Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Konsultasi Psikologi

Temukan solusi permasalahan Anda pada website pikirdong! Kirimkan permasalahan Anda melalui email ke alamat kami konsultasi@pikirdong.org berserta biodata Anda seperlunya. Pikirdong! memberikan alternatif solusi masalah Anda menjadi lebih mudah. Klik disini untuk konsultasi psikologi

 
     
 

Terjebak Perilaku Seksual dengan Pacar yang Tidak Dicintai


Konsultasi Cinta | 12/2007 | Konsultasi Psikologi | Halaman depan

 

Bapak ibu yang saya hormati, saya punya masalah yang membuat saya stress. Saya mempunyai pacar yang sedang kuliah sebut saja PD. Saya juga sedang kuliah semester akhir di sebuah PT di jateng. Saya dan pacar saya kuliah di kota yang berbeda. Masalahnya saya dan pacar saya dulu sudah melakukan hal yang dilarang agama walaupun kami belum sampai melakukan hubungan seks. Kami melakukan itu atas dasar suka sama suka. Tapi yang lebih sering yang minta begituan dulu pacar saya. Saya sekarang ingin bertaubat dan bersumpah untuk tidak akan melakukan hal itu lagi. Saya berusaha menghindar jika saya di suruh main ke rumahnya karena peluang untuk melakukan hal kaya gitu besar banget soalnya ortu pacar saya sama-sama bekerja. Masalahnya sekarang saya sedang jatuh cinta lagi dengan teman kuliah saya sebut saja TML. Kami merasa sama-sama saling mencintai. Saya sering berkhayal andaikan TML menjadi pacar saya dan kami bisa sampai menikah alangkah indahnya hidup ini. Saya sampai stress menghadapi masalah ini sampai-sampai kuliah saya amburadul karena masalah ini. Saya ingin sekali putus dengan pacar saya (PD) karena saya merasa banyak sekali perbedaan yang sepertinya tidak bisa di satukan. Kadang saya merasa orang yang paling bodoh di dunia. Sebenarnya saya tidak mencintai PD. Dulu kenapa saya bisa berpacaran PD karena dulu saya lagi terpuruk nilai akademis saya dan saya ingin ada seseorang yang bisa memberi semangat pada saya. Bukannya solusi yang saya dapatkan malah menambah masalah baru dalam hidup saya. Masalahnya saya pernah berkonsultasi dengan orang yang mengerti hukum bahwa tindakan saya dan pacar saya yang sudah melanggar norma agama ini dapat juga di kenakan pelanggaran hukum. Walaupun saya dan pacar saya melakukan atas dasar suka sama suka dan yang meminta untuk melakukan hal kaya gituan lebih banyak pacar saya duluan. Saya takut jika saya putus dengan pacar saya (PD), pacar saya akan membongkar aib ini dan di teruskan kepada pihak yang berwajib. Jika hal itu sampai benar benar dilaporkan kepada pihak yang berwajib maka saya takut jika saya malah yang di jadikan tersangka walaupun pacar saya yang lebih banyak meminta hal kaya gituan dan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Terus terang pacar saya tidak mengerti jika hal yang kaya gituan bisa di kategorikan pelanggaran hukum. Saya sengaja tidak memberi tahu hal tersebut kepada pacar saya. Oh ya perlu bapak ibu ketahui usia saya dan pacar saya terpaut 3 tahun. Saya dan pacar saya berkenalan tidak sengaja dan kamipun jadian dalam waktu yang sangat singkat. Saya merasa sangat menyesal kenapa hal ini bisa menimpa saya. Saya sering berkhayal andaikan saya tidak kenal dengan pacar saya mungkin saya tidak akan mengalami hal ini. Oh ya bapak ibu saya dulu awal-awal kuliah pernah terserang penyakit schizophrenia dan hal ini pula yang menyebabkan saya sekarang berada pada masalah ini. Bapak ibu yang saya hormati tolong beri saran dan solusi untuk masalah yang saya hadapi ini soalnya saya bingung mau curhat ke siapa, ke ortu jelas tidak mungkin dan jika saya cerita ke ortu, ortu pasti akan shock mendapati saya seperti ini, ke teman justru akan membuka aib saya semakin terbuka. Karena masalah ini pula hari hari saya selalu dilanda ketakutan jika pacar saya mengadukan masalah ini kepada pihak yang berwajib walaupun pacar saya tidak mengerti jika perbuatan yang kami lakukan dahulu bisa masuk pelanggaran hukum dan sering pacar saya yang memaksa untuk melakukan itu duluan walaupun kami tidak sampai melakukan hubungan seks. Sekarang saya ingin hidup tenang dan ingin mempunyai pacar yang kami saling mencintai untuk bisa sampai ke jenjang pernikahan. Demikianlah masalah yang saya hadapi. Saya sangat mengharapkan saran maupun masukan dari bapak ibu. Saya berjanji untuk tidak akan melakukan hal itu lagi dan saya bersumpah untuk tidak terjerumus ke hal negatif itu lagi. Sekian dan terima kasih

