|
Saya
seorang manager di suatu perusahaan terkemuka di Jakarta dan saya memiliki
seorang pacar berumur 22 tahun yang juga bekerja di salah satu perusahaan
terbesar di asia yang berdomisili di Jakarta. Kami sudah menjalani hubungan kami
selama 2 tahun, tapi tanpa sepengetahuan dari orang tua pacar saya. Semua orang
sudah mengetahui hubungan saya dengan dia termasuk rekan rekan kerja kami dan
juga orang tua saya, dan mereka memberikan tanggapan yang sangat positif akan
hubungan kami. Tetapi setiap saya minta kepadanya untuk dikenalkan kepada orang
tuanya, ia selalu menolak dengan alasan takut kalau kalau orang tuanya akan
tidak menyetujui hubungan kami.
Saya sering bertanya kepada dirinya, apa yang dapat menyebabkan orang tuanya
tidak setuju dengan hubungan kami? Dimanakah kekurangan saya biar bisa saya
perbaiki, secara notabene saya di umur saya yang belum 30 tahun tapi saya sudah
menduduki posisi penting dan berpenghasilan yang cukup besar dan juga saya
termasuk pria yang bertanggung jawab dan masih satu suku dan ras dengannya,
tetapi setelah perdebatan panjang, dia mengatakan bahwa dia takut orang tuanya
tidak mengijinkan dia untuk berpacaran terlebih dahulu apalagi kami berbeda
agama, dia beragama Budha sedangkan saya Katolik.
Memang saya Katolik tapi dari segi tradisi keluarga yang masih keturunan
Chinese, saya masih menjalankan tradisi tradisi chinese dan kepercayaan
kepercayaan pada umumnya dan juga agama saya tidak melarang saya untuk
menjalankan tradisi tersebut. Serta tidak ada sesuatu apa pun dari agama kami
yang saya tahu yang kiranya dapat mengancam hubungan kami.
Saya sungguh sangat kecewa terhadap pacar saya, karena di usianya yang sudah
terbilang dewasa dan sudah dapat menghidupi dirinya sendiri tapi dia masih
berpikir seperti itu.
Sekarang hubungan kami akan terancam bubar karena orang tuanya akan pindah ke
daerah asalnya, dan sampai sekarang pun dia masih tidak berani mengenalkan saya
kepada orang tuanya serta tidak ada kepastian akan dimana dia akan bekerja dan
masih dapatkah dia mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan layak dan memiliki
masa depan secerah perusahaannya sekarang apabila dia turut pindah. Mohon bantu
saya, apa yang harus dan dapat saya lakukan?
Terima kasih
Manager Operasional - Grogol
Hallow
Saya mohon maaf konsultasi Anda agak terlambat untuk kami balas, bulan februari
memang bulan sibuk ya :)
Permasalahan utama yang Anda hadapi ada pada pacar Anda itu selain beberapa
faktor lainnya yang dapat mempengaruhi hubungan Anda berdua. Tanpa bermaksud
menuduh atau mensugesti pikiran-pikiran negatif, namun ada beberapa hal yang
perlu Anda ketahui untuk itu;
1) Wanita tidak berorientasi pada materi saja
Tidak semua wanita berorientasi pada materi apalagi Anda menceritakan bahwa Anda
mempunyai posisi penting dalam perusahaan dan hidup telah mapan. Bila
sewaktu-waktu ia meninggalkan Anda begitu saja, karena kebutuhan utama pada
wanita bukanlah pada materi saja. Toh pada kasus yang Anda ceritakan bahwa ia
juga wanita yang bekerja, hal-hal menyangkut materi bisa saja ia penuhi dengan
usahanya sendiri. Pelajarilah kebutuhan wanita!
2) Pacar Anda masih terlalu muda untuk terlibat hubungan emosional yang lebih
jauh. Usia pacar Anda masih sangat muda yakni 22 tahun, mungkin saja Anda
terlalu memaksakannya untuk terikat dalam hubungan emosional yang lebih jauh.
Usia muda, apalagi bila ia masih mempunyai kesempatan mengembangkan karir,
keinginan untuk memiliki tantangan baru, menghabiskan waktu bersama
teman-temannya, mempunyai waktu yang lebih besar untuk menyenangkan dirinya yang
mungkin saja menjadi ketakutannya bila sudah menikah nanti tidak akan dapat
dilakukannya bila berumahtangga lebih awal.
3) Alasan yang tidak masuk akal sebagai penolakan
Banyak wanita kesulitan untuk mengungkapkan penolakan terhadap pria,
pertimbangan emosional kerab sekali menjadi wanita menjadi terikat dengan pria
yang ia tidak cintai. Rasa kasihan, iba, takut pria menjadi terluka atau bahkan
kesulitan wanita dalam menggunakan alasan yang tidak tepat yang dapat membuat
pria salah dalam menafsir kalimat tersebut.
Pada kasus Anda memang Anda tidak menjelaskan secara rinci apakah yang Anda
maksud dengan pindah kedaerah asalnya (?). Bila alasan tersebut digunakan untuk
menolak Anda terikat lebih jauh dan daerah yang dimaksud masih dalam batas
wilayah Indonesia maka saya menyimpulkan bahwa ia menolak Anda. Alasan ini
digunakan sekedar melepaskan dirinya dari Anda ―dengan pertimbangan logis: ia
dapat saja tinggal di kota tempat ia bekerja tanpa harus ikut orangtua, toh ia
sudah dewasa dan bekerja dengan gaji yang cukup. Kenapa ia tidak melakukannya?
Kenapa sekalipun ia tidak memperkenalkan Anda pada orangtuanya? Bukankah ia
dapat menggunakan alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh orangtua; seperti
sebagai teman misalnya?
4) Beda agama.
Alasan yang Anda utarakan tidak begitu kuat dan tidak meyakinkan. Perbedaan
agama tidak sekedar pada acara-acara ritual yang sifatnya celebrate semata yang
mungkin saja dapat Anda lakukan seperti yang Anda ceritakan pada email melainkan
pada iman (faith). Perbedaan agama merupakan hal yang sangat krusial dan
sensitif dalam sebuah hubungan, masalah iman bukanlah seperti membalik telapak
tangan atau proses tenggang rasa semata. Iman merupakan kepercayaan tentang
kebenaran Tuhan, bagaimana menyikapi perbedaan tersebut sementara dua individu
tinggal dalam satu rumah sepanjang usia perkawinan? Wajar saja saya kira
terjadinya perbedaan prinsip antara Anda berdua dengannya dalam menyikapi
perbedaan tersebut. Permasalahan kedepan pun menjadi tantangan yang lebih besar
ke arah terbukanya pembentukan konflik-konflik baru dalam rumahtangga bila
terjadinya "pemaksaan" perkawinan tanpa ada perencanaan yang matang.
Melihat hubungan Anda berdua maka dengan pelbagai pertimbangan saya menyarankan
untuk melupakannya! Anda masih mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk
mendapatkan wanita-wanita lain yang lebih dari dirinya. Perbedaan cara pikir
dengan jarak usia pasangan cukup jauh, serta ketidaksiapan pacar Anda untuk
melanjutkan hubungan yang lebih lanjut; Barbara deAngelis, seorang pakar
relationship mengatakan bahwa hubungan yang tidak ada kesiapan secara emosional
akan berdampak pada pembentukan konflik-konflik baru yang tidak terkendali,
mengorbankan perasaan-perasaan cinta dan menimbulkan luka yang lebih mendalam.
_________
Konsultasi Berhubungan:
Kekasih Beda Agama |