|
Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua
membuat kesalahan
(Weston Dunlap [8 tahun])
Abe adalah
seorang anak dalam masa pertumbuhan, seperti anak lainnya, ia ingin mempunyai
teman dan bermain akrab bersama-sama, tetapi keinginan itu menjadikan dirinya
bahan tertawaan teman-temannya. Ia sering mendapat ejekan dan perlakuan kasar.
Di sekolah pun ia mendapat ejekan karena bentuk kepalanya dianggap aneh oleh
teman-temannya. Kenapa temannya menertawakan wajahnya? Demikian pikir Abe. Apa
yang mesti aku lakukan?
Abe mulai bercermin, ia memperhatikan dengan teliti bentuk raut wajahnya...
Beberapa saat kemudian ia mulai tertawa terbahak-bahak. "Tidak ada yang salah
dengan wajahku" Lalu ia menulis di atas cerminnya "Orang ini tidak boleh
dipandang terlalu serius!!"
Cerita di atas adalah kisah nyata masa kecil Abraham Lincoln. Bagaimana ia dapat
menerima kenyataan yang membuat teman-teman semakin senang memperolokan dirinya?
Jawabannya adalah dengan menerima dirinya seperti apa adanya dan menghadapinya
dengan senyum lebar-lebar. Ia berusaha menerima bentuk apa pun dirinya dengan
cara menertawakan dirinya sendiri. Dengan cara seperti itu ia semakin percaya
diri dan semakin membuat dirinya terbuka menerima orang lain. Ketika Abe
mendapat ejekan dari teman-temannya, ia menerima semuanya itu dengan senyum
lebar-lebar, "Inilah diri saya, Abe!!"
Senyum merupakan proses mental, pembentukan suasana psikologi yang memberikan
perubahan suasana emosi. Tanpa itu bukanlah senyum, melainkan hanya suatu
gerakan kerutan sisi ujung bibir yang memanjang, dikenal dengan nama senyum,
tetapi tidak diketahui makna oleh pelakunya sendiri, dan orang lain menilainya
sebuah senyuman tidak tulus dan memberikan kesan dipaksakan.
Tidak sekedar memasangkan sebuah bingkai senyuman yang manis, kita berusaha
mengenali arti sebuah senyuman yang kita berikan untuk diri kita sendiri ataupun
mentransferkan sebuah semangat kecil arti hidup untuk orang lain. Berlebihan?
Tidak!
Kita hidup di sekeliling orang-orang yang yang hidup disibukan dengan pekerjaan.
Orang-orang yang lalu lalang di sekeliling kita adalah adalah orang yang lelah
dengan rutinitas pekerjaannya. Sikap acuh menjadi kebiasaanya, bisa saja
disebabkan karena pikirannya terus tertuju pada suatu hal yang barangkali belum
diselesaikannya. Apa salahnya jika memberikan sebuah senyuman yang manis kepada
mereka? Pesan positif ini dapat mengingatkannya kembali posisi sebenarnya ia
berada. Membalas senyuman Anda atau Mencoba mengingat siapa Anda yang telah
memberikan senyuman kepadanya? Teman lamakah?
Saya tidak menyuruh Anda berbuat gila, tetapi Anda dapat mencoba dan Anda akan
menemukan sendiri keajaiban dari sebuah senyuman yang Anda berikan pada orang
lain. Coba Anda perhatikan orang-orang di sekeliling dan di sekitar Anda,
kebanyakan mereka berjalan terburu-buru, acuh dengan sekelilingnya, atau
disibukkan dengan percakapan dengan teman di sebelahnya. Atau Anda dapat melihat
orang-orang yang sibuk di kantor, pegawai bank misalkan, kebanyakan mereka
jarang mendapat penghargaan yang tulus dari customer-nya. Sehari-hari pekerjaan
tidak lepas dari konsentrasi dan cukup melelahkan. Cobalah menyapa mereka,
berikan senyum Anda yang termanis buat mereka. Jangan putus asa bila Anda tidak
mendapat respon yang menyenangkan, setidaknya Anda telah memberikan sebuah warna
bagi kehidupan mereka.
