Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Konsultasi Remaja

Temukan solusi permasalahan Anda pada website pikirdong! Kirimkan permasalahan Anda melalui email ke alamat kami konsultasi@pikirdong.org berserta biodata Anda seperlunya. Pikirdong! memberikan alternatif solusi masalah Anda menjadi lebih mudah. Klik disini untuk konsultasi psikologi

 
     
 

Apakah Aku Jatuh Cinta?


Konsultasi Remaja | 07/2009 | Konsultasi Remaja | Halaman depan

 

Hallo Mba...
Qu siswi d slah satu SMU, sekarang Qu kelas 3. Qu punya seorang sahabat laki-laki. Kami sudah cukup dekat, bahkan terkadang aQ dapat merasakan apa yang dia rasakan. Beriringnya waktu, ada perasaan lain yang aQ rasakan. Akhir-akhir nie, aQ sering kangen dia, Cari perhatian dia, terus terkadang juga marah kalo dia lupa ma aQ.temen-temen Qu bilang kalo aQ suka dia. Tapi aQ yakin kalo semua itu hanya rasa sayang aQ sebagai sahabat dia. aQ khawatir perasaan ini berlebihan dan dan berubah menjadi rasa cinta. aQ khawatir merusak rasa itu merusak persahabatan kami. Pernah aQ mencoba untuk menjauhi dia, tapi tidak bisa.... yang ingin aQ tnyakan, apa yang harus aQ lakukan?


Pelajar (17) - Ciputat


 

Dear Dhia,Ada pepatah Jawa “Witing tresna jalaran saka kulina”, yang terjemahan
bebasnya: cinta tumbuh karena terbiasa berdekatan. Menurut teori dalam psikologi
sosial, daya tarik memang bisa tumbuh karena interaksi yang sering. Tampaknya itulah
yang terjadi pada dirimu... Indikatornya jelas sekali: selalu ingin bertemu, ingin
diperhatikan… Itu wajar aja kok, ngga usah panik, hehe… Yang diperlukan adalah
keberanian untuk jujur pada diri sendiri, mengakui perasaan yang ada di hati…
Menyangkal juga ngga ada gunanya, malah bikin tersiksa. Dhia juga perlu menyelidiki,
gimana perasaan sahabat laki-lakimu itu padamu. Apakah dia juga punya rasa tertarik
yang sama atau tidak. Kalau doi ga punya perasaan khusus pada Dhia selain sebagai
sahabat aja, yaa Dhia harus berlapang dada, siap-siap menjaga jarak supaya ngga
makin tersiksa. Tetapi gimana kalau dia juga merasakan “something different”? hehe…
Terserah kalian berdua sih… mau mencoba menjalin


hubungan yang lebih khusus atau tidak. Masing-masing ada konsekuensinya. Tetap
bersahabat tanpa saling “memagari” memang baik, tetapi harus siap mental dengan
segala kondisi, artinya satu sama lain tidak punya hak untuk menuntut lebih, bahkan
juga harus rela kalau doi menjalin khusus dengan orang lain. Sebaliknya kalau
kalian memutuskan menjalin hubungan yang lebih spesial, ya ada konsekuensinya juga
karena itu berarti ada komitmen yang lebih dari persahabatan biasa. Ok, Dhia… good
luck!.

_______

 


 

Konsultasi ini di asuh oleh:

Falasifatul Falah | Biodata

 

Falasifatul Falah adalah dosen Fakultas Psikologi Unissula. Lulusan S2 Flinders University of South Australia, beliau mengasuh konsultasi remaja di website Pikirdong, disamping itu juga mengasuh konsultasi di beberapa harian nasional.

 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184