|
Saat ini
saya Lia (23), sudah bekerja, bener2 bingung. Lia memiliki 2 orang dalam hati
lia. Sebut saja "T", lia sdh kenal selama 5 thn. lia sdh sempat bertunangan
dengan "T" tp entah knp lia kepincut dengn sesorang sebut saja "B"(org solo),
lia berkenalan saat acara wisuda.lama2 kenal akirnya "B"tau kalau lia sdh
bertunangan, tp dia tidak pernah mundur.akirnya kami melakukan hub tanpa
diketahui oleh "T".sampai akirnya "B" meminta lia untuk memutuskan pertungananku
dgn "T". Waktu itu lia sudah berfikir panjang akirnya lia putuskan untuk break
smentara dgn"T", dan akirnya sampai saat ini lia berhub dgn "B", tp tanpa
diketahui oleh "B" lia msh sering di hub oleh "T", T sgt ingin lia mnjadi
istrinya, dan yang membuat lia merasa bersalah dgan "T" lia sdh mengkhianati
cinta "T".dan saat ini yg membuat lia stress, lia dgn "B"sdh berhub terlalu 'jauh',
jauh sekali. Bagaimana lia hrs bersikap? lia hrs memutuskan yang mana?? lia mmg
msh sangat sayang dgan "T", bgt sebaliknya "T" sayang ma lia, "B"sendiri jg
sangat tdk ingin kehilangan lia, tp kondisi lia sdh tidk sprti yg "T" kenal dulu....apa
yg hrs lia lakukan?
Karyawati – Malang
Berada di antara dua cinta memang melelahkan. Di dalamnya
banyak ketidakjujuran. Banyak hal harus ditutupi. Banyak rasa bersalah
bermunculan.
Ada beberapa pelajaran yang amat penting untuk menjadi perhatian mbak Lia.
Pertama, menjaga kehormatan dan kemuliaan diri adalah sesuatu yang amat prinsip.
Sekalipun dorongan romantisme dan seksualitas tengah bergelora, kehormatan dan
kemuliaan diri tetap patut dijaga. Namun, nasi telah jadi bubur. Yang terpenting
setelah ini adalah anda tidak meneruskan hubungan yang terlalu jauh dengan si B.
Status hubungan anda dengannya dan cara anda berhubungan dengannya menurut saya
tidak elegan. Yang saya maksud status hubungan adalah anda berhubungan dengannya
saat anda bertunangan dengan lelaki yang lain. Cara anda berhubungan dengannya,
di mana anda melakukannya terlalu jauh, juga tidak tepat dan melanggar
batas-batas.
Kedua, bertaubatlah kepada Tuhan dan berlatihlah untuk jujur, terutama saat
berkomunikasi dengan orang yang dekat dengan anda. Pertaubatan adalah sesuatu
yang penting untuk memulai hidup baru. Dengan memohon ampun pada Tuhan, anda
membebaskan diri dari sebagian dosa-dosa masa lalu anda. Lakukan pertaubatan
menurut agama anda. Dua hal yang perlu anda renungi sebagai kesalahan adalah
melakukan hubungan seks di luar lembaga pernikahan dan menghidupkan
ketidakjujuran saat membangun cinta dengan si B.
Kejujuran sangat penting untuk anda kembangkan bersama B. Anda mencintainya dan
dia mencintai anda. Kalau saya boleh memilihkan untuk anda, saya lebih
merekomendasikan si B. Kembalilah kepada si B dengan catatan anda berani berkata
jujur mengenai hubungan anda dengan si T. Kejujuran ini penting agar tidak
membuat anda merasa bersalah sepanjang hidup anda. Penting juga bagi B agar dia
memutuskan kelanjutan hubungan dengan anda dengan mempertimbangkan kondisi anda
saat ini. Ia berhak memilih.
Ketika anda jujur, saya sarankan anda untuk menerima beberapa kemungkinan resiko
yang terjadi. Pertama, si B mengerti, memaafkan anda, dan siap melanjutkan
hubungan. Kedua si B mengerti dan tidak dapat memaafkan anda. Ketiga si B
mengerti dan memaafkan, tapi tidak dapat melanjutkan hubungan dengan Anda. Bila
pilihan pertama terjadi, anda dapat melangsungkan hubungan dengan B. Bila
kemungkinan kedua dan ketiga terjadi, anda harus siap menanggung konsekuensi
dari ksesalahan masa lalu anda. Anda perlu menyiapkan diri berpisah dengan orang
yang sebelumnya anda sayangi dan menyayangi anda.
Apakah akan memilih si T? Saran saya hiduplah dengan petunjuk agama. Dekatkanlah
diri anda kepada Tuhan dan sampaikan masalah anda kepada-Nya apakah memilih T
akan menghasilkan kebaikan bagi anda di masa depan. Saya sendiri sebenarnya
kurang merekomendasikan anda melanjutkan cinta dengan si T, namun kalau anda
dapat memperoleh petunjuk dari-Nya untuk memilih T, maka taatlah kepada petunjuk
Tuhan. Saya sarakan anda membaca konsultasi yang berjudul “Haruskah
Aku Menyerah?” Di sana diungkapkan cara Tuhan menanggapi permohonan manusia.
Oya, mengapa saya kurang merekomendasikan si T? Sebabnya adalah anda
melakukannya dengan cara yang tidak benar, saat anda masih menjalin cinta dengan
si B. Awal yang tidak benar dikhawatirkan membuat anak berada di jalan yang
salah terus. Tapi, sekali lagi, mohonlah petunjuk pada-Nya.
Selamat berjuang!
__________
Konsultasi berhubungan:
Haruskah
Aku Menyerah?
Jatuh Cinta pada Cowok yang Sama
|