Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Pendidikan

Artikel psikologi mengenai  mengenai dunia pendidikan.

 
     
 

Interaksi Guru Dalam Proses Belajar Siswa


Artikel Pendidikan | 08/2004 | Pikirdong | Pendidikan

 


Saat Anda berdiri dalam kelas dan memulai bercerita kepada murid-murid Anda tentang mata pelajaran, tentunya Anda berharap murid antusias dengan pelajaran yang Anda terangkan. Anda menatap mata siswa satu persatu dan memperkirakan kemampuan mereka dalam menangkap bahan pelajaran yang Anda berikan.

 

 


Anda menatap Any yang Anda anggap cukup cerdas, tentu ia dapat menguasai pelajaran ini dengan mudah, ia akan mudah menguasai soal-soal yang akan diberikan, sementara di sudut kelas Andy menatap gurunya seakan mengerti dengan apa diajarkan, ia berusaha bersikap sewajarnya, ketika Anda menatap ke sudut kelas, Andy menundukkan kepalanya dan berpura-pura mencatat bahan pelajaran diberikan.

Sembilan dari sepuluh guru mengatakan bahwa mereka sering mengingat dan memperkirakan kegagalan siswa hanya dengan mengingat sikap siswa di masa lalunya, dan hasilnya sesuai dengan ramalan mereka. Apakah pandangan guru tersebut berpengaruhi terhadap prestasi dan citra diri siswa tersebut?

Dalam bekerja guru cenderung mengelompokan siswa dalam interaksi yang berbeda, mereka mengelompokan sebagai "golongan siswa berkemampuan tinggi" yang mereka anggap sebagai siwa yang cerdas, patuh, tertib, rajin, rapi dan sebagainya. Interaksi kedua adalah "golongan siswa berkempuan rendah", mereka adalah yang termasuk siswa yang mempunyai nilai rendah, bandel, pemberontak, malas, dan sebagainya.

Martin Seligman, Psikolog dari Universitas Pennsylvania menemukan bahwa setiap sebagian orang bereaksi lebih sensitif terhadap prasangka. Dalam ekspreimennya ia menguji sekelompok perenang untuk menentukan tingkat optimisme dan pesimisme pribadi mereka. Perenang yang dikelompokan sebagai perenang yang memiliki pesimise diberikan catatan rekor renang palsu yang sengaja dibuat buruk, ternyata akan memberikan umpan balik yang sama pula, catatan waktu yang mereka peroleh semakin buruk dan ini berbalik dengan perenang yang optimis, mereka memberikan umpan balik negatif, prestasi mereka terus membaik.
 

 

Interaksi guru terhadap siswa

 

Siswa berkemampuan tinggi

 

Siswa berkemampuan rendah

-Cenderung lebih murah senyum

 

-Cenderung berbicara lebih keras

-Lebih banyak ngobrol

 

-Ngobrol seperlunya

-Akrab

 

-Jarang tersenyum

-Berbicara secara intelektual

 

-Berbicara lambat

-Humoris

 

-Instruksional

-Bertindak lebih matang

 

-Otoriter

-Menggunakan kosakata yang kompleks

 

-Menggunakan kalimat mentah

 

 

 

 

Keyakinan guru akan potensi manusia dan kemampuan semua anak untuk belajar dan berprestasi merupakan hal yang penting diperhatikan. Aspek-aspek teladan mental guru sangat berpengaruh terhadap iklim belajar siswa. Siswa menangkap pandangan penilaian guru terhadap dirinya lebih cepat dan akurat dibandingkan menangkap pelajaran yang diterangkan oleh gurunya.

Saat siswa mendapatkan penilaian negatif dari gurunya, otak terasa terancam oleh tekanan-tekanan tersebut, kapasitas syaraf untuk berpikir rasional mengecil. Otak "dibajak" secara emosional menjadi mode bertempur atau kabur [Inilah yang disebut siswa sebagai pelajaran yang tidak sukai, membosankan, menakutkan dan sebagainya], akibatnya otak tidak dapat mencerna lebih baik, Higher Order Thinking Skills. Fenomena ini sering disebut dengan downshifting yakni tanggapan psikologis yang dapat menghentikan proses belajar saat itu dan sesudahnya.

Untunglah otak juga dapat melakukan sebaliknya, dengan tekanan positif dan supportif, dikenal dengan eustress, otak dapat melibatkan secara emosioal dan memungkinkan kerja syaraf secara maksimal dalam proses belajar anak. Kuncinya adalah membangun ikatan emosional dengan menciptakan kesenangan belajar, menjalinkan hubungan antara guru dan siswa yang lebih akrab dan ramah dan menyingkirkan ancaman-ancaman yang dapat mempengaruhi suasana belajar.

Studi-studi menunjukkan bahwa siswa lebih banyak belajar jika pelajarannya memuaskan, menantang, hubungan yang ramah antara guru dan siswa, dan mempunyai kesempatan yang sama untuk membuat keputusan. Bila demikian siswa pun akan tertarik melakukan hal-hal secara sukarela yang berhubungan dengan bahan pelajaran. Disamping itu, ikatan emosi juga mempengaruhi memori dan ingatan mereka akan bahan-bahan yang dipelajari. Seperti yang dikatakan oleh ilmuwan syaraf otak Joseph LeDoux;

 

 

... perangsangan amigdala agaknya lebih kuat mematrikan kejadian dengan perangsangan emosional dalam memori.... Semakin kuat rangsangan amigdala, semakin kuat pula pematrikan dalam memori (Joseph LeDoux, 1994, Emotion, Memory and the Brain)

 

 

Untuk para guru, berlatihlah untuk mengubah pandangan Anda terhadap siswa, tidak ada siswa yang dapat dikategorikan dalam stage tertentu sebagai siswa cerdas atau tidak cerdas, semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi, ubahlah cara pandang Anda dengan membayangkan angka sempurna pada setiap kepala siswa seolah-olah mereka adalah semua murid top generasi Einstein-Einstein baru yang akan Anda poles... dan perhatikan perbedaan yang terjadi  [PD/ayed]

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

thanks
mksh ya.. makalah kamu ngebantu aku menyelesaikan tugas artikel ttg memorii.. tengkyuuuuuuuu
#1 - kintan - 01/04/2010 - 19:20
Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184