|
Banyak
orang beranggapan bahwa stres adalah hal atau kondisi yang mempunyai hubungan erat dengan dengan
pengertian negatif, sebenarnya stres dalam diri kita memberikan kewaspadaan
(alertness) dalam diri kita agar tubuh kita berjaga-jaga terhadap bahaya yang
dapat mengancam diri kita. Emosi kita bereaksi terhadap stres, hormon corticoid dianggap bertanggung
jawab terhadap kemunculan stres dan berkembang di dalam diri kita selama stres
berlangsung. Stres akan menjadi negatif bila stres tersebut tidak segera diatasi
(distress), inilah yang mengakibatkan berbagai perubahan perilaku akibat stres
yang terus berkepanjangan.
Melawan stres
1. Ubah persepsi Anda terhadap stres
Ubah persepsi Anda terhadap stres, jangan biarkan stres terus berlanjut
dalam pikiran-pikiran Anda. Ubahlah stres dengan berpikir positif, dengan demikian
Anda telah menghemat energi untuk hal-hal yang tidak perlu. Ingatlah, stres
sebenarnya hanya ada dalam pikiran Anda yang mengawasi semua perilaku Anda,
lawanlah pos musuh yang ada dalam pikiran-pikiran Anda!
2. Prediksi kemungkinan stres yang timbul
Sebelum mengambil keputusan penting, pikirkanlah kemungkinan dampak-dampak
psikologis yang bakal muncul dari keputusan yang Anda ambil, dengan demikian
Anda akan lebih siap dalam menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
3. Fight!
Selesaikan masalah secepatnya, jangan biarkan masalah terus berlarut-larut.
Menunggu masalah terselesaikan sendirinya akan menimbulkan kecemasan dalam diri,
bergerak dan lawanlah! Masalah yang cepat terselesaikan justru akan memberikan
rasa nyaman dan terpuaskan.
4. Keluar dari lingkungan stres
Keluarlah dari lingkungan yang membuat Anda stres, ini bukan berarti bahwa Anda
harus lari dari masalah. Suasana baru akan membuat Anda lebih refresh, carilah
suasana yang dapat memberikan kenyamanan untuk mengumpulkan tenaga baru untuk
menyelesaikan masalah tersebut
5. Berikan izin untuk gagal
Janganlah merasa kegagalan mempengaruhi sikap dan perilaku Anda, beri izin untuk
diri melakukan kesalahan atau kegagalan. Ingalah manusia mempunyai
keterbatasan-keterbatasan tertentu, memberi izin kepada diri sendiri untuk gagal
berarti Anda memaafkan diri dan memberikan kesempatan untuk berkembanga lebih
baik dengan metode introspeksi diri.
6. Berikan dukungan kepada mereka yang mengalami stres
Memberi dukungan kepada mereka yang mengalami stres berarti Anda memberikan rasa
kepedulian kepada orang lain, dengan demikian akan memberikan hikmah balik (feed
back) yang akan memperkaya wawasan Anda terhadap berbagai masalah. Emotional
support ini justru akan meredam sikap agresif pada diri Anda.
7. Gunakan waktu yang terencana
Kebanyakan mereka yang mengalami stres terdesak oleh kebutuhan waktu yang sempit,
tekanan-tekanan untuk menyelesaikan masalah dengan waktu yang terbatas akan
memicu stres (high tension). Biasakanlah Anda mempunyai perencanaan waktu yang
tersusun secara teratur sehingga Anda dapat mengatur penyelesaian tugas-tugas
lebih teratur dan tepat waktu.
8. Optimis
Optimis tidak hanya muncul disaat-saat Anda mempunyai rencana, akan tetapi
seberapa dalam Anda meyakini keberhasilan dan kesuksesan yang ingin dicapai.
Michael Scheier dan Charles Carver (1985, 1992) menemukan bahwa sikap optimis
mempunyai korelasi terhadap kesehatan fisik yang baik dan orang-orang optimis
mampu mengatasi stres secara lebih baik pula.
9. Humoris
Individu yang mempunyai kemampuan menertawakan dirinya, akan mempunyai ketahanan
terhadap stres. Orang-orang besar selalu menjadikan kegagalan sebagai humor
untuk mengurangi kadar stres, beberapa ahli seperti McCrae (1984) mengatakan
rasa humor dapat mengurangi 40% rasa stres.
10. Kontrol terhadap emosi
Kontrol emosi dan pemikiran-pemikiran negatif yang muncul ketika stres menyerang,
suasana emosi yang buruk ikut memperparah stres yang sedang Anda alami.
11. Relaksasi
Lakukanlah teknik relaksasi selama 10-20 menit setiap harinya, relaksasi akan
memberikan rasa kenyamanan terhadap pikiran dan tubuh Anda
12. Istirahat yang cukup
Walapun stres mempengaruhi tidur Anda, jangan biarkan Anda tidak tidur ketika
stres melanda, usahakanlah untuk tidur, selain mencegah Anda menderita insomnia
tidur juga memberikan tenaga baru Anda untuk melakukan aktivitas-aktivitas lain.
13. Makanan yang sehat
Sama halnya stres dapat membuat seseorang sulit tidur, stres juga dapat
mengurangi nafsu makan. Makanlah makanan yang sehat secara seimbang, jangan
biarkan stres mempengaruhi tubuh Anda! Beberapa kasus, stres yang dialami oleh
wanita mempengaruhi jumlah makanan yang dimakan, peningkatan makan merupakan
bentuk kompensasi terhadap stres yang berakibat pada obesitas.
14. Agama
Keyakinan akan Tuhan akan mengurangi resiko terkena imbas stres yang lebih parah.
Pengalaman spiritual akan mempengaruhi perilaku dalam mengurangi tekanan stres.
Mempercayai akan kebesaran Tuhan dan segala bentuk takdir akan membuat individu
merasa lebih kuat dalam menghadapi stres.
15. Olahraga
Lakukanlah olahraga secara teratur, olahraga diyakini sebagai penyaluran energi
stres yang negatif, sebagai bentuk penyaluran agresi. [PD/Ayed]
___________________
|