|
Anak tidak pernah memberi jawaban yang salah...
mereka hanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Tugas kita adalah menemukan
pertanyaan apa yang dijawab dengan benar oleh anak itu dan menghormati apa yang
diketahuinya
(Bob Samples)
Apa yang
Anda pikirkan ketika mendengarkan istilah "sekolah" mendengung di telinga Anda?
Otak Anda secara cepat mengumpulkan informasi-informasi yang berhubungan dengan
sekolah lalu mengumpulkan dalam suatu bentuk imajinasi yang menggambarkan
tentang sekolah yang pernah Anda alami dulunya. Apa yang Anda bayangkan tentang
sekolah? Sebuah gedung dimana terdapat guru, murid dan proses belajar-mengajar
mewakili gambaran yang ada.
Sama halnya ketika sebuah pertanyaan diajukan di depan kelas, anak mengumpulkan
informasi-informasi dari pengalaman belajarnya untuk menyusun sebuah jawaban
untuk diberikan. Guru sering mengajukan beberapa pertanyaan di kelas sebagai
tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan pengetahuan siswanya dapat
menangkap proses belajar-mengajar yang telah berlangsung selama itu. Dan bila
jawaban yang diajukan anak tidak mengena dengan pertanyaan yang diajukan oleh
gurunya, apa yang terjadi?
Pengalaman "kesalahan" tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan anak untuk
selanjutnya. Anak dapat menjadi seorang penakut, dan mengurung dirinya bila
diajukan pertanyaan-pertanyaan lagi, atau sebaliknya menjadi umpan balik positif
bila dukungan guru dapat menghargai jawaban yang salah tersebut sebagai suatu
usaha yang patut dihargai.
Pada awalnya anak-anak mengumpulkan informasi sebagai secara terpisah, ketika
otak mendapat informasi tersebut menyimpannya dalam memori seiring dengan
kemampuan anak memahami informasi menjadi suatu keutuhan. Pada kasus Andi yang
terdapat pada kolom sebelah kemungkinan saat Andi berpergian ke Jogja dan
menginap di kota itu, hingga suatu ketika orang tuanya mengajak berpergian ke
Candi Borobudur (jarak candi tersebut lebih dekat di tempuh melalui Jogja),
hanya saja Andi tidak tahu bahwa ia telah menyebrang batas propinsi, Andi
mengetahuinya bahwa ia berangkat dari Jogja.
Saat-saat sekolah merupakan sangat penting bagi perkembangan otak anak,
keluwesan dan kefasihan pemikiran dapat ditingkatkan dengan pengasuhan dan
pendidikan di sekolah yang memperhatikan harga diri dari siwa secara baik.
Menambahnya jumlah fungsi-fungsi saat memperhatikan dalam sistem otak sangat
bermanfaat, terutama dalam pencapaian penghargaan diri dan dan citra diri siswa.
Manfaat lainnya adalah penyelesaian masalah, dengan sikap terbuka guru dalam
menerima siswa akan membentuk dirinya lebih peka dalam menghadapi
pilihan-pilihan unik yang tersedia untuk mereka.
Perhatikan cerita berikut ini; ketika guru memampang sebuah poster bergambar
seekor gajah di sebuah sekolah TK, lalu bertanya kepada siswanya, gambar apakah
ini? seorang anak dengan lantang menjawabnya, "abu-abu!"
Salahkah cara anak berpikir dengan menyebut gajah sebagai abu-abu? Apa yang
dipikirkan oleh si anak? Apakah kita harus membatasi pola pikir si anak? Reaksi
apa yang perlu dilakukan?
Guru mempunyai peran penting bagi perkembangan pemikiran anak dalam meningkatkan
kesadaran dan fungsi pikiran, terpenting adalah dengan menerima suatu jawaban
dengan menghargainya secara jujur. Gajah merupakan bahasa ayahbunda (mothertounge)
untuk menyebutkan nama sebuah binatang, di lain tempat istilah tersebut
berbeda-beda menurut bahasa dan budaya daerah setempat. Abu-abu adalah warna
untuk gajah. Anak bisa saja belum menyimpan bentuk gajah dalam memorinya, tetapi
ia tahu bahwa warna pada gambar tersebut adalah abu-abu. Tugas guru adalah
menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak, bukan dengan menyalahkan
atau mengabaikan jawaban yang diberikan oleh si anak.
