|
Kita mulai dengan membayangkan bahwa kita
memberi mereka;
pada akhirnya kita menyadari bahwa merekalah yang memperkaya kita
[Paul Johannes Paulus II]
Tulisan
artikel ini dimulai ketika secara tidak sengaja saya menemukan tulisan Guru
Bahasa Inggris ketika saya masih sekolah dulunya, di sudut atas tertulis sebuah
kalimat, "be your self". Tulisan itu mengingatkan kembali sebuah perjalanan
waktu yang cukup panjang yang telah kita lalui.
"Jadilah diri mu sendiri" Bukanlah sebuah perkara bahwa Anda melakukan segalanya
berdasarkan cara Anda sendiri. Pengertian seperti ini sering dipakai oleh remaja
sebagai alasan dalam pencarian jati dirinya. Menjadi diri sendiri bukanlah
sekedar bahwa Anda menerima apa adanya diri Anda sekarang sebagai penonjolan
diri atau mementingkan diri Anda sendiri. Saat ini bila Anda telah berumur 20
tahun, maka tidaklah tepat bila masih mencoba-coba untuk menemukan siapa diri
Anda sebenarnya
Jawaban yang panjang tidak akan menjawab pertanyaan dari "Siapa aku?" walau Anda
menulisnya dalam bentuk sebuah biografi sekalipun. Pengalaman-pengalaman yang
telah membesarkan Anda sampai saat ini bukanlah jawaban Anda dapat menjadi diri
sendiri. Beberapa sikap dan prinsip yang kita ambil merupakan hasil belajar dan
proses copying dari orang-orang yang kita kenal atau pelajari.
Menjadi diri Anda sendiri akan membuat diri Anda semakin besar rasa hormat
kepada orang lain, semakin Anda mengerti diri sendiri maka Anda akan lebih
mengerti sikap dan pengertian terhadap hak-hak orang lain. Misalnya, bila Anda
mudah tersinggung maka tentunya akan bersikap tidak akan membuat orang lain
tersinggung. Inilah yang saya maksudkan sebagai pembinaan diri setelah melalui
tahap pencarian jati diri semasa remaja dulu.
Menjadi diri Anda sendiri berarti Anda berhenti berpura-pura menjadi orang lain,
Anda tidak lagi takut tidak memenuhi harapan orang lain. Ini bukan berarti bahwa
Anda tidak mempedulikan pikiran-pikiran orang lain. Tentu saja Anda peduli,
hanya saja Andalah yang mengarahkan kehidupan Anda sendiri. Anda sendirilah yang
mengatasi rasa ketakutan itu dari pilihan-pilhan yang ada. Ketulusan adalah hal
utama, Anda dapat menerima dari sisi baik dan buruk dari diri Anda sendiri.
Apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi diri sendiri?
Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain.
Standar ideal kadang membuat kita lupa sosok diri kita yang sesungguhnya. Banyak
dari kita terus mengejar standar-standar itu hingga kita terus merasa tidak puas
dengan keadaan kita yang sesungguhnya. Kita terus dimanjakan oleh fantasi
menjadi orang lain. Banyak pria dan wanita terus menerus membandingkan diri
mereka dengan orang lain untuk melihat apakah mereka lebih pintar, lebih
langsing, ahli, kharismatik, bijaksana, cantik, bergairah dan sebagainya.
Kita perlu menghentikan kebiasaan-kebiasaan seperti itu, bila Anda ingin menjadi
diri sendiri. Ingatlah hanya satu diri Anda yang unik yang lebih sempurna
dibandingkan menjadi orang lain yang hebat sekalipun.
Bergembira dengan siapa diri Anda.
Bergembiralah, tidak perlu malu dengan keadaan Anda saat ini. Anda tidak perlu
menjadi orang lain untuk melakukan apa yang Anda dapat lakukan, lakukan saja
bila kesempatan terbuka untuk Anda. Arthur Schopenhaeur menulis; manusia
merampas tiga perempat potensi mereka hanya karena mereka berusaha menjadi orang
lain.
Jangan memandang diri Anda terlalu serius.
Anda menumpahkan minuman pada acara pertemuan penting, atau teman-teman
memperolok-olokkan Anda karena Anda tiba di finish paling akhir, atau bos
mengejek Anda ditempat kerja karena kesalahan yang Anda buat, apa yang Anda
rasakan? Memalukan, bahkan berhari-hari pun rasa malu tidak akan hilang dalam
diri Anda. Setiap kali Anda mengingatkan rasanya ingin hilang ditelan bumi.
Kita memandang diri kita terlalu serius. Apa yang kita lakukan sehari-hari
bukanlah hal paling penting, namun kita sering bereaksi secara emosional
terhadap kesalahan-kesalahan kecil yang kita buat. Anda hanya perlu sedikit
menertawakan kekonyolan yang Anda buat dengan demikian akan membantu Anda lebih
menerima diri Anda sendiri. Menertawakan diri sendiri juga membantu kita merasa
lebih kuat memegang kendali dengan demikian kita mengakui kesalahan tanpa
menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kita perbuat.
Memberi izin terhadap diri sendiri untuk gagal.
Kegagalan yang Anda alami membuat Anda putus asa, setiap kali Anda
mengingatkannya membuat Anda menjadi stres. Anda tidak pernah memasukan kata
gagal dalam kamus pribadi Anda. Akibatnya akan terus menyalahkan diri Anda
sendiri.
Berhentilah menyalahkan diri Anda sendiri, dengan demikian memberikan kesempatan
buat diri untuk berkembang. Rasa bersalah akan membuat pikiran Anda menjadi
sempit dan semakin susah buat Anda menemukan gagasan yang terbaik.
Menyukai diri Anda sendiri.
Ini bukanlah berarti bahwa Anda harus menjadi seorang narsistik. Tuhan tidak
menciptakan sesuatu yang mirip dengan yang lainnya, terdapat banyak perbedaan
pada setiap ciptaan-Nya, maka cintailah diri Anda satu yang unik yang tidak
bakal Anda temukan pada diri orang lain. Anda tidak perlu risau dengan bentuk
wajah Anda sekarang, Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi tubuh Anda saat
ini. Menyukai diri sendiri berarti bahwa Anda dapat menerima diri Anda
setulusnya tanpa maksud membenci kekurangan-kekurangan secara fisik yang ada
pada diri kita. [PD/ayed]
___________________
|
dy bilang dy jadi diri sendiri, tp kok banyak yang g suka ma sikapnya termasuk akk,,
terlalu cuek, jd kadang nggak tw kalo dy nyakitin org laen... gmn??
punya solusi??