|
Assalammualaikum
Mbak, saya pria umur 25 thn menikah, saya memiliki istri umur 26 thn dan 2 orang
anak pertama putri 4thn dan putra 1thn, saya pengen konsultasi kehidupan saya
pernikahan kami berjalan 5 thn tapi 2 thn belakangan istri saya sering lepas
kontrol dan gampang emosi, dan terkadang kami ribut dan memancing emosi saya,
apa karena dia terlalu capek mengurus kedua anak kami, oh ya kami ada pembantu
yg membantu istri saya, mbak saya butuh solusi yg tepat untuk mensupport istri
saya agar kehidupan rumah tangga kami bahagia, terima kasih, wassalam.
Swasta - Bandung
Hallo...
Pada dasarnya mengurus anak merupakan hal yang menyenangkan
untuk dilakukan oleh kedua pasangan yang menikah, meskipun dalam beberapa waktu
tertentu dibutuhkan tenaga ekstra seperti pemenuhan susu ditengah malam,
menggantikan popok, dan mendiamkan anak bila rewel. Pekerjaan-pekerjaan seperti
ini akan menguras energi di pagi harinya dan hal ini dilakukan secara terus
menerus selama usia anak masih bayi. Oleh karenanya berapa pun biaya untuk
menggantikan perawatan yang dilakukan oleh seorang istri (ibu) tidaklah cukup
dihargai dengan materi semata.
Kelelahan mental dapat menjadi salah satu faktor yang dapat
menjadikannya seorang pemarah, hal ini bukanlah disebabkan karena pekerjaan
merawat anak-anaknya, melainkan pada hubungan (komunikasi) Anda berdua dengan
istri. Mungkin saja disebabkan oleh kurangnya perhatian yang Anda berikan ketika
ia sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut dalam merawat kedua
anaknya itu.
Cobalah beberapa tips dibawah ini;
1) Lakukan pekerjaan-pekerjaan yang dapat Anda lakukan
sendiri menyangkut hal-hal dalam merawat anak, misalnya saja membuat susu,
mintalah istri Anda untuk tetap ditempat bersama anak, lakukanlah dengan tulus.
2) Lakukanlah beberapa pekerjaan secara bersama, dengan
demikian Anda akan belajar banyak hal, selain itu akan menumbuhkan empati
bagaimana pekerjaan-pekerjaan istri yang rutinitas dilakukan oleh istri tanpa
pamrih apapun. Berikan pujian dan kasih sayang kepadanya dengan
pekerjaan-pekerjaannya itu.
3) Hampir semua wanita (ibu) tidak mengharapkan apapun
dengan pekerjaan-pekerjaan rumahtangga yang lakoninya, hampir semua pekerjaan
itu telah menyita banyak waktu untuk dirinya sendiri, menguras banyak energi, -kesemuanya
itu dapat di obati dengan penghargaan dan pujian kepada istri.
4) Berikan waktu untuk istri untuk mengungkapkan
masalah-masalah yang dihadapinya, jangan membantah, jangan menyelutuk, jangan
memberikan solusi, dengarkan saja. Arahkan pembicaraan pada solusi masalah dan
biarkan ia mengambil keputusannya sendiri.
5) Sediakan waktu secara bersama-sama dengan anggota
keluarga baik direncanakan ataupun tidak.
Semoga dapat membantu.
_______
Baca juga:
02/2009
Bila Suami Marah-marah Terus
10/2004 Istri Pemarah
|