Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Kepribadian

Artikel psikologi mengenai hubungan kepribadian.

 
     
 

Bagaimana Berkata Tidak


Artikel Kepribadian | 05/2004 | Pikirdong | Kepribadian

 

 

Kata "tidak" mengandung konotasi negatif seperti penolakan, budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" sebagai kita maksudkan sebagai penolakan. Kita mengatakan "ya" yang sebenarnya berlawanan dengan keinginan kita. Perasaan malu, sungkan, dan takut seakan menyatu sehingga mengubah kata "tidak" menjadi kata "iya" sebagai kata setuju.

 

 


 

Perhatikan kejadian berikut ini:

 

[Anton yang sedang menyelesaikan beberapa tugas dari kantornya mendapatkan tugas tambahan yang semestinya dapat dilakukan oleh rekan lainnya] Anton berkata kepada supervisornya, "Akan saya selesaikan dalam beberapa hari ini" [Anton: Kenapa kau memberikan tugas itu kepada ku? Tidakkah kau melihat kertas kerjaku sedang menumpuk di meja?]

 


Beberapa situasi yang terjadi kadang bertentangan dengan keinginan kita, beberapa tekanan berupa ajakan, rayuan bahkan pemaksaan dalam situasi tersebut membuat kita menjadi lemah, sehingga berkata "iya" yang sebenarnya kita maksudkan adalah "tidak".

Ajakan, rayuan, paksaan baik secara langsung atau tidak yang di sertai dengan iming-iming atau janji-janjj yang akan kita peroleh bila melakukannya atau bahkan ancaman bila kita menolaknya, membuat kita takut tanpa berani atau ragu-ragu untuk mengatakan menolaknya. Akhirnya kita menerima tawaran tersebut dengan alasan klasik; takut kehilangan pekerjaan, hilangnya popularitas, takut tidak mempunyai teman, takut dimusuhi atau takut sebut ketinggalan jaman, norak dan sebagainya. Pada akhirnya akan membuat kita sendiri menjadi stres.


Kapan kita harus mengatakan "tidak"?

1. Keterbatasan waktu dan kemampuan.

Tugas yang belum selesai Anda kerjakan, Anda harus tegas menolak bila tawaran lain yang dapat menguras waktu dan fisik Anda. Energi Anda akan semakin terkuras dengan adanya tambahan tugas tersebut kecuali bila Anda mempunyai waktu yang banyak yang dapat Anda selesaikan secara teratur. Beban pikiran akan membuat Anda kehilangan semangat bila pekerjaan yang menumpuk.

2. Ajakan yang mengarah pada perilaku seksual.

Banyak pasangan muda-mudi pacaran melakukan hubungan seks bermula dari pegangan tangan, atau ciuman. Biasanya wanita sulit menolak ajakan pacarnya untuk melakukan hubungan seks, padahal pihak perempuan tidak menginginkan lebih dari sekedar pegangan tangan atau ciuman. Desakan dan rayuan secara terus menerus membuatnya semakin tersudut dan lemah. Pacaran menjadi tidak sehat lagi, laki-laki akan terus memintanya lagi dengan cara lain dibawah ancaman untuk menceritakan kejelekan wanita. Biasanya wanita menerima hal-hal seperti ini karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangannya, tidak ingin dianggap sebagai wanita yang membosankan atau takut diputuskan cintanya. Padahal jelas hubungan ini merugikan pihak wanita.

3. Ajakan memakai narkoba.

kelompok sangat mempengaruhi perilaku ini, ajakan teman untuk mencoba hal-hal baru sering kita temukan di saat kita berada dalam kelompok. Ini dianggap sebagai salah satu ciri yang mereka namakan sebagai solidaritas, kebersamaan dan kompak. Anda akan sulit menolaknya bila tawaran itu diajukan karena Anda akan merasa dijauhi, dianggap tidak kompak.

4. Kriminalitas.

Termasuk di dalamnya, mengompas, menganiaya, dan tawuran. Perilaku kelompok dianggap selalu dalam kebersamaan maka kebiasaan-kebiasaan setiap anggotanya mengikuti perilaku yang lainnya. Anda akan tersudut bila menolak ajakan kelompok, Anda akan mendapat gelar-gelar yang yang sifatnya menyudutkan atau melecehkan Anda seperti banci atau gelar lainnya. Bisa saja suatu ketika mereka menolak atau menjauh dari Anda


