Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Konsultasi Psikologi

Temukan solusi permasalahan Anda pada website pikirdong! Kirimkan permasalahan Anda melalui email ke alamat kami konsultasi@pikirdong.org berserta biodata Anda seperlunya. Pikirdong! memberikan alternatif solusi masalah Anda menjadi lebih mudah. Klik disini untuk konsultasi psikologi

 
     
 

Terjebak pada Perasaan Sendiri


Konsultasi Cinta | 01/2008 | Konsultasi Psikologi | Halaman depan

 

Salam kenal Kak Riza,
Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan cowok usia 29th. Awalnya saya sudah mengenalnya lama sekali kira2 8thn yg lalu. Waktu itu dia pernah menjalin hubungan dengan adik saya yang sekarang usianya 22th. Saat itu adik saya yang memulai lebih dulu meskipun adik saya sebenarnya tahu kalo cowok ini sebenarnya suka dengan saya dan dia terpaksa jalan dengan adik saya karena adik saya yang terus mendesaknya. Selain itu juga dia tidak pernah menyatakan perasaannya karena waktu itu saya sudah menjalin hubungan dengan cowok lain. Setelah berjalan kurang lebih 1.5thn, karena merasa tidak cocok dan memang tidak ada perasaan terhadap adik saya, akhirnya dia meninggalkan adik saya begitu saja. Sejak itu saya tidak pernah bertemu dengan dia. Tahun 2007 kemarin secara kebetulan adik saya bertemu dia kembali dan akhirnya saya kembali kontak dia. Awalnya saya kontak dia karena hanya sekedar ingin tahu apakah perasaaannya yang dulu masih tetap sama terhadap saya. Selain itu juga saya ingin balas dendam atas perlakuannya terhadap adik saya. Saya ingin permainkan dia. Akhirnya saya jadian dengan maksud tersebut. Saya merasa tertantang untuk jalan dengannya karena dia cowok yang kaku tidak romantis. Awalnya saya hanya iseng tapi lama kelamaan saya menjadi suka. Setelah berjalan kurang lebih 0.5 thn saya mengetahui sendiri kalo dia pernah menjalin hubungan dengan cewek (x) sudah bersuami dan punya 3 anak usia nya 34thn. Saat tahu saya marah sekali karena mereka masih sering sms ato telp, sehingga dia jarang datang ke rumah dan sering marah tanpa alasan yg jelas. Lalu saya meminta penjelasan dari dia kenapa dia tidak pernah cerita. Andai saja saya tahu dari awal saya tidak akan mau menjalin hubungan dengan dia. Semenjak saya mengetahui semuanya, dia berubah total, sikapnya ke saya jauh berbeda pada saat saya belum tahu semuanya. Sekarang sudah 4.5 bln setiap hari menunjukkan sayangnya terhadap saya. Yang saya rasakan sekarang adalah sikap sayangnya terhadap saya sama seperti 8thn yang silam hanya saya bingung sendiri apakah saya tetap melanjutkan atau mengakhirinya? Karena saya tidak bisa menerima dia dengan masa lalu seperti itu. Terlalu kotor untuk saya pikirkan, meskipun saya tidak tahu sejauh apa hubungannya dengan si x. Sebetulnya bila tidak memandang masa lalu tersebut hubungan saya dengan dia tidak ada masalah. Sejauh ini saya melihat bila kami bertengkar pasti berhubungan dengan si x meskipun sejak sikapnya terhadap saya berubah, si x memang sudah tidak pernah kontak lagi dengan cowok saya. Saya betul2 bingung harus mempertahankan ato mengakhirinya? Mohon bantuan Kak Riza. Thanks banyak

Pegawai - Lebak

 

Hi Dear,

Mohon maaf Kak Riza belum dapat membalas konsultasi ini berhubung kesibukan beliau dalam kerja.

Membaca konsultasi secara keseluruhan dan pertanyaan Anda yang terakhir, dengan sangat meragukan Anda bertanya mempertahankan atau mengakhiri hubungan Anda dengannya maka dengan sejujurnya saya mengatakan bahwa Anda telah terlibat hubungan emosional dengannya, padahal pada awalnya Anda hanya bermaksud iseng saja dengan dirinya.

Anda telah menciptakan rongga-rongga dalam diri Anda suatu saat nantinya akan menyakiti diri Anda sendiri. Pada individu tertentu kadang perasaan-perasaan menyedihkan, kekecewaan dalam waktu yang lama, rasa sepi (loneliness), merasakan dirinya sebagai orang paling malang yang perlu dikasihani akan sangat menikmati suasana emosinya itu dan akan terus mengulang muatan-muatan emosi tersebut sebagai suatu perbuatan yang menyenangkan. Istilah dalam pengkondisian seperti ini sering disebut sebagai honeymoon.

Anda bingung untuk mengambil keputusan mempertahankan atau memutuskan hubungan dengan pacar Anda, bukankah Anda sudah jelas berkomitmen sekedar untuk membalas perlakuan terhadap adik Anda? Tapi justru Anda mulai jatuh cinta kepadanya! Anda menciptakan perasaan-perasaan itu dalam diri Anda sendiri, ketergantungaan emosional yang telah mengikat Anda, dengan kata lain Anda telah menyayanginya.

Dalam kasus Anda ini, saya pikir masalahnya terdapat dalam diri Anda sendiri, apakah Anda akan mengorbankan perasaan-perasaan tersebut? Apakah Anda berkecenderungan untuk menikmati honeymoon terhadap perasaan kekecewaan Anda tersebut? Apakah pilihan yang Anda pilih untuk memutuskannya akan memberikan rasa puas terhadap diri Anda?

Masa lalu pacar Anda yang sempat berhubungan dengan X bukanlah kesalahan yang dilakukannya, melainkan hanya sebuah perjalanan hidup pacar Anda setelah putus dengan adik Anda. Apakah kita harus menyalahkan kondisi masa lalunya? Tidaklah tepat untuk menyalahinya, toh dia telah berusaha untuk melupakan X dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Anda. Artinya ia sudah berusaha untuk menghargai Anda, pantas atau tidak Andalah menilainya dengan ojektif berdasarkan kesalahan fatal yang dapat merusak hubungan Anda dengannya di masa mendatang. Terpenting Anda harus mengubah orientasi pacaran dan cara berpikir Anda terhadap pernikahan, relationship, hubungan inter dan intrapersonal secara tepat.

 

 

 

Konsultasi ini di asuh oleh:

Sayed Muhammad | Biodata

 

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan dan desain grafis majalah lokal.

 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184