|
Saya merasa
diperhatikan orang terus, sangat pemalu dan sangat pendiam, setelah saya cari2
tentang penyakitku ternyata gejalanya sama dengan fobia sosial dan depresi akut.
Aku habiskan waktuku mengurung dikamar, tolong gimana cara mengatasinya karena
saya sangat menderita, makasih
Mahasiswa - Blitar
Hi Dear,
Terlalu dini untuk mengatakan apakah Anda menderita
fobia sosial atau tidak
dengan ciri-ciri yang Anda berikan. Fobia sosial termasuk dalam gangguan
ansietas fobik, gangguan ini ditandai dengan munculnya
kecemasan (anxiety)
yang dicetuskan oleh adanya situasi atau obyek yang jelas dari luar individu itu
sendiri yang sebenarnya tidak membahayakan.
Ansietas fobik sering kali muncul bersamaan dengan
depresi dan ada kalanya
disertai serangan panik
baik ringan maupun berat. Pada penderita ansietas fobik ini dapat bertambah
buruk kondisinya dengan seiring bertambahnya stressor yang terjadi pada individu
tersebut bertambah. Gejala-gejala gangguan ini hampir mirip dengan
agoraphobia atau fobia
khas. Kemunculan gangguan ini di awali dengan cetusan kecemasan awal sampai atau
lebih dari 1 bulan.
Perlu dipisahkan adalah intesitas kecemasan haruslah terbatas, tidak menyeluruh,
artinya munculnya rasa cemas tersebut pada situasi dan kondisi sosial tertentu
yang membedakan antara agoraphobia, fobia sosial dan
fobia khas. Maka dengan
ciri yang Anda berikan sangat sulit untuk menentukan ganggaun yang Anda alami.
Saya menyarankan konsultasikan hal ini pada konselor di kota Anda secara
langsung. Ikuti terapi kognitif-perilaku yang mungkin akan disarankan oleh
psikolog.
Beberapa saran saya yang mungkin dapat dilakukan untuk sementara waktu, tapi
ingatlah konseling secara langsung akan lebih efektif untuk mengatasi gangguan
ini sangat diperlukan;
1) Ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda dengan pikiran positif setiap kali rasa
cemas muncul, mudah saja lawanlah rasa cemas itu dengan perasaan senang, baik
melalui ucapan, pikiran atau dengan perilaku. Biasanya ini dilakukan pada terapi
kognitif dengan mengintervensi rasa percaya yang salah dengan hal-hal yang lebih
baik (supportive)
2) Relaksasi otot
3) Hiperventilasi pernafasan yang teratur
|