|
Saya mau
tanya waktu saya mau tidur saya merasa takut kalo kaki saya tidak bergerak
bahkan bangun tidur saja saya merasa seperti tertindih barang yang berat badan
saya seperti abis diiket dan bagian perut bahkan dada saya suka terasa sakit dan
nyeri apakah itu juga tanda penyakit panik? saya juga merasa takut ya takut mati
bahkan kalo ada yang meninggal saya merasa seperti ga akan lama lagi bahkan saya
suka merasa sesak, mual dan bahkan rasana pala saya kaya orang kurang darah?
apakah itu harus ke psikiater? Jika telat diatasi apa yang akan terjadi? Dan
juga apa rasa sakit dan nyeri di bagian tubuh saya juga bagian dari serangan
panik itu??
Mahasiswi - Bintara
Allow...
Ciri-ciri yang Anda sebutkan di email memang merupakan ciri-ciri (gejala) adanya
serangan panik (panic
disorder). Kemunculan serangan panik sendiri tidak disadari oleh individu,
secara tiba-tiba individu merasakan perubahan fisik maupun psikologis secara
mendadak tanpa ada penyebab-penyebab secara langsung yang memicu munculnya
perubahan-perubahan tersebut. Lalu timbulah serangan panik.
Serangan panik muncul disebabkan akumulasi rasa cemas yang berkepanjangan, baik
disadari sendiri oleh individu maupun tanpa disadari (free-floating), adanya
permasalahan yang berlarut-larut atau penghindaran dari situasi konflik yang
tidak terselesaikan mengakibatkan munculnya gangguan kecemasan.
Kecemasan dalam taraf ringan kadang membuat individu tidak merasakan adanya
gangguan dalam dirinya, ia merasakan dirinya baik-baik saja selagi mampu
meredamnya ketika muncul rasa cemas itu. Disinilah terjadi penumpukan rasa cemas
yang terus terjadi selama konflik (masalah) belum terselesaikan sepenuhnya.
Serangan panik kadang disertai sesak nafas dan rasa nyeri di dada atau bahkan
individu dapat pingsan, perubahan tubuh yang mendadak ini kadang orang awam akan
beranggapan individu tersebut sedang dalam keadaan sakit, solusinya adalah
dengan membawa ke rumah sakit. Padahal, kejadian yang dialami oleh individu
tersebut adalah serangan panik. Sementara ―serangan panik tidak urgen membawa
individu ke unit gawat darurat (rumah sakit) karena serangan panik dapat muncul
beberapa kali, UGD bukanlah solusi dari serangan panik.
Bila individu pingsan secara mendadak yang diakibatkan oleh serangan panik, hal
pertama yang harus dilakukan adalah membawa individu tersebut ke tempat terbuka,
usahakanlah tidak terjadi kerumunan massa yang dapat mempersulit individu
mendapatkan oksigen. Kipaslah, bila perlu basuhlah sapu tangan dengan air,
kipaslah ke sapu tangan yang agak basah itu dengan jarak sejengkal dari wajah
individu agar udara dingin dapat sampai ke wajahnya. Pijat kakinya untuk
memperlancar kembali aliran darah di kaki. Bila ada perubahan wajah seperti akan
sadar segera basuh sapu tangan basah tadi pelan-pelan pada seluruh wajah.
Peringatan; bila tidak terjadi perubahan dalam 30 menit, individu tidak segera
sadar ―segeralah bawa ke rumah sakit!
Bagaimana bila serangan panik tidak segera diatasi? Apa yang bakal terjadi?
Banyak hal yang dapat terjadi bila serangan panik tidak segera ditangani, namun
serangan panik dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan hilangnya kecemasan
dalam diri individu, oleh sebabnya penyelesaian masalah-masalah dalam diri
individu adalah hal utama yang mesti segera di atasi oleh individu sendiri. Pada
psikoterapi, terapi hanya membantu individu agar tidak terjadi perilaku
maladaptif yang disebabkan oleh gangguan kecemasan.
Serangan panik dapat terjadi berulang kali dalam diri individu selama kecemasan
itu masih ada, beberapa komplikasi yang mungkin dapat terjadi dikemudian hari;
Depresi, serangan
jantung, gangguan kardiovaskular, psiko-somatisasi dan sebagainya. Jadi memang
tepat bila Anda memilih mendatangi psikiater terlebih dahulu, bila disertai
gangguan fisik lain mereka akan merujuk Anda untuk ke rumah sakit.
|