Coba dengarkan kisah di bawah ini;
Seorang anak kecil berusia 12 tahun berjalan-jalan bersama pamannya yang baru
datang dari luar kota. Anak itu merasa heran melihat pamannya yang selalu
menyapa orang-orang yang ditemuinya dan selalu tersenyum kepada orang-orang itu.
Anak itu merasa kagum dengan pamannya yang dikenal banyak orang. Rasa kagumnya
menjadi hilang dan berubah menjadi heran ketika mereka semakin jauh berjalan dan
semakin banyak orang yang telah disapa oleh pamannya. Benarkan mereka itu semua
kenalan pamannya? Akhirnya ia mengajukan pertanyaan itu kepada pamannya.
Pamannya menjawab, "Tidak, samasekali paman tidak mengenal mereka". Anak itu
semakin heran, "Lalu kenapa Paman menyapa mereka?". Pamannya menjawab, "Dengan
menyapa dan memberi senyum kepada mereka, berarti paman telah memberikan sedikit
kebahagian, setidaknya mereka akan menyisihkan sedikit waktunya untuk melupakan
masalah yang ada dalam pikirannya, mereka akan mencoba mengingat siapa orang
yang telah menyapanya. Dan akan mengingatkannya kembali ke masa-masa kenangan
bersama orang-orang yang pernah ia kenal dulunya"
-------------------
Bagaimana kita dapat selalu tersenyum?
1. Senyum adalah pesan positif, tidak terbentuk dari pembentukan emosi yang
negatif. Anda tidak akan dapat tersenyum bila Anda sedang menangis atau bersedih.
Stress dapat membuat senyuman Anda kehilangan arti, hambar dan dingin, tetapi
bila Anda melawan emosi negatif Anda dengan senyum berarti Anda telah membuang
seperempat muatan emosi negatif dalam pikiran Anda dan membuat Anda mempunyai
tenaga baru sebagai semangat dalam diri Anda.
2. Anda dapat tersenyum saat kapan pun, tetapi Anda tidak tahu kenapa Anda
tersenyum, berarti ada kesalahan dalam diri Anda. Belajarlah untuk tersenyum
sebagai pembangkit gairah hidup Anda sehari-hari.
3. Nikmati hidup Anda walaupun berjalan secara rutinitas dan membosankan,
cobalah berpikir dari sudut yang berbeda dari sebelumnya. Ingatlah seberapa
banyak orang yang mempunyai nasib yang sama seperti Anda, dan mereka berusaha
untuk terus melaluinya. Hiduplah dengan santai, bebaskan pikiran yang dapat
mengganggu hidup Anda.
4. Berpikir positif. Bagaimana
berpikir positif dapat membuat Anda tersenyum? Andalah yang menguasai pikiran
Anda, bukan pikiran-pikiran negatif, konflik, atau pun masalah-masalah yang
sedang Anda hadapi. Jangan biarkan pikiran-pikiran itu menguasai otak Anda, lalu
menguasai perasaan Anda. Ketika Anda mulai menghadapi masalah, kontrol pikiran
Anda sendiri, katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda dapat melaluinya, bahwa
saya dapat menyelesaikan masalah saya sendiri, dan saya mampu untuk tugas
seperti itu. Akhiri kata-kata itu dengan senyum lebar-lebar! Anda telah
menanamkan rasa percaya diri Anda! Ingatlah pepatah berikut, "Pikiran dapat
menciptakan surga menjadi neraka, atau neraka dapat menjadi surga"
5. Menerima diri sendiri dan orang lain seutuhnya. Minder dapat membuat Anda
kehilangan rasa percaya diri dan membuat Anda kehilangan semangat berpikir
positif Anda. Terima diri Anda terlebih dahulu, maka Anda dapat menerima orang
lain. Jangan pikir apa kata orang terhadap Anda, lakukan apa yang menurut Anda
terbaik buat diri Anda sendiri, bila kata-kata itu membuat Anda terganggu,
tersenyumlah masih ada orang yang memberi perhatian kepada Anda. Mereka telah
memberi warna bagi hidup Anda, indah bukan?
