|
Jam hampir menunjukkan pukul 19.00, Santi
menatap jam dinding di ruang tamunya. Beberapa saat kemudian ia kembali melihat
jam dinding berwarna perak hadiah suaminya itu, lalu mencocokan dengan jam di
tangannya. Ia terus meremas tanggannya yang mulai berkeringat. Sesekali
tangannya memegang keningnya, wajahnya mulai berkeringat. Ia berjalan
berputar-putar di ruang tamu itu seperti sedang menunggu sesuatu. [1]
Cerita diatas adalah menggambarkan seorang ibu separuh baya yang sedang menanti
kepulangan suaminya dari luar kota. Suaminya telah menelpon bahwa ia akan tiba
di rumah pada pukul 17.00 namun hampir 2 jam setelah itu suaminya belum sampai
juga.
"Kenapa kamu tidak menelpon?" Pikir Santi setelah 2 jam menanti membuat dirinya
merasa was-was. Ia mulai merasa gelisah. Perasaan takut mulai menghantuinya
dirinya. Pikran-pikiran buruk bermunculan dikepalanya. Tubuhnya terasa semakin
panas. "Tidak! Tidak mungkin!" Ia berbicara sendiri melawan pikiran-pikiran
buruk yang mungkin bisa saja terjadi pada suaminya. [2]
Untuk mengisi waktu, wanita tersebut menonton acara televisi. Berita kecelakaan
bis malah sangat menggangu pikirannya. Ia semakin terlihat mulai kacau dan tak
terkendalikan lagi. Rasa cemasnya semakin meningkat, tangannya semakin gemetar
saat memegang gelas untuk minum air yang sengaja disediakannya untuk mengurang
rasa cemas. "Tidak! Tidak mungkin!" Air matanya mulai jatuh. [3]
Gambaran
diatas merupakan suatu cerita yang mungkin dapat terjadi pada siapa saja yang
sengaja ditampilkan dengan muatan emosi-emosi yang mempengaruhi perilaku
individu ketika kecemasan mengisi pikiran-pikiran negatif yang muncul secara
bersamaan.
Kebanyakan orang mempunyai persepsi yang berbeda terhadap situasi yang
dialaminya terhadap cara dan tindakan yang dilakukan terhadap siatuasi yang
terus berkembang saat kecemasan melanda dirinya. Berpikir positif terhadap
situasi diatas merupakan hal yang selalu dilakukan orang saat merasa
ketidakberdayaan untuk melawan pikiran negatif yang muncul menguasai pikirannya.
Pada awalnya, saat stres terjadi jumlah hormon kartisol dalam tubuh secara terus
menerus diproduksi yang mengakibatkan seseorang sukar untuk berpikir konstruktif,
penumpukan tersebut terus berlangsung dan tidak segera menghilang melainkan
terus menumpuk. Itulah sebabnya beberapa orang bahkan tidak dapat melakukan
apapun saat-saat stres terus meningkat. Panik merupakan perilaku yang tampak
yang sering muncul ketika kartisol secara terus-menerus diproduksi secara
berlebihan dalam tubuh.
Melawan pikiran negatif dengan memberikan sugesti pikiran positif ternyata juga
tidak membantu tubuh berhenti memproduksi kartisol. Kebanyakan persepsi orang
terhadap berpikir positif adalah sekedar melawan pikiran-pikiran negatif yang
muncul dengan pikiran yang lebih positif dengan tujuan untuk menenang dirinya.
Pikiran-pikiran positif tersebut sengaja dimunculkan dengan tujuan memberikan
kepercayaan kepada dirinya bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik. Seperti
pada adegan [2], ibu muda tersebut tidak hentinya memberikan sugesti kepada
dirinya bahwa suaminya dalam keadaan baik-baik saja sesuai dengan harapannya.
Berpikir positif haruslah terealisasikan dengan suatu tindakan yang nyata.
Inilah yang disebutkan dengan tindakan berpikir positif. Kita tidak hanya
melakukan perlawanan terhadap pikiran-pikiran negatif yang muncul, karena
sifatnya hanya sementara, sedangkan pikiran negatif tersebut dapat hidup secara
terus menerus dalam otak kita. Cerita diatas merupakan gambaran persepsi secara
umum yang dilakukan orang ketika suatu harapan tidak berjalan sesuai dengan
harapannya. Tidak ada suatu tindakan yang dapat dilakukan. Berpikir positif
adalah dengan segera mencari tahu dengan segala cara agar pikiran-pikiran
tersebut tidak secara terus menetap dalam pikiran. Tindakan yang positif justru
lebih baik untuk dilakukan untuk mengurangi tekanan-tekanan tersebut.
Mengenali berpikir positif secara mendalam
1. Melihat permasalahan sebagai salah satu tantangan.
Orang berpikir positif selalu melihat masalah sebagai tantangan yang harus
dihadapinya. Apapun masalah yang dihadapi tidaklah membuatnya merasa lemah,
melainkan membentuk semangat untuk memecahkan masalah tersebut. Energi yang
dimiliki tidak akan pernah habis sehingga ia selalu siap menghadapi setiap
permasalahan.
Mereka yang berpikir positif:
Melihat permasalahan secara objektif
Masalah adalah tantangan yang perlu segera diselesaikan, tanpa menundanya
Mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan masalah
2. Menikmati hidup
Orang berpikir positif selalu mempunyai waktu untuk dirinya melakukan hal-hal
kecil yang bermakna pada dirinya. Ia menikmati setiap pekerjaan yang diberikan
kepadanya dan melakukannya dengan ketulusan yang mesti ia selesaikan dengan baik.
