Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Konsultasi Psikologi

Temukan solusi permasalahan Anda pada website pikirdong! Kirimkan permasalahan Anda melalui email ke alamat kami konsultasi@pikirdong.org berserta biodata Anda seperlunya. Pikirdong! memberikan alternatif solusi masalah Anda menjadi lebih mudah. Klik disini untuk konsultasi psikologi

 
     
 

Cinta Beda Agama


Konsultasi Cinta | 02/2008 | Konsultasi Psikologi | Halaman depan

 

Saya seorang manager di suatu perusahaan terkemuka di Jakarta dan saya memiliki seorang pacar berumur 22 tahun yang juga bekerja di salah satu perusahaan terbesar di asia yang berdomisili di Jakarta. Kami sudah menjalani hubungan kami selama 2 tahun, tapi tanpa sepengetahuan dari orang tua pacar saya. Semua orang sudah mengetahui hubungan saya dengan dia termasuk rekan rekan kerja kami dan juga orang tua saya, dan mereka memberikan tanggapan yang sangat positif akan hubungan kami. Tetapi setiap saya minta kepadanya untuk dikenalkan kepada orang tuanya, ia selalu menolak dengan alasan takut kalau kalau orang tuanya akan tidak menyetujui hubungan kami.

Saya sering bertanya kepada dirinya, apa yang dapat menyebabkan orang tuanya tidak setuju dengan hubungan kami? Dimanakah kekurangan saya biar bisa saya perbaiki, secara notabene saya di umur saya yang belum 30 tahun tapi saya sudah menduduki posisi penting dan berpenghasilan yang cukup besar dan juga saya termasuk pria yang bertanggung jawab dan masih satu suku dan ras dengannya, tetapi setelah perdebatan panjang, dia mengatakan bahwa dia takut orang tuanya tidak mengijinkan dia untuk berpacaran terlebih dahulu apalagi kami berbeda agama, dia beragama Budha sedangkan saya Katolik.

Memang saya Katolik tapi dari segi tradisi keluarga yang masih keturunan Chinese, saya masih menjalankan tradisi tradisi chinese dan kepercayaan kepercayaan pada umumnya dan juga agama saya tidak melarang saya untuk menjalankan tradisi tersebut. Serta tidak ada sesuatu apa pun dari agama kami yang saya tahu yang kiranya dapat mengancam hubungan kami.

Saya sungguh sangat kecewa terhadap pacar saya, karena di usianya yang sudah terbilang dewasa dan sudah dapat menghidupi dirinya sendiri tapi dia masih berpikir seperti itu.

Sekarang hubungan kami akan terancam bubar karena orang tuanya akan pindah ke daerah asalnya, dan sampai sekarang pun dia masih tidak berani mengenalkan saya kepada orang tuanya serta tidak ada kepastian akan dimana dia akan bekerja dan masih dapatkah dia mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan layak dan memiliki masa depan secerah perusahaannya sekarang apabila dia turut pindah. Mohon bantu saya, apa yang harus dan dapat saya lakukan?
Terima kasih

Manager Operasional - Grogol

 

Hallow

Saya mohon maaf konsultasi Anda agak terlambat untuk kami balas, bulan februari memang bulan sibuk ya :)

Permasalahan utama yang Anda hadapi ada pada pacar Anda itu selain beberapa faktor lainnya yang dapat mempengaruhi hubungan Anda berdua. Tanpa bermaksud menuduh atau mensugesti pikiran-pikiran negatif, namun ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk itu;

1) Wanita tidak berorientasi pada materi saja
Tidak semua wanita berorientasi pada materi apalagi Anda menceritakan bahwa Anda mempunyai posisi penting dalam perusahaan dan hidup telah mapan. Bila sewaktu-waktu ia meninggalkan Anda begitu saja, karena kebutuhan utama pada wanita bukanlah pada materi saja. Toh pada kasus yang Anda ceritakan bahwa ia juga wanita yang bekerja, hal-hal menyangkut materi bisa saja ia penuhi dengan usahanya sendiri. Pelajarilah kebutuhan wanita!

