|
Kata "tidak"
mengandung konotasi negatif seperti penolakan, budaya kita yang menanamkan sikap
asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" sebagai kita maksudkan
sebagai penolakan. Kita mengatakan "ya" yang sebenarnya berlawanan dengan
keinginan kita. Perasaan malu, sungkan, dan takut seakan menyatu sehingga
mengubah kata "tidak" menjadi kata "iya" sebagai kata setuju.
Perhatikan kejadian berikut ini:
[Anton yang sedang menyelesaikan beberapa tugas dari kantornya mendapatkan tugas
tambahan yang semestinya dapat dilakukan oleh rekan lainnya] Anton berkata
kepada supervisornya, "Akan saya selesaikan dalam beberapa hari ini" [Anton:
Kenapa kau memberikan tugas itu kepada ku? Tidakkah kau melihat kertas kerjaku
sedang menumpuk di meja?]
Beberapa situasi yang terjadi kadang bertentangan dengan keinginan kita,
beberapa tekanan berupa ajakan, rayuan bahkan pemaksaan dalam situasi tersebut
membuat kita menjadi lemah, sehingga berkata "iya" yang sebenarnya kita
maksudkan adalah "tidak".
Ajakan, rayuan, paksaan baik secara langsung atau tidak yang di sertai dengan
iming-iming atau janji-janjj yang akan kita peroleh bila melakukannya atau
bahkan ancaman bila kita menolaknya, membuat kita takut tanpa berani atau
ragu-ragu untuk mengatakan menolaknya. Akhirnya kita menerima tawaran tersebut
dengan alasan klasik; takut kehilangan pekerjaan, hilangnya popularitas, takut
tidak mempunyai teman, takut dimusuhi atau takut sebut ketinggalan jaman, norak
dan sebagainya. Pada akhirnya akan membuat kita sendiri menjadi stres.
Kapan kita harus mengatakan "tidak"?
1. Keterbatasan waktu dan kemampuan.
Tugas yang belum selesai Anda kerjakan, Anda harus tegas menolak bila tawaran
lain yang dapat menguras waktu dan fisik Anda. Energi Anda akan semakin terkuras
dengan adanya tambahan tugas tersebut kecuali bila Anda mempunyai waktu yang
banyak yang dapat Anda selesaikan secara teratur. Beban pikiran akan membuat
Anda kehilangan semangat bila pekerjaan yang menumpuk.
2. Ajakan yang mengarah pada perilaku seksual.
Banyak pasangan muda-mudi pacaran melakukan hubungan seks bermula dari pegangan
tangan, atau ciuman. Biasanya wanita sulit menolak ajakan pacarnya untuk
melakukan hubungan seks, padahal pihak perempuan tidak menginginkan lebih dari
sekedar pegangan tangan atau ciuman. Desakan dan rayuan secara terus menerus
membuatnya semakin tersudut dan lemah. Pacaran menjadi tidak sehat lagi,
laki-laki akan terus memintanya lagi dengan cara lain dibawah ancaman untuk
menceritakan kejelekan wanita. Biasanya wanita menerima hal-hal seperti ini
karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangannya, tidak ingin dianggap sebagai
wanita yang membosankan atau takut diputuskan cintanya. Padahal jelas hubungan
ini merugikan pihak wanita.
3. Ajakan memakai narkoba.
kelompok sangat mempengaruhi perilaku ini, ajakan teman untuk mencoba hal-hal
baru sering kita temukan di saat kita berada dalam kelompok. Ini dianggap
sebagai salah satu ciri yang mereka namakan sebagai solidaritas, kebersamaan dan
kompak. Anda akan sulit menolaknya bila tawaran itu diajukan karena Anda akan
merasa dijauhi, dianggap tidak kompak.
4. Kriminalitas.
Termasuk di dalamnya, mengompas, menganiaya, dan tawuran. Perilaku kelompok
dianggap selalu dalam kebersamaan maka kebiasaan-kebiasaan setiap anggotanya
mengikuti perilaku yang lainnya. Anda akan tersudut bila menolak ajakan kelompok,
Anda akan mendapat gelar-gelar yang yang sifatnya menyudutkan atau melecehkan
Anda seperti banci atau gelar lainnya. Bisa saja suatu ketika mereka menolak
atau menjauh dari Anda
Bagaimana Berkata Tidak
1. Mengenal Tubuh Anda.
Tubuh adalah bagian dari Anda untuk melakukan sesuatu perilaku tertentu. Anda
lebih mengenal tubuh Anda daripada orang lain.
● Jangan memaksakan tubuh Anda melakukan hal diluar kemampuan Anda. Bila tubuh
Anda merasa sangat letih jangan lakukan hal-hal lain yang dapat membuat Anda
menjadi lebih letih atau bahkan sakit. Istirahatlah.
