|
Pernahkah
Anda membayangkan sebuah tim baseball sedang bermain? Mereka bekerja pada bidang
dan tempat tertentu berdasarkan kemampuan masing-masing yang mereka punya?
Pemain tertentu bertugas melempar bola yang dikenal dengan sebutan pitcher.
Beberapa pemain berjaga ditempat lain berusaha menangkap bola dari lawan. Pemain
lain juga bertugas menangkap bola pada setiap base yang ada. Mereka bekerjasama
dalam sebuah tim yang kompak dan saling bekerjasama untuk mengalahkan lawan.
Bayangkan bila Anda mempunyai sebuah tim seperti tim baseball dalam sebuah rumah!
Pekerjaan rumahtangga seperti tidak ada habisnya, selalu dilakukan berulang dari
setiap hari hingga hari-hari berikutnya. Di mulai dari tempat tidur, pekerjaan
seorang istri, sang manajer keluarga, tidak pernah mengeluh akan pekerjaan yang
tidak pernah ada habisnya. Istri mulai bekerja di pagi hari, dimulai
membersihkan tempat tidur, membersihkan kamar, mengumpulkan pakaian kotor,
menyediakan air panas, memasak, dan berpindah dari kamar dan ruang lainnya.
Tidak berhenti sampai disitu, ia juga harus menyediakan menu sarapan, menyiapkan
perlengkapan anak-anaknya sekolah, mengatur keuangan belanja, menata uang
persiapan kesehatan, sekolah anak-anak, rekening dan sebagainya.
Kaum pria hanya mencibir dengan kesibukan yang dilakukan oleh wanita ini;
pekerjaan wanita seakan tidak pernah habisnya! Padahal wanita tidak pernah
mengharapkan imbalan apapun dengan pekerjaan yang dilakukannya. Mereka, para
ibu-ibu hanya berharap keluarganya dapat bertahan dan berjalan dengan semestinya.
Begitu banyak pekerjaan yang dilakukannya, namun tidak mengharapkan penghargaan
yang lebih dari anggota keluarga lainnya.
Saatnya sekarang untuk para ibu, sang manajer, untuk menata kembali sebuah
aturan baru bila sebelumnya semua pekerjaan kecil hingga pekerjaan besar
sekalipun yang dilakukan secara tunggal untuk membentuk sebuah tim baseball
dalam kelaurga mereka, sebuah tim yang kompak untuk melakukan tugas-tugas
rumahtangga berdasarkan kemampuan masing-masing.
Tim Anda adalah sebuah tim yang selalu bekerjasama, saling membantu
menyelesaikan pekerjaan rumah yang selalu ada dalam setiap harinya. Pekerjaan
yang belum terselesaikan merupakan "lawan" dari tim yang baru saja Anda bentuk.
Pekerjaan-pekerjaan kecil yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga lain tanpa
harus membebankan semuanya pada Anda. Sebagai seorang ibu Andalah sebagai ketua
tim yang menyusun tugas-tugas yang dapat dilakukan oleh anggota tim lain.
Misalnya, ayah dapat mengurus kebun, anak-anak harus membiasakan diri mencuci
piring, mengumpulkan pakaian kotor, membersihkan kaca atau membersihkan kamar.
Rembuklah permasalahan ini perlahan di meja makan, ceritakan tentang tim kecil
ini kepada anggota keluarga Anda.
Banyak sekali manfaat yang Anda peroleh dengan membentuk tim kerjasama di rumah
Anda. Tim ini bukanlah bekerja berdasarkan tugas-tugas pokok yang diberikan pada
setiap anggota tim, melainkan saling membantu antara sesama anggota lainnya.
Misalnya, ketika anak-anak selesai membersihkan kamarnya sementara ayah belum
menyelesaikan tugasnya, maka anggota tim lain bukanlah berarti tidak dapat
membantu. Tidak ada ruang lingkup batas pekerjaan. Misi dari tim ini adalah
menyelesaikan tugas dan pekerjaan rumah cepat terselesaikan.
Manfaat membentuk tim di dalam rumahtangga:
1. Lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dibandingkan dengan
melakukannya dengan seorng diri -dengan demikian semakin banyak waktu yang
tersedia untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih bermanfaat.
2. Kerjasama tim mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama, dan kepekaan
terhadap lingkungan sekitarnya.
3. Keterbatasan akan kemampuan. Sebuah tim akan mengijinkan anggota lainnya
untuk dapat berpartisipasi untuk mengimprovisasikan mengelola ketrampilan dan
kemampuannya dalam mengatur rumah -dengan demikian mempersiapkan anggota
keluarga untuk terjun dalam organisasi kemasyarakatan.
4. Mencipatkan kesenangan karena setiap anggota kelaurga selalu dalam
kebersamaan.
5. Menumbuhkan rasa saling menghargai antara sesama anggota keluarga. Sebuah tim
akan menemukan kelemahan-kelemahan anggota lainnya, akan tetapi dengan saling
membantu akan menciptakan rasa aman dan saling menghargai antar sesama anggota
kelaurga.
6. Banyaknya cara dan solusi yang dapat menjadi alternatif pemecahan masalah
menjadi lebih kreatif.
7. Energi. Setiap anggota yang saling membantu berarti telah menghemat energi
sehingga banyak tenaga yang masih tersimpan untuk keesokan harinya.
Dampak dari sebuah Tim:
1. Meringankan pekerjaan di dalam rumah yang biasanya dilakukan oleh orangtua
tunggal.
Banyak jenis-jenis pekerjaan yang biasanya hanya dilakukan oleh ibu (istri)
secara terus menerus dalam sehari dan pekerjaan itu tidak akan pernah usai.
Ikutnya anggota keluarga lain yang membantu dengan demikian dapat mengurangi
jumlah pekerjaan yang dilakukan oleh ibu, Dengan adanya tim berarti mengurangi
kelelahan dan menghilangkan kebosanan yang dapat di derita oleh orangtua
terutama istri yang bekerja hampir keseluruhan waktu dalam seharinya di rumah.
2. Menumbuhkan kedisplinan pada anak.
Pendidikan EQ pada anak mengutamakan adanya tuntutan tertentu pada anak, dengan
demikian adanya suatu kewajiban berupa tugas yang harus diselesaikan, akan
melatih anak bertanggungjawab terhadap tugasnya masing-masing.
3. Melatih ketrampilan EQ pada setiap anggota keluarga.
Membentuk tim dengan tugas masing-masing dan selalu berusaha membentuk kerjasama
antara sesama anggota memberikan ketrampilan EQ secara langsung ataupun secara
tidak langsung. Banyak sekali ketrampilan EQ yang didapat dibandingkan dengan
suatu kursus ketrampilan sekalipun. Melatih emosi, kerjasama, menciptakan
hubungan sosial yang positif, tanggungjawab, saling menghargai, empati dan lain
sebagainya.
4. Menciptakan keharmonisan keluarga.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan secara bersama-sama. Anggota keluarga tidak
lagi menyendiri dengan menghabiskan waktunya di kamar masing-masing. Kerjasama
yang tidak membebani secara terpaksa akan menciptakan keakraban antara sesama
anggota keluarga.
5. Menumbuhkan citra diri pada anggota keluarga.
Kebersamaan, saling menghargai, kebebasan mengekspresi kemampuan dan ketrampilan,
dan saling mempercayai anatar sesama anggota kelaurga akan selalu aktif selama
terciptanya kebersamaan tim [PD/ayed]
_
Baca juga:
Keluarga Modern: Start Awal
Keluarga Modern: Melatih Anak Melakukan Pekerjaan
Sehari-hari
___________________
|