6. Jadilah diri Anda sendiri. Lakukan apa yang Anda senangi, kita tidak pernah
tahu sampai kapan kita dapat hidup. Beri sedikit waktu untuk diri Anda sendiri,
lakukanlah hal yang Anda senangi, dengan demikian Anda tidak akan pernah
menyesal dan akan menjadi salah satu kenangan bagi Anda karena Anda telah
melakukannya.
7. Jadikan prinsip kata-kata berikut ini; setiap orang selalu ingin diperhatikan,
sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian atau sekedar memberi sedikit
perhatian Anda kepadanya; setiap orang mempunyai masalahnya sendiri, maka
tersenyumlah, jangan terlalu serius dengan masalah yang sedang Anda hadapi,
lihatlah seberapa banyak orang berjuang untuk tetap hidup.
8. Suasana hati yang bahagia, ketika sedang berlangsung, dapat memperkuat
kemampuan untuk berpikir dengan fleksibel dan lebih kompleks, dengan demikian
memudahkan Anda menemukan pemecahan masalah, baik persoalan intelektual ataupun
antar pribadi. Jadi, bentuklah suasana hati Anda yang bahagia selalu, mulailah
dengan senyuman!
Apa yang dapat membuat Anda tersenyum?
1. Mengingat hal-hal lucu yang pernah Anda alami. Pernah Anda melakukan hal-hal
yang konyol dalam hidup Anda? Ingatlah kembali hal itu, akan membuat hidup Anda
terasa lebih indah. Anda akan tersenyum dan berpikir, kenapa saya melakukan hal
sebodoh itu? Ha... ha... ha... ha...
2. Mengenang masa lalu atau masa kecil. Memori seiring bertambah umur maka
memori itu akan hilang, maka diperlukan retreiving kembali. Ingat masa lalu Anda
jangan biarkan hilang begitu saja, karena masa kecil banyak hal dapat membuat
tertawa bila kita mengingatnya.
3. Membaca cerita lucu atau anekdot. Banyak cerita lucu disekeliling kita bila
kita ingin menikmatinya, semuanya akan membuat hidup lebih terasa santai dan
nyaman.
4. Menonton film komedi. Akhir pekan yang melelahkan dapat Anda mengisinya
dengan menonton film yang bertemakan komedi, setidaknya akan meregangkan
urat-urat syaraf Anda yang sebelumnya telah Anda paksakan untuk konsentrasi
penuh dengan pekerjaan dan tugas rutinitas Anda.
5. Membalas senyuman orang lain. Untuk mendapatkan senyuman dari orang lain maka
Anda perlu tersenyum, berbagi kebahagian untuk orang lain maka Anda akan
mendapat keajaiban kecil. Bila Anda mendapatkan senyum dari orang lain maka Anda
beruntung seseorang memperhatikan Anda!
6. Melihat album photo. Kebanyakan orang berpose dengan serius disaat akan di
photo. Anda perlu mencoba hal-hal 'lain' yang baru. Pasang wajah paling jelek
Anda ketika akan di photo, lakukan hal itu ketika Anda berphoto bareng dengan
teman-teman Anda, yakinlah Anda akan menjadi pusat perhatian orang yang melihat
setiap lembar photo-photo Anda dan akan membuat Anda tersenyum setiap kalinya
melihatnya.
