Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Keluarga

Artikel psikologi mengenai hubungan keluarga.

 
     
 

Keluarga Modern: Membentuk Tim Kerja


Artikel Keluarga | 08/2005 | Pikirdong | Keluarga

 


Pernahkah Anda membayangkan sebuah tim baseball sedang bermain? Mereka bekerja pada bidang dan tempat tertentu berdasarkan kemampuan masing-masing yang mereka punya? Pemain tertentu bertugas melempar bola yang dikenal dengan sebutan pitcher. Beberapa pemain berjaga ditempat lain berusaha menangkap bola dari lawan. Pemain lain juga bertugas menangkap bola pada setiap base yang ada. Mereka bekerjasama dalam sebuah tim yang kompak dan saling bekerjasama untuk mengalahkan lawan. Bayangkan bila Anda mempunyai sebuah tim seperti tim baseball dalam sebuah rumah!

 

 


 

Pekerjaan rumahtangga seperti tidak ada habisnya, selalu dilakukan berulang dari setiap hari hingga hari-hari berikutnya. Di mulai dari tempat tidur, pekerjaan seorang istri, sang manajer keluarga, tidak pernah mengeluh akan pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya. Istri mulai bekerja di pagi hari, dimulai membersihkan tempat tidur, membersihkan kamar, mengumpulkan pakaian kotor, menyediakan air panas, memasak, dan berpindah dari kamar dan ruang lainnya. Tidak berhenti sampai disitu, ia juga harus menyediakan menu sarapan, menyiapkan perlengkapan anak-anaknya sekolah, mengatur keuangan belanja, menata uang persiapan kesehatan, sekolah anak-anak, rekening dan sebagainya.

Kaum pria hanya mencibir dengan kesibukan yang dilakukan oleh wanita ini; pekerjaan wanita seakan tidak pernah habisnya! Padahal wanita tidak pernah mengharapkan imbalan apapun dengan pekerjaan yang dilakukannya. Mereka, para ibu-ibu hanya berharap keluarganya dapat bertahan dan berjalan dengan semestinya. Begitu banyak pekerjaan yang dilakukannya, namun tidak mengharapkan penghargaan yang lebih dari anggota keluarga lainnya.

Saatnya sekarang untuk para ibu, sang manajer, untuk menata kembali sebuah aturan baru bila sebelumnya semua pekerjaan kecil hingga pekerjaan besar sekalipun yang dilakukan secara tunggal untuk membentuk sebuah tim baseball dalam kelaurga mereka, sebuah tim yang kompak untuk melakukan tugas-tugas rumahtangga berdasarkan kemampuan masing-masing.

Tim Anda adalah sebuah tim yang selalu bekerjasama, saling membantu menyelesaikan pekerjaan rumah yang selalu ada dalam setiap harinya. Pekerjaan yang belum terselesaikan merupakan "lawan" dari tim yang baru saja Anda bentuk. Pekerjaan-pekerjaan kecil yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga lain tanpa harus membebankan semuanya pada Anda. Sebagai seorang ibu Andalah sebagai ketua tim yang menyusun tugas-tugas yang dapat dilakukan oleh anggota tim lain. Misalnya, ayah dapat mengurus kebun, anak-anak harus membiasakan diri mencuci piring, mengumpulkan pakaian kotor, membersihkan kaca atau membersihkan kamar. Rembuklah permasalahan ini perlahan di meja makan, ceritakan tentang tim kecil ini kepada anggota keluarga Anda.

Banyak sekali manfaat yang Anda peroleh dengan membentuk tim kerjasama di rumah Anda. Tim ini bukanlah bekerja berdasarkan tugas-tugas pokok yang diberikan pada setiap anggota tim, melainkan saling membantu antara sesama anggota lainnya. Misalnya, ketika anak-anak selesai membersihkan kamarnya sementara ayah belum menyelesaikan tugasnya, maka anggota tim lain bukanlah berarti tidak dapat membantu. Tidak ada ruang lingkup batas pekerjaan. Misi dari tim ini adalah menyelesaikan tugas dan pekerjaan rumah cepat terselesaikan.

Manfaat membentuk tim di dalam rumahtangga:

1. Lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dibandingkan dengan melakukannya dengan seorng diri -dengan demikian semakin banyak waktu yang tersedia untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih bermanfaat.
2. Kerjasama tim mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.
3. Keterbatasan akan kemampuan. Sebuah tim akan mengijinkan anggota lainnya untuk dapat berpartisipasi untuk mengimprovisasikan mengelola ketrampilan dan kemampuannya dalam mengatur rumah -dengan demikian mempersiapkan anggota keluarga untuk terjun dalam organisasi kemasyarakatan.
4. Mencipatkan kesenangan karena setiap anggota kelaurga selalu dalam kebersamaan.
5. Menumbuhkan rasa saling menghargai antara sesama anggota keluarga. Sebuah tim akan menemukan kelemahan-kelemahan anggota lainnya, akan tetapi dengan saling membantu akan menciptakan rasa aman dan saling menghargai antar sesama anggota kelaurga.
6. Banyaknya cara dan solusi yang dapat menjadi alternatif pemecahan masalah menjadi lebih kreatif.
7. Energi. Setiap anggota yang saling membantu berarti telah menghemat energi sehingga banyak tenaga yang masih tersimpan untuk keesokan harinya.


Dampak dari sebuah Tim:

1. Meringankan pekerjaan di dalam rumah yang biasanya dilakukan oleh orangtua tunggal.
Banyak jenis-jenis pekerjaan yang biasanya hanya dilakukan oleh ibu (istri) secara terus menerus dalam sehari dan pekerjaan itu tidak akan pernah usai. Ikutnya anggota keluarga lain yang membantu dengan demikian dapat mengurangi jumlah pekerjaan yang dilakukan oleh ibu, Dengan adanya tim berarti mengurangi kelelahan dan menghilangkan kebosanan yang dapat di derita oleh orangtua terutama istri yang bekerja hampir keseluruhan waktu dalam seharinya di rumah.

2. Menumbuhkan kedisplinan pada anak.
Pendidikan EQ pada anak mengutamakan adanya tuntutan tertentu pada anak, dengan demikian adanya suatu kewajiban berupa tugas yang harus diselesaikan, akan melatih anak bertanggungjawab terhadap tugasnya masing-masing.

3. Melatih ketrampilan EQ pada setiap anggota keluarga.
Membentuk tim dengan tugas masing-masing dan selalu berusaha membentuk kerjasama antara sesama anggota memberikan ketrampilan EQ secara langsung ataupun secara tidak langsung. Banyak sekali ketrampilan EQ yang didapat dibandingkan dengan suatu kursus ketrampilan sekalipun. Melatih emosi, kerjasama, menciptakan hubungan sosial yang positif, tanggungjawab, saling menghargai, empati dan lain sebagainya.

4. Menciptakan keharmonisan keluarga.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan secara bersama-sama. Anggota keluarga tidak lagi menyendiri dengan menghabiskan waktunya di kamar masing-masing. Kerjasama yang tidak membebani secara terpaksa akan menciptakan keakraban antara sesama anggota keluarga.

5. Menumbuhkan citra diri pada anggota keluarga.
Kebersamaan, saling menghargai, kebebasan mengekspresi kemampuan dan ketrampilan, dan saling mempercayai anatar sesama anggota kelaurga akan selalu aktif selama terciptanya kebersamaan tim [PD/ayed]

 

_

 

Baca juga:

Keluarga Modern: Start Awal

Keluarga Modern: Melatih Anak Melakukan Pekerjaan Sehari-hari

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184