|
Salam kenal
Kak Riza,
Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan cowok usia 29th. Awalnya saya
sudah mengenalnya lama sekali kira2 8thn yg lalu. Waktu itu dia pernah menjalin
hubungan dengan adik saya yang sekarang usianya 22th. Saat itu adik saya yang
memulai lebih dulu meskipun adik saya sebenarnya tahu kalo cowok ini sebenarnya
suka dengan saya dan dia terpaksa jalan dengan adik saya karena adik saya yang
terus mendesaknya. Selain itu juga dia tidak pernah menyatakan perasaannya
karena waktu itu saya sudah menjalin hubungan dengan cowok lain. Setelah
berjalan kurang lebih 1.5thn, karena merasa tidak cocok dan memang tidak ada
perasaan terhadap adik saya, akhirnya dia meninggalkan adik saya begitu saja.
Sejak itu saya tidak pernah bertemu dengan dia. Tahun 2007 kemarin secara
kebetulan adik saya bertemu dia kembali dan akhirnya saya kembali kontak dia.
Awalnya saya kontak dia karena hanya sekedar ingin tahu apakah perasaaannya yang
dulu masih tetap sama terhadap saya. Selain itu juga saya ingin balas dendam
atas perlakuannya terhadap adik saya. Saya ingin permainkan dia. Akhirnya saya
jadian dengan maksud tersebut. Saya merasa tertantang untuk jalan dengannya
karena dia cowok yang kaku tidak romantis. Awalnya saya hanya iseng tapi lama
kelamaan saya menjadi suka. Setelah berjalan kurang lebih 0.5 thn saya
mengetahui sendiri kalo dia pernah menjalin hubungan dengan cewek (x) sudah
bersuami dan punya 3 anak usia nya 34thn. Saat tahu saya marah sekali karena
mereka masih sering sms ato telp, sehingga dia jarang datang ke rumah dan sering
marah tanpa alasan yg jelas. Lalu saya meminta penjelasan dari dia kenapa dia
tidak pernah cerita. Andai saja saya tahu dari awal saya tidak akan mau menjalin
hubungan dengan dia. Semenjak saya mengetahui semuanya, dia berubah total,
sikapnya ke saya jauh berbeda pada saat saya belum tahu semuanya. Sekarang sudah
4.5 bln setiap hari menunjukkan sayangnya terhadap saya. Yang saya rasakan
sekarang adalah sikap sayangnya terhadap saya sama seperti 8thn yang silam hanya
saya bingung sendiri apakah saya tetap melanjutkan atau mengakhirinya? Karena
saya tidak bisa menerima dia dengan masa lalu seperti itu. Terlalu kotor untuk
saya pikirkan, meskipun saya tidak tahu sejauh apa hubungannya dengan si x.
Sebetulnya bila tidak memandang masa lalu tersebut hubungan saya dengan dia
tidak ada masalah. Sejauh ini saya melihat bila kami bertengkar pasti
berhubungan dengan si x meskipun sejak sikapnya terhadap saya berubah, si x
memang sudah tidak pernah kontak lagi dengan cowok saya. Saya betul2 bingung
harus mempertahankan ato mengakhirinya? Mohon bantuan Kak Riza. Thanks banyak
Pegawai - Lebak
Hi Dear,
Mohon maaf Kak Riza belum dapat membalas konsultasi ini berhubung kesibukan
beliau dalam kerja.
Membaca konsultasi secara keseluruhan dan pertanyaan Anda yang terakhir, dengan
sangat meragukan Anda bertanya mempertahankan atau mengakhiri hubungan Anda
dengannya maka dengan sejujurnya saya mengatakan bahwa Anda telah terlibat
hubungan emosional dengannya, padahal pada awalnya Anda hanya bermaksud iseng
saja dengan dirinya.
Anda telah menciptakan rongga-rongga dalam diri Anda suatu saat nantinya akan
menyakiti diri Anda sendiri. Pada individu tertentu kadang perasaan-perasaan
menyedihkan, kekecewaan dalam waktu yang lama, rasa sepi (loneliness), merasakan
dirinya sebagai orang paling malang yang perlu dikasihani akan sangat menikmati
suasana emosinya itu dan akan terus mengulang muatan-muatan emosi tersebut
sebagai suatu perbuatan yang menyenangkan. Istilah dalam pengkondisian seperti
ini sering disebut sebagai honeymoon.
Anda bingung untuk mengambil keputusan mempertahankan atau memutuskan hubungan
dengan pacar Anda, bukankah Anda sudah jelas berkomitmen sekedar untuk membalas
perlakuan terhadap adik Anda? Tapi justru Anda mulai jatuh cinta kepadanya! Anda
menciptakan perasaan-perasaan itu dalam diri Anda sendiri, ketergantungaan
emosional yang telah mengikat Anda, dengan kata lain Anda telah menyayanginya.
Dalam kasus Anda ini, saya pikir masalahnya terdapat dalam diri Anda sendiri,
apakah Anda akan mengorbankan perasaan-perasaan tersebut? Apakah Anda
berkecenderungan untuk menikmati honeymoon terhadap perasaan kekecewaan Anda
tersebut? Apakah pilihan yang Anda pilih untuk memutuskannya akan memberikan
rasa puas terhadap diri Anda?
Masa lalu pacar Anda yang sempat berhubungan dengan X bukanlah kesalahan yang
dilakukannya, melainkan hanya sebuah perjalanan hidup pacar Anda setelah putus
dengan adik Anda. Apakah kita harus menyalahkan kondisi masa lalunya? Tidaklah
tepat untuk menyalahinya, toh dia telah berusaha untuk melupakan X dan berusaha
memperbaiki hubungan dengan Anda. Artinya ia sudah berusaha untuk menghargai
Anda, pantas atau tidak Andalah menilainya dengan ojektif berdasarkan kesalahan
fatal yang dapat merusak hubungan Anda dengannya di masa mendatang. Terpenting
Anda harus mengubah orientasi pacaran dan cara berpikir Anda terhadap pernikahan,
relationship, hubungan inter dan intrapersonal secara tepat.
|