga dimana pekerjaan rumah tangga bukan lagi
menjadi tanggung jawab istri sepenuhnya. Setiap anggota mempunyai peran
masing-masing tetapi saling bahu membahu membentuk sebuah keluarga yang bahagia.
|
Manajemen Keluarga Modern |
|
|
|
Kinerja |
|
Bukan kinerja |
|
|
|
|
|
Mengerjakan secara bersama-sama |
|
Mengerjakan sendiri |
|
Bekerjasama |
|
Mengatur |
|
Mencari ide |
|
Cerewet |
|
Kooperasi |
|
Lakukan tugasmu sendiri |
|
Keyakinan dan kepastian |
|
Kenyamanan |
|
Usaha terbaik |
|
Kesempurnaan |
|
Menerima |
|
Menolak |
|
Menguasai beberapa hal |
|
Sedang-sedang saja dalam banyak hal |
|
Penggabungan |
|
Kompetisi |
|
Memberi dorongan |
|
Mengkritik |
|
Fleksibel |
|
Kaku |
|
Kepercayaan |
|
Ketidakpercayaan |
|
Pembagian wewenang |
|
Diktator |
|
Semua orang menyumbang |
|
Ibu tahu yang terbaik |
|
Melayani |
|
Kerja paksa |
|
Melakukan sesuatu dengan banyak cara |
|
Melakukan sesuatu dengan satu cara saja |
|
|
|
|
dari buku Manajer keluarga -Kathy Peel, Grasindo, 1998 |
Darimana harus dimulai? Idealnya adalah mengubah pola pikir terutama streotipe
masyarakat terhadap peran ibu rumah tangga. A. Bronson Alcott menulis; "Sebagaimana
dalam rumah, demikian yang terjadi dalam negara." Rumah tangga adalah bagian
unsur dari masyarakat, untuk membentuk sebuah masyarakat yang dapat menghargai
peran wanita dimulai dari dalam keluarga itu sendiri. Manajemen keluarga modern
lebih menghargai peran setiap anggotanya dengan demikian kebahagiaan rumah
tangga menjadi tanggung jawab bersama yang hendak dicapai dari setiap lembaga
perkawinan. [PD/ayed]
___________________
|