Mahasiswa - Purworejo

 

Halo Dear,

Ada beberapa hal yang saya dapat tangkap dari permasalahan yang Anda sampaikan;
1) Anda terjebak dalam perilaku seksual dengan PD dan merasa terancam bila kelak Anda memutuskannya maka ia akan melaporkan ke polisi. Menurut saya PD tidak dapat menjerat Anda dengan hukum, kecuali PD berusia dibawah 16 tahun tentang pencabulan dan atau kekerasaan seksual terhadap anak dibawah umur. Saat ini usia PD berkisar 19 tahun maka saya pikir dengan batas usia tersebut haruslah dirinya sendiri dapat bertanggung jawab terhadap pengambilan semua keputusan baik-buruk akan menjadi tanggung jawab dirinya sendiri. Namun akan lain halnya bila Anda sendiri pernah menjanjikan PD untuk menikah suatu saat nanti, maka bila terdapat bukti-bukti yang kuat maka Anda dapat dijerat dengan pasal-pasal penipuan.

2) Di lain waktu Anda jatuh cinta dengan teman kuliah TML karena sesungguhnya Anda merasa tidak mencintai PD. Dalam beberapa artikel yang saya tulis dalam website ini, saya menentang pengkondisian yang disengaja, "ketidaksadaran" pria saat melakukan aktivitas seksual dengan pasangannya; khilaf, tanpa sadar, dibawah pengaruh dorongan seksual dan sebagainya manjadi dalih pria melakukan hubungan seksual secara terpaksa atau bahkan sebaliknya. Anda tidak mungkin melakukan aktivitas tersebut dengan alasan bahwa "terpaksa". Apalagi Anda mengatakan bahwa melakukannya atas dasar suka sama suka. Nyatanya Anda terlibat dalam aktivitas seksual dengan PD. Artinya, Anda juga menikmati dan mendapat kepuasan dari aktivitas tersebut.

Bila Anda merasa "terpaksa" melakukan aktivitas seksual dengannya, dibutuhkan keberanian dan ketegasan untuk menolaknya, aktivitas seksual yang Anda lakukan tidaklah sehat untuk membina sebuah hubungan cinta yang berakibat pada hubungan (keterikatan) berdasarkan seksual semata. Keterikatan fisik tidaklah cukup tanpa di iringi dengan keterikatan emosional. Aktivitas seksual bersama pasangan seharusnya berdasarkan pada keinginan kedua belah pihak, sehingga pasangan dapat menikmatinya tanpa ada perasaan bersalah apalagi adanya keterpaksaan seperti yang Anda ceritakan.

3) Anda mengatakan bahwa banyak sekali perbedaan-perbedaan diantara Anda berdua dan berniat untuk memutuskannya. Alasan ketidakcocokan sering sekali digunakan sebagai alasan kuat untuk memutuskan hubungan karenanya adanya perbedaan-perbedaan tersebut. Sebagai pasangan cinta, seharusnya kita dapat membedakan antara perbedaan-perbedaan unik untuk saling menghargai dan saling mendukung diantara kedua pasangan. Hal ini justru akan menguatkan hubungan tersebut. Banyak hal yang cocok pun tidak akan menjamin kuatnya sebuah hubungan tanpa diiringi dengan pemenuhan kebutuhan "mendengarkan" dari pasangan cinta. .

Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan pacar Anda
1. Memutuskan hubungan cinta merupakan pilihan yang dapat dilakukan oleh salah satu pihak atau keduanya bila hubungan tersebut telah sampai pada titik jenuh dengan alasan bahwa tidak terjadi lagi komunikasi diantara kedua belah pihak atau tidak adanya lagi pemenuhan kebutuhan antar pasangan seperti; kasih sayang, perhatian, romantisme, pengertian dan kepedulian.

2. Hubungan yang disertai kekerasan baik secara fisik maupun verbal, termasuk di dalamnya mengancam, memaki, penyerangan karakter (bukan perilaku), memecahkan barang dan sebaginya.

3. Hubungan yang berdasarkan pada oriented personal only, misalnya egosentris, narsisistik berlebihan, perfeksionis yang mengatur orang lain untuk berperilaku yang sama pula, over protecting yang tidak beralasan dan sebagainya.

4. Fatal flaws yang tidak dapat diperbaiki lagi dan telah menjadi bagian perilaku sehari-hari. Karakter yang buruk dimana personal tidak merasa bersalah dan introspeksi diri terhadap karakternya dalam perilaku kesehariannya, misalnya pemarah, pemalas secara emosional, pendiam.

 

 

 

Konsultasi ini di asuh oleh:

Sayed Muhammad | Biodata

 

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan dan desain grafis majalah lokal.

 
 
  <
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184