|
Meskipun gagal meraih sebuah bintang,
setidaknya kita tidak menggenggam lumpur.
(Leo Burnett)
Dari usia
masih kecil kita selalu di ajarkan menjadi orang yang sukses, di rumah, di
sekolah, dan lingkungan sekitar. Di rumah kita di ajarkan untuk menjadi anak
yang baik, rajin, ramah, patuh dan displin. Kita di arahkan untuk mencapai
sukses nantinya. Sekolah, kita kembali dikenalkan dengan kata sukses, mempunyai
cita-cita yang tinggi dan mendapatkan nilai yang bagus adalah harapan dari orang
tua dan guru. Lingkungan masyarakat tempat kita tinggalpun telah menciptakan
kondisi sebagai syarat-syarat orang yang dianggap sebagai orang yang dapat
dipandang; orang yang sukses. Tidak ada tempat bagi mereka yang gagal.
Sukses telah menjadi bagian yang terpenting bagi orang dalam menjalani kehidupan
sebagai manusia yang normal(?) Orang gagal lebih layak untuk tidak dapat hidup
dan menyingkir dari mereka yang sukses??
Manusia sejak dari bayi telah belajar menjadi sukses dan telah mempelajari
kegagalan secara tidak langsung dari kehidupan sehari-harinya. Walaupun keduanya
selalu berjalan beriringan, tetapi sukses adalah hasil selalu menjadi dominan
dibandingkan gagal. Sejak kapan manusia mempelajari kesuksesan dan kegagalan?
Ketika bayi menangis karena mengharapkan ASI dari ibunya, bayi berharap ia akan
dapat minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Ia akan menangis untuk memberikan
isyarat kepada ibunya. Respon ibu sangat penting baginya. Bila sang ibu mengerti
dan memberikan ASI nya kondisi seperti ini berarti bahwa ia telah "sukses" untuk
mendapatkan ASI untuk menghilangkan rasa hausnya. Bila respon ibu lambat maka ia
telah gagal, maka bayi akan menangis lebih keras.
Sekolah, Anda akan dinilai dari hasil prestasi Anda. Bila Anda mempunyai nilai
yang cukup bagus dan masuk diantara rangking 1 dan 5 maka Anda digolongkan
sukses, cerdas dan berbakat, tapi bila Anda kenyataan sebaliknya maka kata-kata
bodoh menjadi lebih akrab di telinga kita.
Tidak ada masyarakat dimana pun juga dapat menerima seorang yang gagal maka Anda
tidak perlu berharap ada orang yang dapat menghargai Anda apalagi menghadiahi
produk kegagalan Anda. Masyarakat lebih menghargai seorang yang sukses dan
melupakan seorang yang gagal.
Dalam setiap orang , kesuksesan berarti ia telah berhasil mengatasi masalah
keuangan, promosi kerja, membina keluarga dan status sosial yang meningkat. Bila
Anda termasuk orang yang gagal, maka tidak ada seorang pun dapat memahami
kegagalan Anda, bahkan mereka menghukum Anda; "Bukankah sudah kukatakan
dahulunya..." atau, "Kenapa kau melakukannya?" atau, "Lebih baik kamu..."
Banyak orang tidak dapat menerima kenyataan ketika ia dihadapkan pada kegagalan,
akibatnya ia tidak dapat mengontrol pikiran-pikirannya yang negatif sehingga ia
semakin terperosok dalam lingkaran gagal. Tak heran bila kita menjumpainya
kembali orang itu akan terlihat semakin tua dari usianya. Manusia cenderung
mempunyai gambaran yang positif didalam pikirannya, tentang hal-hal yang baik
yang dapat terjadi dan semuanya dapat berjalan sesuai dengan kenyataan. Dan bila
harapan-harapan itu tidak berjalan sesuai seperti yang diharapkan, maka inilah
yang disebut dengan gagal.
Apa yang harus Anda lakukan bila Anda termasuk orang-orang yang gagal?
1. Memberi izin pada diri sendiri untuk gagal
Jangan pernah menyesali dengan apa yang pernah Anda perbuat. Jangan menghukum
diri Anda dengan kekecewaan, kesedihan, atau penyesalan pada diri Anda sendiri.
Anthony Robbins pernah menulis; "Orang gagal mencapai tujuan biasanya tersandung
rasa kecewa. Mereka membiarkan rasa kecewa menghalang mereka yang seharusnya
mengambil tindakan seperlunya untuk menumbuhkan semangat guna mencapai tujuan..."
Apakah Anda akan terus menghukum diri Anda? Semakin lama Anda larut dalam
kekecewaan maka semakin banyak waktu dan kesempatan yang terbuang percuma.
2. Tetap berada dalam lingkup pemikiran positif
Kegagalan sangat tergantung bagaimana persepsi Anda menangkap pengalaman gagal
Anda. Ketika Anda gagal, banyak sekali input negatif yang masuk dalam pikiran
Anda. Satu diantara interprestasi itu akan menimbulkan pemikiran negatif dan
menyakitkan pikiran Anda, sedangkan yang lainnya akan menghasilkan pemikiran
yang netral atau positif.
Input-input tersebut dapat menjadi pemikiran negatif yang dapat melemahkan diri
Anda sendiri ataupun menjadi umpan balik pemikiran positif yang dapat memberi
semangat.