Mereka yang berpikir positif:
Mensyukuri terhadap waktu yang dimilikinya
Dapat
menikmati dunia sekelilingnya sebagai suatu anugerah
Tidak
pernah menyesal dengan apa yang telah teerjadi di masa lalu dan saat ini
3. Terbuka terhadap ide dan saran dari orang lain.
Orang berpikir positif selalu dapat menerima saran dan ide dari orang lain.
Kritikan yang diterima bukanlah hal yang mengancam dirinya, melainkan suatu
pertimbangan buat dirinya untuk melakukan hal yang terbaik.
Mereka yang berpikir positif:
Dapat
menerima orang lain dengan segala kekurangannya
Tidak
merasa terganggu dengan semua kritik terhadap dirinya
4. Pola pikir yang konstruktif.
Orang berpikir positif selalu terbuka dengan hal yang baru, akan tetapi penuh
pertimbangan logis dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Sikap hati-hati
dan mempertimbangkan banyak hal merupakan langkah awal dalam pengambilan
keputusan. Orang seperti ini bukanlah orang yang lamban dan tidak tanggap dengan
hal-hal kecil.
Mereka yang berpikir positif:
Melihat permasalahan secara teliti dan pertimbangan yang baik
Dapat
membuat decision making secara tepat
5. Melawan pikiran negatif yang dapat merusak pikiran sehat.
Pikiran negatif tidak hanya merusak energi yang dimiliki, tetapi juga dapat
menghambat kreativitas berpikir. Mereka yang selalu berpikir positif selalu
mempunyai cara melawan pikiran negatif yang muncul dengan cara tertentu sehingga
dapat membuatnya dapat bersikap tenang.
Mereka yang berpikir positif:
Dapat
membuang emosi negatif yang dapat menghambat kepribadiannya
Dapat
memisahkan segala bentuk permasalan yang berkaitan emosi negatif terhadap
perkembangan dirinya
Dapat
melihat perbedaan yang terpisah diantara permasalan-permasalahan yang muncul,
sehingga tidak mencampur dua kondisi yang berbeda
6. Mensyukuri apa yang telah dimilikinya.
Kebahagiaan bukanlah terletak apa yang dimilikinya, mereka yang berpikir positif
selalu mensyukuri apa yang telah mereka kerjakan saat ini. Hasil bukanlah
perioritas bagi mereka. Setidaknya mereka telah melakukan yang terbaik dan
mensyukuri apa yang telah menjadi miliknya.
Mereka yang berpikir positif:
Bahagia dan bersyukur dengan semua yang telah dimilikinya
Tidak
tergantung pada pada materi
dapat
melihat dunia dengan kacamata yang berbeda
7. Menjauhi gosip.
Gosip membuat akan membuat seseorang bersikap tidak objektif ketika
menghadapi konflik. Orang bersikap positif dapat memisahkan antara konflik dan
sikap yang tidak pada tempatnya. Penilaian terhadap masalah menjadi lebih jernih
tanpa mencampuri sugesti orang lain.
Mereka yang berpikir positif:
Mempunyai prinsip-prinsip yang kuat dan alasan yang kuat
Peduli terhadap orang lain bukan berarti ingin mencampuri masalah orang lain
Menganggap gosip sebagai pemborosan waktu dan tidak bermanfaat pada dirinya
8. Fokus pada pemecahan masalah
Orang berpikir positif tidak akan membiarkan pikirannya secara terus menerus
diisi oleh hal-hal negatif. Kegagalan tidak membuatnya berhenti dalam melakukan
suatu hal, apalagi mencari alasan yang digunakan sebagai penyebab kegagalan. Ia
tidak akan mencari kambing hitam dari kesalahan yang dibuat.
Mereka yang berpikir positif:
Responsive terhadap permasalhan yang ada
Melibatkan diri bukan menjauhinya
Inisiatif dan inovatif terhadap permasalahan dan konflik
9. Menggunakan bahasa positif
Artinya orang berpikir positif selalu menggunakan bahasa yang positif pula
sebagai motor penggerak motivasi. Dapat membangkitkan semangat untuk dirinya dan
orang lain dan menggunakan bahasa yang optimis.
Mereka yang berpikir positif:
Menggunakan bahasa positif dan jujur
Menggunakan waktunya untuk self statement untuk mendukung sikap dan perilaku
positif
10. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Mereka adalah orang-orang yang hidup dengan menggunakan secara keseluruhan
anggota tubuhnya untuk mengekpresikan semangat, antusias dan persahabatan dengan
orang lain. Ia selalu dapat tersenyum dan berbicara dengan intonasi yang teratur
dan tepat sehingga orang-orang disekitarnya dapat merasa nyaman
Mereka yang berpikir positif:
Energik
Antusias
Sikap
tubuh mendukung setiap gerakan atau perilaku
11. Penerimaan diri
Orang berpikir positif tidak menjadi tubuhnya sebagai penghalang aktivitas
mereka. Mereka menerima bentuk secara fisik mereka dalam keadaan apapun. Mereka
peduli dengan penampilan rapi yang dapat menambah rasa percaya diri dan selalu
berusaha tampil sebaiknya.
Mereka yang berpikir positif:
Menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya
Penuh
percaya diri
Merasa mampu terhadap kemampuan yang dimilikinya
12. Introspeksi diri
Melihat permasalahan terfokus pada dirinya, tidak menyalahlan orang lain
ataupun mencari penyebab di luar masalah. Kekurangan yang dimiliki memacu
dirinya untuk berbuat lebih baik lagi, memaafkan dirinya yang telah melakukan
kesalahan dan selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk dirinya dan orang lain
Mereka yang berpikir positif:
Dapat
memaafkan dirinya terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya
Menjadikan kesalahan sebagai acuan untuk menjadi lebih baik lagi. [PD/Ayed]
___________________
|