Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Kepribadian

Artikel psikologi mengenai hubungan kepribadian.

 
     
 

Self Identification: Marah


Artikel Kepribadian | 02/2009 | Pikirdong | Kepribadian

 

Marah adalah awal segala keburukan
(The prophet Muhammad SAW)

 

 

Kenapa mesti marah? Pertanyaan seperti ini bila diajukan pada pada orang yang sedang marah kadang akan membuat orang tersebut mulai berpikir ulang situasi-situasi yang menjadikannya marah. Bila diajukan dengan tepat akan meredakan kemarahan seseorang, cara ini merupakan salah satu cara untuk mengajak orang untuk berdiskusi dan mencari solusi permasalahan yang muncul, berbicara juga mengurangi muatan-muatan emosi negatif lainnya yang sulit untuk diungkapkan.

 

 


 

   
 

Mengendalikan Amarah

02/2009 | Pikirdong

Beberapa penelitian ternyata menunjukkan bahwa individu memiliki pengalaman subjektif terhadap emosi, artinya indivitu tidak menyadari bahwa ia mengalami suatu emosi tertentu akan tetapi reaksi konsisten terhadap emosi tersebut, misalnya saja ia mengatakan bahwa ia tidak marah namun bereaksi dalam berperilaku bermusuhan

   
   

Marah adalah hal yang manusiawi yang dapat terjadi ada siapa pun, namun marah yang tidak terkendali merupakan ekspresi emosi yang tidak sehat, secara kesehatan amarah mempunyai hubungan erat dengan munculnya pelbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung dan pelbagai penyakit lainnya dari yang berkembang di kemudian harinya.

Secara psikologis letupan amarah yang tidak terkendali akan merugikan orang tersebut terjerumus dalam tindakan-tindakan yang membahayakan dirinya dan orang lain. Kalap merupakan gambaran jelas akibat ledakan emosi yang tidak terkendali. Ketika hormon-hormon negatif membanjiri syaraf otak, akan sulit mengontrol individu untuk berpikir jernih, tak jarang dalam menyelesaikan masalah akan mengambil tindakan-tindakan yang penuh resiko.

Secara spiritual kemampuan untuk mengendalikan amarah juga menandakan orang-orang yang beriman (taqwa), semakin tinggi ketaqwaan seseorang maka akan semakin baik pula ia dalam mengontrol emosinya. Dalam perspektif Islam, banyak sekali hadist-hadist yang meriwayatkan tentang perilaku amarah ini. ''Sesungguhnya, marah itu dari setan. Setan diciptakan dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka, jika salah seorang dari kamu marah, hendaklah ia berwudhu.'' (HR Abu Daud).

 

 

Apakah saya seorang pemarah?

Mengendalikan amarah merupakan hal yang paling penting untuk meningkatkan aktualisasi diri seseorang, pengendalian amarah merupakan suatu bentuk kecerdasan emosional yang mendukung sisi kecerdasan lainnya; hubungan intra dan interpersonal.

 

Bila setiap kalinya menghadapi situasi-situasi konflik dengan respon kemarahan maka akan menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan; temperamen pemarah. Beberapa pertanyaan dibawah ini untuk mengetahui temperamen pemarah;

Saya selalu marah dengan meluap-luap
Saya sering marah dengan orang-orang yang saya kenal
Marah itu perlu
Saya marah dengan mengeluarkan kata-kata atau gerakan tertentu
Bila marah, saya sering menendang, memukul benda-benda
Saya butuh lama untuk meredakan amarah saya
Ketika marah saya dapat mendengar detak jantung saya, telinga berdengung, gemetar
Teman lebih suka menjauhi saya ketika saya sedang marah
Saya menggunakan alkohol atau obat-obatan untuk menenangkan amarah saya

 

Bila jawaban yang muncul adalah YA lebih banyak dibandingkan TIDAK maka Anda membutuhkan pengelolaan dan pengedalian amarah dengan baik, Anda harus mendatangi ahli terapis untuk penyembuhan.


Mengontrol amarah

Ada dua cara terbaik untuk mengekspresikan amarah;
Pertama, mengekspresikan amarah langsung. caranya adalah mengajak orang tersebut untuk berkomunikasi secara rasional atau berdiskusi dengannya. Cara ini akan mengurangi luapan atau ledakan emosi yang dapat mengarah pada tindakan kekerasaan

Kedua, supresi, yakni menggantikan amarah dengan sikap-sikap asertif terhadap orang tersebut. Tindakan berjiwa besar ini akan melatih kedewasaan dalam menghadapi suatu permasalahan secara objektif. Mungkin saja Anda marah dengan sikap orang itu akan tetapi bukan dengan membenci orang tersebut secara keseluruhan. Belajarlah memaafkan orang lain. Tindakan supresi berbeda dengan represi, yakni diam saja atau melupakan kemarahan Anda itu, tindakan represi dapat memunculkan passive approach, seperti memusuhinya.


Beberapa kerugian amarah bila menjadi suatu kebiasaan;

- Gangguan kesehatan seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, serangan jantung dsb
- Stres dan depresi

- Kesulitan dalam mengambil keputusan
- Mudah panik, kalap, gelap mata ketika menghadapi masalah
- Mudah terprovokasi pada tindakan kekerasaan
- Kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain
- Sedikit mempunyai teman

- Gangguan karakteristik lainnya seperti egoistik

- Pelanggaran norma, beberapa negara, ekspresi amarah secara berlebihan dapat ditangkap dan dipenjara sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan

- Menipisnya kecerdasan emosional, seperti empati, asertif dan kepedulian terhadap orang lain.

- Dapat terjadi penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol sebagai cara untuk meredakan amarahnya.

 

 

Ketika kemarahan mulai memuncak

Cepat kendalikan pikiran, berpikirlah secepatnya bahwa tidak dibutuhkan tindakan militer untuk menyelesaikan masalah kecil seperti ini dengannya.
Lakukan self-talk bahwa Anda dapat mengendalikan situasi ini, tenangkan diri
Menjauhlah darinya untuk beberapa saat, seperti berjalan berkeliling, sampai amarah mereda baik keduanya
Ingatlah baik-baik, perlakukan orang lain sebaiknya seperti Anda ingin diperlakukan orang pula
Bila terjadi kesalahan pahaman dan tidak dapat diselesaikan, setujulah dengan pendapatnya lalu tinggalkannya untukm menghindari terjadi tindakan agresif [PD/Ayed]

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184