Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Konsultasi Psikologi

Temukan solusi permasalahan Anda pada website pikirdong! Kirimkan permasalahan Anda melalui email ke alamat kami konsultasi@pikirdong.org berserta biodata Anda seperlunya. Pikirdong! memberikan alternatif solusi masalah Anda menjadi lebih mudah. Klik disini untuk konsultasi psikologi

 
     
 

Trauma Pacaran karena Masa Lalu


Konsultasi Cinta | 01/2006 | Konsultasi Psikologi | Halaman depan

 

Saya mahasiswi tingkat akhir, selama ini saya belum pernah punya pacar. Sebenarnya banyak yang mendekati tapi saya selalu ragu dan takut untuk lebih dekat dengan seseorang. Sulit buat saya mempercayai pria. Orangtua saya sudah lama berpisah (sejak saya berusia 5 tahun), tetapi mereka tidak bercerai. Saya mempunyai pandangan bahwa pria tidak bertanggung jawab seperti ayah saya yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarga. Selain itu semasa di bangku SMU saya pernah dilecehkan oleh saudara dekat saya. Apa yang ibu saya dan wanita-wanita di lingkungan saya (tante yang dikhianati suami dsb) alami membuat saya sulit mempercayai pria. Padahal di satu sisi saya ingin memiliki seorang kekasih. 4 tahun yang lalu saya dekat dengan teman kampus saya, dia pernah menyatakan cintanya namun saya tolak karena rasa ketidakpercayaan tadi, namun kami masih dekat, dan perasaan sayang saya semakin lama semakin besar. Tapi lama-kelamaan kami menjadi jauh, dan ternyata dia sudah punya pacar. Hancur rasanya, disaat saya mulai belajar mempercayai ternyata dia berpaling. Dua tahun berlalu setelah dia berpisah dengan pacarnya, dia kembali mendekati saya, katanya tindakannya meninggalkan saya adalah suatu kesalahan dan dia ingin kembali dengan saya. Saya jadi bingung, disatu sisi saya masih menyayanginya (dia bisa membuat saya merasa nyaman) namun disisi lain saya sudah terlanjur tidak percaya. Saya ingin keluar dari pandangan ini, tapi sulit buat saya. Apalagi jika terkenang pengalaman dimasa lalu

T - Palembang


 

Saya merasa kagum dengan Anda yang menyadari bahwa prinsip-prinsip Anda selama ini adalah tidak benar sehingga menjadi dilematis bagi Anda. Pada suatu ketika Anda ingin mempunyai pacar sedangkan di sisi lain Anda sulit mempercayai pria yang mendekati Anda. Lalu Anda memberanikan diri untuk konsultasi.

Banyak orang membentuk suatu image yang tidak sehat terhadap cara berpikirnya ketika mengalami masa-masa trauma putus cinta sehingga menganggap bahwa setiap pria adalah sama, sulit untuk dipercayai. Masalahnya sebenarnya adalah pada diri Anda sendiri, tanpa bermaksud menghakimi, saya mempertegas bahwa Anda tidak perlu laki-laki untuk belajar mempercayai kesetiaan, cinta kasih dan sebagainya, melainkan bahwa diri Anda sendirilah yang mempelajarinya.

Faktor utama yang sering menjadi masalah adalah faktor karakteristik yang buruk sehingga sangat sulit melakukan perbaikan-perbaikan diri ke arah yang lebih positif untuk memperbaiki kondisi hubungan antar pasangan tersebut, maka Anda jangan memberi kesempatan sekali pun pada pria untuk merendahkan diri Anda,

Anda membuat sendiri kesan traumatis yang sebenarnya dialami oleh kedua orangtua Anda, seakan-akan menjadi pengalaman pribadi Anda dengan menilai perilaku kedua orangtua Anda. Cinta tidak didasarkan oleh ketertarikan semata, melainkan pada kebutuhan. Saling ketergantungan kebutuhan inilah yang mempererat hubungan itu. Pasangan cinta haruslah menemukan kebutuhan-kebutuhan tersebut dan saling terikat untuk memenuhi setiap kebutuhan yang terdapat pada pasangannya, misalnya perhatian, kasih sayang, tanggungjawab, dukungan, komitmen, komunikasi dan sebagainya. Bila kebutuhan tersebut terpenuhi maka kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenal kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri terlebih dahulu, jadi bukan dengan menimbulkan kepercayaan pada pria dengan atau seperti menutup mata lalu Anda menerima pria dengan rasa percaya diri Anda kepadanya. Ketakutan yang Anda rasakan saat ini bukanlah hal yang jelek, melainkan dapat membuat Anda lebih waspada, Anda bisa belajar kebutuhan-kebutuhan tersebut pada pengalaman pada orangtua Anda. Inilah yang disebut dengan Relationship Mistake List. Anda dapat menghubungkan daftar tersebut dengan kebutuhan-kebutuhan pada Anda.

Kedua, Anda harus mengenal muatan-muatan emosi negatif yang dapat merusak hubungan Anda dimasa seakarang dan dimasa mendatang lalu mengubahnya menjadi energi positif. Tahap penyembuhan emosional ini biasanya membutuhkan waktu yang lama dan sangat tergantung karakter individu tersebut.

Hal ketiga adalah dengan membuka diri dengan penerimaan pasangan yang tulus. Ini bukan berarti bahwa Anda hanya menerima pasangan Anda dengan apa adanya, cinta merupakan pembelajaran kedua pasangan. Inilah yang saya sebut di awal tadi, karakteristik yang buruk pada orang tertentu menganggap cinta tidak perlu dipelajari lagi! Banyak pasangan sering berkonsultasi selalu mengeluh bahwa mereka menemukan pasangannya yang labil, egois, berselingkuh, kurang peka dan sebagainya. Mereka tidak pernah belajar untuk mengenal kebutuhan pasangannya atau memperbaiki sikap dan perilakunya.

Suatu ketika orang yang sangat Anda sayangi, menjauhi Anda dan beberapa waktu kemudian ia kembali lagi dan mengatakan bahwa ia telah melakukan kesalahan karena melupakan Anda? Kesalahan apa? Apakah Anda tahu kesalahan yang dilakukannya terhadap mantan pacarnya dahulu hingga ia memutuskan untuk kembali kepada Anda? Apakah Anda menginginkan ia kembali kepada Anda? ataukah Anda hanya menginginkan seseorang laki-laki yang mengisi hari-hari sepi Anda? Apakah ia benar-benar memenuhi kriteria kebutuhan-kebutuhan cinta Anda?

Menurut saya, Anda terlalu cepat untuk menerimanya kembali, saya pikir Anda membutuhkan 6 sampai 1 tahun untuk penyembuhan emosional Anda, atau waktu untuk tercepat adalah 3 bulan. Saya pikir ini bukanlah waktu yang lama, waktu tersebut dapat menjadikan Anda lebih selektif dalam menilai perilaku dirinya. Tujuannya adalah agar Anda dapat mencermati pada awal-awal suatu hubungan untuk memastikan hubungan Anda tidak akan berakhir nantinya yang disebabkan karena pasangan yang tidak tepat atau disebabkan oleh karakteristik yang menyebabkan muncul masalah-masalah dalam suatu hubungan (fatal flaws). Selain itu, jarak waktu tersebut dapat Anda gunakan untuk penyembuhan emosional Anda.

 

 


 

Konsultasi ini di asuh oleh:

Sayed Muhammad | Biodata

 

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan dan desain grafis majalah lokal.

 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184