|
Istilah
prokastinasi pertama kali digunakan oleh Brown dan Holtzman (Manual Surveys
of Study Habits and Attitude, 1967). Istilah ini digunakan untuk
menggambarkan sesuatu kecenderungan menunda-nunda penyelesaian suatu tugas atau
pekerjaan sehingga seseorang gagal menyelesaikan tugas-tugas tersebut tepat pada
waktunya.
Individu biasanya sadar bahwa ia sedang berhadapan dengan
tugas-tugas yang penting bagi dirinya akan tetapi individu tersebut sengaja
menunda secara berulang-ulang (kompulsif) sehingga menimbulkan kecemasan dalam
dirinya. Bila suatu ketika tugas tersebut tidak terselesaikan secara baik akan
menimbulkan perasaan bersalah dalam dirinya.
Beberapa kerugian akibat kemunculan prokastinasi
1) Tugas tidak terselesaikan
2) Terselesaikan tetapi hasilnya tidak memuaskan disebabkan karena individu
terburu-buru dalam menyelesaikan tugas tersebut untuk mengejar deadline.
3) Menimbulkan kecemasan sepanjang waktu sampai terselesaikan bahkan kemunculan
depresi.
4) Tingkat kesalahan yang tinggi karena individu merasa tertekan dengan batas
waktu yang semakin sempit disertai dengan peningkatan rasa cemas sehingga
individu sulit berkonsentrasi secara maksimal.
5) Waktu yang terbuang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain yang
mengerjakan tugas yang sama.
6) Pada siswa atau pelajar dapat merusak kinerja akademik seperti kebiasaan
buruk dalam belajar, motivasi belajar yang rendah, rasa percaya diri rendah.
Prokrastinasi dapat dialami oleh siapapun, akan tetapi bila prokratinasi dialami
oleh siswa atau mahasiswa dalam menyelesaikan studinya maka dapat berdampak pada
kerugian secara mental bagi dirinya.
Mahasiswa yang mengalami prokratinasi akan berlama-lama dalam menyelesaikan
tugas akhirnya, atau menyelesaikan studinya lebih awal, bila beberapa kebiasaan
(habits) yang buruk seperti lebih pada penyenangan dirinya berupa penghiburan
diri menjadi bagian dari perilakunya maka mahasiswa tersebut akan semakin sulit
untuk melepaskan prokratinasi yang dialaminya beserta dampak kerugian akademik
yang berlarut-larut untuk menyelesaikan tugas akhirnya
Menurut Solomon dan Rothblum [1],
1984 prokastinasi pada dunia pendidikan terdiri dari:
1) Tugas mengarang
Berupa menulis makalah, laporan
2) Menghadapi ujian
Banyak siswa menunda waktu untuk belajar sampai pada akhirnya tibalah waktu
untuk menghadapi ujian yang memaksanya untuk belajar semalaman (istilah ini
sering disebut SKS, Sistem Kebut Semalam)
3) Membaca
Yakni menunda membaca buku atau referensi yang berkaitan dengan materi pelajaran
4) Kinerja tugas administratif
Berupa menyalin catatan kuliah beserta praktikum, absensi
5) Menghadiri pertemuan
Sering menunda atau terlambat menghadiri kuliah, pertemuan-pertemuan dan
praktikum
6) Kinerja akademik secara keseluruhan
Berupa menunda kewajiban menyelesaikan tugas-tugas akademik secara keseluruhan
Menghindari Prokrastinasi;
Individu yang mengalami prokrastinasi akan selalu akan mengatakan bahwa besok
saja akan menyelesaikan tugas tersebut, akan tetapi ketika keesokan harinya tiba
ia akan kembali mengulang kebiasaan tersebut dengan mengaakan nanti saja saja.
Prokrastinasi dapat mengarah pada pembentukan fatal-flaws, membuat individu
semakin malas secara emosional untuk memperbaiki dirinya.
1) Jangan menunda pekerjaan, lakukan ketika Anda memiliki waktu luang, sekarang
dan jangan gunakan alasan-alasan tertentu yang dapat menunda pekerjaan itu.
2) Keyakinan dan harapan tinggi terhadap kemampuan yang dimiliki akan
mempengaruhi terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan (self effication)
3) Tanamakan disiplin sejak mulai dini pada anak
4) Jangan berkegantungan pada orang lain terhadap pekerjaan
5) Kurangi masa jeda (istirahat) ketika sedang melakukan pekerjaan
6) Bila Anda melakukan masa jeda, janganlah keluar dari lingkungan dimana sedang
melakukan pekerjaan, misalnya jalan-jalan ke mall, bermain ke tempat teman dalam
waku relatif lama
7) Berlatihlah pada pemusatan pikiran (flows) terhadap pekerjaan.
8) Lakukanlah pekerjaan dengan rasa senang [PD/Ayed]
__
1 Solomon, L.J dan Rothblum, E.D. 1984. Academic
Procrastination: Frequency and Cognitive -behavioral Correlates. Journal
of Counseling Psychology. Vol. 31 No. 4.
___________________
|