2) Pacar Anda masih terlalu muda untuk terlibat hubungan emosional yang lebih jauh. Usia pacar Anda masih sangat muda yakni 22 tahun, mungkin saja Anda terlalu memaksakannya untuk terikat dalam hubungan emosional yang lebih jauh. Usia muda, apalagi bila ia masih mempunyai kesempatan mengembangkan karir, keinginan untuk memiliki tantangan baru, menghabiskan waktu bersama teman-temannya, mempunyai waktu yang lebih besar untuk menyenangkan dirinya yang mungkin saja menjadi ketakutannya bila sudah menikah nanti tidak akan dapat dilakukannya bila berumahtangga lebih awal.

3) Alasan yang tidak masuk akal sebagai penolakan
Banyak wanita kesulitan untuk mengungkapkan penolakan terhadap pria, pertimbangan emosional kerab sekali menjadi wanita menjadi terikat dengan pria yang ia tidak cintai. Rasa kasihan, iba, takut pria menjadi terluka atau bahkan kesulitan wanita dalam menggunakan alasan yang tidak tepat yang dapat membuat pria salah dalam menafsir kalimat tersebut.

Pada kasus Anda memang Anda tidak menjelaskan secara rinci apakah yang Anda maksud dengan pindah kedaerah asalnya (?). Bila alasan tersebut digunakan untuk menolak Anda terikat lebih jauh dan daerah yang dimaksud masih dalam batas wilayah Indonesia maka saya menyimpulkan bahwa ia menolak Anda. Alasan ini digunakan sekedar melepaskan dirinya dari Anda ―dengan pertimbangan logis: ia dapat saja tinggal di kota tempat ia bekerja tanpa harus ikut orangtua, toh ia sudah dewasa dan bekerja dengan gaji yang cukup. Kenapa ia tidak melakukannya? Kenapa sekalipun ia tidak memperkenalkan Anda pada orangtuanya? Bukankah ia dapat menggunakan alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh orangtua; seperti sebagai teman misalnya?

4) Beda agama.
Alasan yang Anda utarakan tidak begitu kuat dan tidak meyakinkan. Perbedaan agama tidak sekedar pada acara-acara ritual yang sifatnya celebrate semata yang mungkin saja dapat Anda lakukan seperti yang Anda ceritakan pada email melainkan pada iman (faith). Perbedaan agama merupakan hal yang sangat krusial dan sensitif dalam sebuah hubungan, masalah iman bukanlah seperti membalik telapak tangan atau proses tenggang rasa semata. Iman merupakan kepercayaan tentang kebenaran Tuhan, bagaimana menyikapi perbedaan tersebut sementara dua individu tinggal dalam satu rumah sepanjang usia perkawinan? Wajar saja saya kira terjadinya perbedaan prinsip antara Anda berdua dengannya dalam menyikapi perbedaan tersebut. Permasalahan kedepan pun menjadi tantangan yang lebih besar ke arah terbukanya pembentukan konflik-konflik baru dalam rumahtangga bila terjadinya "pemaksaan" perkawinan tanpa ada perencanaan yang matang.

Melihat hubungan Anda berdua maka dengan pelbagai pertimbangan saya menyarankan untuk melupakannya! Anda masih mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan wanita-wanita lain yang lebih dari dirinya. Perbedaan cara pikir dengan jarak usia pasangan cukup jauh, serta ketidaksiapan pacar Anda untuk melanjutkan hubungan yang lebih lanjut; Barbara deAngelis, seorang pakar relationship mengatakan bahwa hubungan yang tidak ada kesiapan secara emosional akan berdampak pada pembentukan konflik-konflik baru yang tidak terkendali, mengorbankan perasaan-perasaan cinta dan menimbulkan luka yang lebih mendalam.

 

_________

Konsultasi Berhubungan:

Kekasih Beda Agama

 

 

Konsultasi ini di asuh oleh:

Sayed Muhammad | Biodata

 

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan dan desain grafis majalah lokal.

 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184