● Tubuh Anda adalah bagian yang paling berharga, orang lain akan menghormati
Anda bila Anda menghormatinya juga. Tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh
tubuh Anda dengan alasan apapun. Tidak ada yang boleh melecehkan atau membuat
Anda merasa tidak nyaman karenanya, maka katakan tidak untuk itu.
● Kenali fungsi tubuh Anda. Mengenal fungsi tubuh akan membuat Anda mengerti
akan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh dan Anda akan mengenal pula
unsur atau zat-zat yang dapat merusak tubuh. Misalkan narkoba atau zat-zat
adiktif lainnya yang dapat merusak jaringan saraf otak, maka Anda akan menolak
untuk mengkonsumsinya.
2. Mempunyai Komitmen
Komitmen sangat penting sebagai hal yang prinsipil ketika Anda berada pada suatu
pilihan antara ya atau tidak. Misalkan agama melarang Anda untuk minum
beralkohol maka Anda akan berkomitmen untuk tidak meminumnya karena dilarang
oleh agama. Bagaimana bila tawaran tersebut sedikit diubah misalkan teman Anda
mengajak dengan "meminum sedikit" ? Bila komitmen Anda jelas dan tegas maka
bagaimanpun Anda akan menolaknya.
3. Ingat Konsekuensi
Ingatlah konsekuensi ketika Anda hendak melakukannya, apa yang bakal Anda
peroleh dari perilaku tersebut? Merugikan atau menguntungkan? Konsekuensi
tersebut bukan saja hal berorientasi pada diri Anda tetapi juga diluar diri Anda,
misalkan ajakan untuk melakukan tindakan kriminal, konsekuensi yang diperoleh
bila melakukannya Anda bisa saja dikelaurkan dari sekolah, kuliah atau institusi
tertentu, Anda bisa saja dipenjara karena perbuatan Anda, akan tetapi terberat
adalah adalah melanggar hati nurani, prinsip, komitmen dan agama.
4. Berkata Jujur.
Hal tersulit adalah berkata jujur pada orang lain, karena kita tidak ingin
menyakiti atau melukai perasaan orang lain, bahkan karena kesulitan untuk
mengatakan secara jujur ini membuat kita kembali mempertimbangkan kembali
tawaran-tawaran tersebut padahal sudah jelas bertentangan dengan keinginan kita.
Tetapi, tidak kah Anda berpikir bahwa Anda telah tidak jujur pada diri sendiri?
atau karena ingin menghargai, menghormati perasaan orang lain telah mengorbankan
diri Anda sendiri. Jelas tawaran yang memaksa itu telah menunjukan ia tidak
menghormati Anda, kenapa Anda harus ragu untuk menolaknya?
Katakan Tidak padanya
1. Tetap bersikap ramah dengannya
Anda tidak perlu marah atau membencinya, pisahkan dirinya dengan perilakunya,
Anda boleh saja benci dengan sikapnya seperti itu tetapi tidak perlu membenci
dirinya sampai menjauh dan tidak berteman dengannya lagi.
2. Tolak dengan alasan yang tegas.
Jangan menggunakan alasan-alasan tertentu yang dapat membuatnya dapat memaksa
lagi suatu ketika nantinya. Gunakan alasan tepat untuk menolaknya. Misalkan,
ketika pacar mengajak untuk melakukan hubungan seks, JANGAN gunakan alasan
seperti takut hamil, SEBAIKNYA katakan karena agama menganggap hubungan seks
diluar nikah ini adalah dosa.
3. Katakan dengan jujur perasaan Anda.
Katakan ketakutan-ketakutan Anda yang lebih besar dibandingkan ketakutan untuk
mencoba ajakan teman tersebut, berikan konsekuensi yang logis padanya. Dan tetap
tolak ajakan teman Anda bila ia berdalih dengan alasan tertentu. Semakin Anda
tegas maka ia tidak akan berani mengajak kembali.
4. Alihkan ajakan tersebut yang lebih bermanfaat.
Alihkan perhatiannya pada ajakan tersebut, usulkan ide-ide yang lebih positif
atau yang disukainya, misalkan bermain game, jalan-jalan, atau fitnes.
5. Bersiap kehilangan dirinya.
Bila Anda sudah melakukan semua usaha untuk menolaknya, akan tetapi ia masih
tetap memaksa Anda, maka segera tinggalkan ia! Tidak perlu ragu atau takut akan
kehilangannya. Apa yang Anda tela lakukan lebih menghargai untuk diri Anda
sendiri [PD/Ayed]
___________________
|