|
Istri saya
sangat mudah emosi terhadap yang tidak mengenakan dirinya. Hampir pada semua
kegiatan yang bermasalah pasti dia emosi. Dan bila emosinya memuncak dan sedikit
ada hubungan dengan ibu saya (mertua), emosi akan dipindahkan kepada ibu saya,
emosi tidak terkendali pada sisi kata-katanya ...semua kata-kata baik, kotor,
menyadur Al Qur'an dan hadist untuk meyakinkan bahwa emosinya itu benar dan
selang bersama waktu berangsur-angsur turun dan biasa, tetapi pada saat emosi
bila ada orang lain. Contoh pembantu RT kami datang, kata-katanya halus atau ada
telepon masuk dari teman yang tidak bermasalah kata-katanya halus menyejukan
hati, tetapi setelah itu, ia akan emosi lagi, apa lagi ada hubungannya dengan
saya dan ibu saya, dan bila terusik lagi emosi berlipat kadarnya. Bagaimana cara
mengendalikannya. Saat ini saya hanya diam dan membiarkan berlalu bersama waktu
dan beristighfar.
DR - ??
Munculnya amarah selalu disebabkan oleh alasan tertentu, akan tetapi sangat
jarang alasan tersebut dapat dibenarkan sebagai alasan untuk bersikap marah.
Saya sangat kagum dengan kesabaran Anda dalam menghadapi kemarahan istri Anda.
Ada beberapa hal yang saya ingin katakan sebelum memasuki pembahasan
permasalahan Anda.
Pertama, saya berkesimpulan bahwa ibu Anda menetap bersama istri Anda dalam satu
rumah. Saya tidak menyalahkan tindakan Anda ini, pada dasarnya Islam tidak
mengenal dengan istilah keluarga inti (terdiri dari ayah, ibu dan anak saja).
Islam mengajarkan kita untuk berbakti kepada orang tua kita. Terpenting, Islam
mengajarkan kita untuk bersilahturahmi mempererat persaudaraan antar sesama
muslim. Intinya adalah berbuat baik kepada setiap orang.
Kedua, Al Quran dan Hadist merupakan sumber hukum positif dan tentunya akan
tersirat sikap dan perilaku yang positif pula maka hal yang mustahil bila unsur
negatif tersirat secara langsung atau tidak langsung di dalamnya. Amarah tidak
dibenarkan karena dampak yang muncul adalah negatif. Maka tidak mungkin Al Quran
dan Hadist dapat digunakan sebagai alasan tepat untuk membenarkan kemarahan
istri Anda.
Ketika marah berlangsung amigdala dalam otak manusia melepaskan beberapa hormon
sebagai pemicu stres, seperti CRF (corticotrophin-releasing factor) dan kartisol.
Akibatnya terjadi penumpukan kartisol pada aliran darah, hal inilah yang
menyebabkan orang akan sulit berpikir secara rasional ketika marah. Aliran darah
yang seharusnya mengalir ke kognitif otak menjadi terhambat. Penumpukan kartisol
tersebut tidak berangsur hilang ketika amarah telah reda tetapi mengendap
beberapa saat dalam darah. Ketika permasalahan lain muncul, tubuh kembali
memproduksi kartisol sehingga terus terjadi penumpukan kartisol sehingga masalah
sepele pun dapat menjadi pencetus ledakan emosi. Hal inilah yang dialami oleh
istri Anda.
Adapun sebaiknya adalah menemukan penyebab hal-hal sebagai stimulus (pemicu)
yang menyebabkan istri Anda marah tanpa alasan dengan jelas. Komunikasikan
masalah ini dengannya pada waktu yang tepat. Pilihlah waktu ketika suasana
hatinya terlihat tenang.
Beberapa hal yang perlu Anda ketahui:
1. Hampir keseluruhan waktu istri menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan
semua pekerjaan rumah tangga baik setengahnya ataupun secara keseluruhan, maka;
―berikanlah penghargaan kepada dirinya atas semua yang dilakukannya dan
berikanlah pujian kepadanya.
2. Sangat jarang pria setelah menikah melakukan hal-hal seperti yang mereka
lakukan ketika masa berpacaran seiring dengan kesibukan pekerjaan, mengurus
keluarga. Berikanlah pujian terhadap dirinya, mulailah dengan memuji tubuhnya,
katakan bahwa Anda sangat mencintainya.
3. Komunikasikan setiap masalah yang muncul, biasanya wanita akan berbicara
sesuatu sebelum pada pokok permasalahan, oleh pria menganggapnya adalah hal yang
tidak begitu penting untuk dibicarakan, akan tetapi sebenarnya wanita hanya
ingin didengarkan saja. Bila pria dapat menanggapi permasalahan tersebut dengan
sabar untuk mendengarkan (saja), maka wanita secara perlahan menemukan
kenyamanan untuk mengungkapkan permasalahan yang sedang dihadapinya.
4. Karakteristik merupakan salah satu penentu dari perilaku yang muncul,
beberapa konselor dari Amerika sangat menekan pentingnya karakter seseorang
dalam meningkatkan hubungan personal yang lebih baik. Ada beberapa orang yang
memang karakternya sangat susah untuk diubah, ini bisa saja disebabkan oleh masa
lalu dimana ia dibesarkan dalam keluarga, akan tetapi bila ia mempunyai minat
dan atensi terhadap perubahan perilaku maka akan mudah untuk mengubahnya.
5. Amarah dapat menjurus pada tingkat verbal aggression atau bahkan penyerangan
secara fisik. Bila individu tidak dapat mengontrol emosinya, sehingga ia
melakukan penyerangan baik lisan atau fisik setiap kali ia marah, pada tahap ini
maka individu tersebut diharuskan mengikuti konseling secara teratur
|