Bagaimana Berkata Tidak

1. Mengenal Tubuh Anda.

Tubuh adalah bagian dari Anda untuk melakukan sesuatu perilaku tertentu. Anda lebih mengenal tubuh Anda daripada orang lain.
● Jangan memaksakan tubuh Anda melakukan hal diluar kemampuan Anda. Bila tubuh Anda merasa sangat letih jangan lakukan hal-hal lain yang dapat membuat Anda menjadi lebih letih atau bahkan sakit. Istirahatlah.
● Tubuh Anda adalah bagian yang paling berharga, orang lain akan menghormati Anda bila Anda menghormatinya juga. Tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh tubuh Anda dengan alasan apapun. Tidak ada yang boleh melecehkan atau membuat Anda merasa tidak nyaman karenanya, maka katakan tidak untuk itu.
● Kenali fungsi tubuh Anda. Mengenal fungsi tubuh akan membuat Anda mengerti akan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh dan Anda akan mengenal pula unsur atau zat-zat yang dapat merusak tubuh. Misalkan narkoba atau zat-zat adiktif lainnya yang dapat merusak jaringan saraf otak, maka Anda akan menolak untuk mengkonsumsinya.

2. Mempunyai Komitmen

Komitmen sangat penting sebagai hal yang prinsipil ketika Anda berada pada suatu pilihan antara ya atau tidak. Misalkan agama melarang Anda untuk minum beralkohol maka Anda akan berkomitmen untuk tidak meminumnya karena dilarang oleh agama. Bagaimana bila tawaran tersebut sedikit diubah misalkan teman Anda mengajak dengan "meminum sedikit" ? Bila komitmen Anda jelas dan tegas maka bagaimanpun Anda akan menolaknya.

3. Ingat Konsekuensi

Ingatlah konsekuensi ketika Anda hendak melakukannya, apa yang bakal Anda peroleh dari perilaku tersebut? Merugikan atau menguntungkan? Konsekuensi tersebut bukan saja hal berorientasi pada diri Anda tetapi juga diluar diri Anda, misalkan ajakan untuk melakukan tindakan kriminal, konsekuensi yang diperoleh bila melakukannya Anda bisa saja dikelaurkan dari sekolah, kuliah atau institusi tertentu, Anda bisa saja dipenjara karena perbuatan Anda, akan tetapi terberat adalah adalah melanggar hati nurani, prinsip, komitmen dan agama.

4. Berkata Jujur.

Hal tersulit adalah berkata jujur pada orang lain, karena kita tidak ingin menyakiti atau melukai perasaan orang lain, bahkan karena kesulitan untuk mengatakan secara jujur ini membuat kita kembali mempertimbangkan kembali tawaran-tawaran tersebut padahal sudah jelas bertentangan dengan keinginan kita. Tetapi, tidak kah Anda berpikir bahwa Anda telah tidak jujur pada diri sendiri? atau karena ingin menghargai, menghormati perasaan orang lain telah mengorbankan diri Anda sendiri. Jelas tawaran yang memaksa itu telah menunjukan ia tidak menghormati Anda, kenapa Anda harus ragu untuk menolaknya?


Katakan Tidak padanya

1. Tetap bersikap ramah dengannya

Anda tidak perlu marah atau membencinya, pisahkan dirinya dengan perilakunya, Anda boleh saja benci dengan sikapnya seperti itu tetapi tidak perlu membenci dirinya sampai menjauh dan tidak berteman dengannya lagi.

2. Tolak dengan alasan yang tegas.

Jangan menggunakan alasan-alasan tertentu yang dapat membuatnya dapat memaksa lagi suatu ketika nantinya. Gunakan alasan tepat untuk menolaknya. Misalkan, ketika pacar mengajak untuk melakukan hubungan seks, JANGAN gunakan alasan seperti takut hamil, SEBAIKNYA katakan karena agama menganggap hubungan seks diluar nikah ini adalah dosa.

3. Katakan dengan jujur perasaan Anda.

Katakan ketakutan-ketakutan Anda yang lebih besar dibandingkan ketakutan untuk mencoba ajakan teman tersebut, berikan konsekuensi yang logis padanya. Dan tetap tolak ajakan teman Anda bila ia berdalih dengan alasan tertentu. Semakin Anda tegas maka ia tidak akan berani mengajak kembali.

4. Alihkan ajakan tersebut yang lebih bermanfaat.

Alihkan perhatiannya pada ajakan tersebut, usulkan ide-ide yang lebih positif atau yang disukainya, misalkan bermain game, jalan-jalan, atau fitnes.

5. Bersiap kehilangan dirinya.

Bila Anda sudah melakukan semua usaha untuk menolaknya, akan tetapi ia masih tetap memaksa Anda, maka segera tinggalkan ia! Tidak perlu ragu atau takut akan kehilangannya. Apa yang Anda tela lakukan lebih menghargai untuk diri Anda sendiri [PD/Ayed]
 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184