Perhatikan kasus pada cerita berikut ini; Seorang guru menyuruh siswanya
menggambarkan lima buah bola, seorang anak menyerahkan hasil tugas tersebut
seperti pada gambar berikut;
Apa
yang dipirkan oleh anak? Ia membuat bola dengan melukiskan kepala yang lebih
besar dari 4 bola lainnya, dua bola digambarkan sebagai dua mata dan bola
kiri-kanan digambarkan sebagai telinga. Anak sangat jarang mempertahankan
pendapatnya adalah benar dengan menggambarkan 5 buah lingkaran dengan metodenya
sendiri. Kebanyakan siswa lain menggambar seperti yang diinginkan oleh gurunya,
anak itu mempunyai suatu kreativitas yang berbeda. Bagaimana sikap guru terhadap
hasil gambarnya sangat mempengaruhi persepsi dirinya terhadap dirinya yang dapat
dihargai, tidak dihukum atau dianggap salah [1]
Bila guru menghargai setiap jawaban anak yang salah, maka ia
akan merasa dihargai, harga dirinya menjadi lebih baik, dengan demikian otak
dapat melibatkan secara emosioal dan memungkinkan kerja syaraf secara maksimal
dalam proses belajar anak. Menghargai juga memberi kesempatan buat aank untuk
mengembakan fungsi-fungsi berpikirnya, sehingga meningkatkan keluwesan serta
kefasihan fungsi pikiran anak.
Di sebuah kelas sekolah menengah, seorang guru sejarah mengajukan sebuah soal; "Letak
candi Borobudur terdapat di propinsi apa?" Tidak ada seorang siswa pun yang
mengankat tangannya. Hingga Andi mengangkat tangannya sambil mencoba berpikir,
lalu menjawab dengan suara agak keras, "Jogja, Bu!" Guru bereaksi terhadap
jawaban Andi sambil tersenyum lalu berkata, "Salah! Andi kamu tidak tahu jawaban
yang benar..." Sementara itu anak-anak lain menertawakan Andi.
Pengalaman diatas mengubah sikap Andi selanjutnya, ia merasa malu ditertawakan
oleh teman-temannya, ia berkata pada dirinya sendiri, "Jangan berbuat itu lagi!
Memalukan kamu dinilai bodoh oleh teman-temanmu, jangan mengangkat tangan lagi
kecuali bila kamu benar-benar sudah yakin dengan jawaban yang akan kamu berikan."
|
Ketika anak memberi jawaban salah di
depan kelas:
|
|
Jangan memvonis jawaban secara langsung dengan mengatakan bahwa
jawaban tersebut adalah salah. |
|
Menghargai siswa yang telah memberikan jawabannya dengan dukungan
dan motivasi |
|
Memberi kesempatan yang sama pada semua siswa untuk berbicara di
depan kelas |
|
Mengontrol kelas bila siswa lain menertawakan kesalahan yang
diberikan oleh temannya. |
|
Berusaha menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak bila
jawaban yang diberikan melenceng dari pertanyaan awal. |
|
Berusaha memberikan kesempatan yang lebih luas dengan jawaban awal
yang diberikan siswa, tujuannya adalah mengetahui apa yang
dipikirkan oleh siswa dan juga menunjukkan ketertarikan, perhatian
dan penghargaan atas pendapatnya |
|
Tanggapan positif dari guru sangatlah penting bagi perkembangan anak dalam
belajar, dengan menghormati jawaban yang diberikan akan menciptakan rasa senang
pada siswa untuk tertarik dengan kesalahannya, bila dukungan itu semakin kuat
maka akan menciptakan motivasi belajar yang positif pula. Perhatikan bila reaksi
guru tersebut seperti ini;
"Wah, hanya Andi yang berani mencoba menjawab dibandingakn teman-teman yang lain
(memotivasi untuk terus berani mencoba), Andi, jawaban yang kamu berikan cukup
dekat dengan kota yang dimaksud, nanti kita akan membahas tentang kota jogja,
Borobudur memang terletak di propinsi Jawa Tengah yang bersebalahan dengan kota
Jogja, Andi pasti sudah tahu banyak tentang Jogja (memuji)" [2]
[PD/Ayed]
_
1. Adaptasi; Bob Samples, 1999. Revolusi Belajar untuk Anak,
Kaifa
2. Ibidem
___________________
|