7. Membaca surat, email, atau menerima sms lucu. Jangan pernah dibuang kalau
dapat surat yang lucu dari teman, simpan dan baca kembali kalau Anda merasa
merindukannya suatu saat. Jangan menunggu surat menyapa Anda, mulailah Anda
mengirimnya maka Anda akan mendapat balasan, jangan kecewa bila tidak seperti
Anda harapkan, setidaknya Anda masih mengingat teman-teman Anda. Begitu juga
email dan sms. :)
8. Punya banyak teman! Aha, Anda dapat melihat begitu banyak karakter yang Anda
temui, nikmati warna-warna itu, setidaknya Anda telah belajar untuk melucu dan
menghibur orang lain.
9. Membantu orang lain tanpa pamrih dan spontan.
Hallo! Hallo!! WARNING!
Boleh saja Anda tersenyum tapi perhatikan dulu donk!
1. Banyak kejadian yang tak terduga dari sebuah senyuman Anda, dan kita tidak
pernah menduganya samasekali apa yang bakal terjadi. Jangan tersenyum bila Anda
belum gosok gigi!
2. Jangan tersenyum sendiri di tempat terbuka atau di tengah keramaian, jika
Anda tidak tidak ingin dianggap gila, tapi bila Anda menikmati hidup Anda,
jangan perduli orang lain, lebarkan senyum Anda!
3. Siapa orang yang hendak Anda berikan senyum? Jangan salah sasaran! Jika Anda
tidak ingin dikatakan genit. Makna senyuman akan hilang bila Anda mempunyai niat
awal hanya sekedar memberi senyum kepada orang yang Anda tuju malah mendatangi
Anda. Padahal Anda sekedar memberi senyuman dan tidak ingin terganggu. Caranya,
berikan senyum lalu berlalu dari hadapannya. Bila Anda sedang duduk, berikan
senyuman Anda, lalu berpura-puralah kembali sibuk dengan pekerjaan Anda. Jangan
terlalu lama tersenyum, tatap sebentar lalu berpalinglah. Perhatikan kondisi dan
situasi yang tepat, jadi tidak sekedar membagi senyuman!
Penutup
Banyak sekali kejadian disekeliling kita yang muncul dari sebuah senyuman tanpa
kita sadari dan kita duga, Anda dapat membaca pengalaman langsung dari Daniel
Goleman berikut ini yang menggugah emosi kita;
Siang itu siang bulan Agustus yang benar-benar sangat panas di New York City,
hari yang membuat orang mandi keringat dan bersungut-sungut karena merasa tidak
nyaman. Saya sedang berjalan pulang ke hotel, dan sewaktu melangkah memasuki bis
yang menuju Madison Avenue, saya dikejutkan oleh pengemudinya, seorang pria
kulit hitam setengah baya tersenyum penuh semangat dan menyambut saya dengan
sapaan ramah, "Hai! Apa kabar?", sapaan yang diberikan kepada setiap orang yang
memasuki bisnya sewaktu bis itu merayap menembus kepadatan lalu lintas di tengah
kota. Setiap penumpang sama terkejutnya dengan saya, dan, karena terpengaruh
dari suasana murung siang itu, sedikit saja yang membalas sapaannya.
Tetapi, sewaktu bis itu berjalan pelan-pelan di kemacetan lalu lintas menuju
wilayah permukiman, terjadilah perubahan pelan yang agak mencengangkan.
Pengemudi itu menciptakan monolog yang lincah untuk menyenangkan kami, komentar
memikat tentang pemandangan yang berlalu di hadapan kami: ada obral menarik di
toko itu, pameran hebat di museum ini, sudahkah Anda mendengar tentang bioskop
yang baru saja dibuka di blok sini? Rasa senangnya pada banyaknya kemungkinan
yang ditawarkan oleh kota itu menular. Pada saat turun dari bis, setiap
penumpang secara bergiliran menangggalkan wajah yang murung, dan saat itu
pengemudi bis berseru "Sampai jumpa, semoga sukses!" masing-masing membalas
dengan senyuman (Diambil dari buku Emotional Intelligence, Daniel Goleman,
1995)
Kenapa belum tersenyum? Kapan lagi? [PD/ayed]
___________________
|