3. Berbicara pada diri sendiri (self statement).
Apakah saya sudah gila? Tidak! Ahli terapis yakin NLP (Neuro Linguistic
Programming) dapat membangkitkan motivasi terbaik dari dalam individu
dibandingkan motivasi luar lainnya.
Tanamkan pesan positif dalam otak bawah sadar Anda:
a. Aku tahu bahwa aku dapat mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya.
b. Pikiranku yang unik selalu mampu melakukannya.
c. Aku berjanji untuk menguasai tugas ini
d. Segala sesuatu mendukungku untuk mencapai tugasku
e. Semakin banyak aku lakukan maka semakin banyak yang aku dapat
f. Aku belajar dari setiap kesalahan
g. Aku menjadi lebih baik setiap harinya
h. Apa yang menjadi pilihanku adalah aku benar.
i. Aku bangga pada diriku
j. Aku mempunyai semangat setiap harinya untuk menyelesaikan tugasku.
4. Introspeksi pada kegagalan
Ketika Anda gagal, jangan berhenti lalu pergi dengan melupakan apa yang telah
Anda lakukan. kembali telusuri apa yang menyebab kegagalan pada diri Anda, ambil
sikap dan tindakan yang baru, terencana dan susun kembali rencana-rencana awal
Anda, cari penyebab kegagalan dan mulailah kembali di tempat sebelumnya Anda
berhenti.
Tahukah Anda bagaiama Kolonel Sanders membangun kerajaan ayam goreng Kentucky
(KFC) yang membuatnya menjadi milioner? Ia adalah seorang pensiunan yang tidak
memiliki apa-apa kecuali hanya resep ayam goreng. Ia mengeliling hampir seluruh
negara bagian AS, tidur di mobilnya, mencoba menemukan seseorang yang dapat
mendukungnya menjual resep itu. Ia terus memperbaiki ide-idenya dan tetap terus
mengetuk pintu ke pintu setiap warung makan untuk dapat menjual resep ayam
gorengnya. Ia ditolak sebanyak 1009 kali!!
5. Terima kritik: tutup telinga rapat-rapat!
Sebanyak berapa orang mengatakan bahwa kritik cukup membangun? Apakah mereka
pernah memikirkan dan memahami Anda yang sedang di liput emosi dengan kegagalan
Anda? Apa perlu Anda marah? Tepatkah waktunya? Sebanyak apa kritik dapat memberi
semangat kembali Anda? Atau semakin membuat Anda terpuruk dalam lautan emosi?
Jangan peduli seberapa banyak mereka mencela atau mengkritik Anda, sampai sejauh
ini apa yang Anda telah perbuat Anda benar. Jangan marah apalagi menyesal karena
itu akan membuat Anda benar-benar kalah. Saat ini Anda telah melakukan yang
terbaik dan tinggal Anda melangkah sekali lagi
6. Istirahat
Banyak orang menjadi stress setelah mengalami kegagalan, dan berlanjut pada
depresi. Ini disebabkan karena kebanyakan orang yang mengalami gagal secara
terus menerus memikirkan kegagalannya. Akibatnya energinya semakin terbuang
secara percuma. Anda tidak perlu mengikuti pikiran dan mengingat kegagalan yang
pernah terjadi pada Anda. Lupakan Anda pernah gagal, beri kesempatan buat otak
Anda beristirahat, nikmati hidup Anda. Lakukan yang dapat membuat Anda lebih
merasa nyaman. Ambil waktu istirahat dan bersantailah...
T I P S
1. Tetap bergairah. Dengan bergairah setiap saat kegagalan tidak akan mampu
mengalahkan diri Anda. Anggaplah kegagalan lebih kecil dari Anda, tidak akan
mampu mengalahkan diri Anda yang besar.
2. Santai. Kegagalan akan menjadi bingung dan malah berpikir, "bagaimana aku
dapat mengalahkan mu?"
3. Energi. Jangan membuang energi untuk memikirkan kegagalan, simpan energi
untuk strategi selanjutnya. Energi akan membuat Anda lebih bergairah, menjaga
stamina dan semangat Anda
4. Humor. Hibur diri Anda yang gagal. Abraham Lincoln sering menertawakan
dirinya ketika ia gagal, setelah beberapa kali gagal sebelum ia menjadi presiden di usia
53 tahun.
5. Positif Thinking. Hentikan khayalan Anda yang muluk dan menyesal apa yang
telah Anda lakukan. Bangkitkan semangat Anda dengan berpikir positif.
6. Percaya diri. Salah satu yang membedakan antara orang gagal dengan orang
sukses adalah pada rasa percaya diri. Orang gagal akan kehilangan rasa percaya
dirinya, orang sukses tetap percaya diri walaupun gagal berkali-kali.
7. Ingatlah kegagalan bukan berarti Anda telah kehilangan segalanya, untuk
membangun kesuksesan Anda membangun dari nol dan Anda terus mengumpulkan
point-point sukses dan Anda gagal, sekarang bagaimana Anda memungut kembali
point-point Anda itu. Anda telah mempunyai kantung tempat menampungnya. Anda
telah belajar banyak dari kegagalan. [PD/ayed]
__
Adaptasi
* Unlimited Power -Anthony Robbins
* Quantum Learning -Bobbi DePorter dan Mike Hernacki
* Berpikir sebagai Pemenang - Dr, Walter Doyle Staples
* Berani Gagal -Billi P.S Lim
* Emotional Intelligence -Daniel Goleman
___________________
|