Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Pendidikan

Artikel psikologi mengenai  mengenai dunia pendidikan.

 
     
 

Menghargai Kesalahan Siswa dengan Penghargaan


Artikel Pendidikan | 08/2004 | Pikirdong | Pendidikan

 

Anak tidak pernah memberi jawaban yang salah... mereka hanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Tugas kita adalah menemukan pertanyaan apa yang dijawab dengan benar oleh anak itu dan menghormati apa yang diketahuinya
(Bob Samples)

 

 


Apa yang Anda pikirkan ketika mendengarkan istilah "sekolah" mendengung di telinga Anda? Otak Anda secara cepat mengumpulkan informasi-informasi yang berhubungan dengan sekolah lalu mengumpulkan dalam suatu bentuk imajinasi yang menggambarkan tentang sekolah yang pernah Anda alami dulunya. Apa yang Anda bayangkan tentang sekolah? Sebuah gedung dimana terdapat guru, murid dan proses belajar-mengajar mewakili gambaran yang ada.

 

 


 

Sama halnya ketika sebuah pertanyaan diajukan di depan kelas, anak mengumpulkan informasi-informasi dari pengalaman belajarnya untuk menyusun sebuah jawaban untuk diberikan. Guru sering mengajukan beberapa pertanyaan di kelas sebagai tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan pengetahuan siswanya dapat menangkap proses belajar-mengajar yang telah berlangsung selama itu. Dan bila jawaban yang diajukan anak tidak mengena dengan pertanyaan yang diajukan oleh gurunya, apa yang terjadi?

Pengalaman "kesalahan" tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan anak untuk selanjutnya. Anak dapat menjadi seorang penakut, dan mengurung dirinya bila diajukan pertanyaan-pertanyaan lagi, atau sebaliknya menjadi umpan balik positif bila dukungan guru dapat menghargai jawaban yang salah tersebut sebagai suatu usaha yang patut dihargai.

Pada awalnya anak-anak mengumpulkan informasi sebagai secara terpisah, ketika otak mendapat informasi tersebut menyimpannya dalam memori seiring dengan kemampuan anak memahami informasi menjadi suatu keutuhan. Pada kasus Andi yang terdapat pada kolom sebelah kemungkinan saat Andi berpergian ke Jogja dan menginap di kota itu, hingga suatu ketika orang tuanya mengajak berpergian ke Candi Borobudur (jarak candi tersebut lebih dekat di tempuh melalui Jogja), hanya saja Andi tidak tahu bahwa ia telah menyebrang batas propinsi, Andi mengetahuinya bahwa ia berangkat dari Jogja.

Saat-saat sekolah merupakan sangat penting bagi perkembangan otak anak, keluwesan dan kefasihan pemikiran dapat ditingkatkan dengan pengasuhan dan pendidikan di sekolah yang memperhatikan harga diri dari siwa secara baik.

Menambahnya jumlah fungsi-fungsi saat memperhatikan dalam sistem otak sangat bermanfaat, terutama dalam pencapaian penghargaan diri dan dan citra diri siswa. Manfaat lainnya adalah penyelesaian masalah, dengan sikap terbuka guru dalam menerima siswa akan membentuk dirinya lebih peka dalam menghadapi pilihan-pilihan unik yang tersedia untuk mereka.

Perhatikan cerita berikut ini; ketika guru memampang sebuah poster bergambar seekor gajah di sebuah sekolah TK, lalu bertanya kepada siswanya, gambar apakah ini? seorang anak dengan lantang menjawabnya, "abu-abu!"

Salahkah cara anak berpikir dengan menyebut gajah sebagai abu-abu? Apa yang dipikirkan oleh si anak? Apakah kita harus membatasi pola pikir si anak? Reaksi apa yang perlu dilakukan?

Guru mempunyai peran penting bagi perkembangan pemikiran anak dalam meningkatkan kesadaran dan fungsi pikiran, terpenting adalah dengan menerima suatu jawaban dengan menghargainya secara jujur. Gajah merupakan bahasa ayahbunda (mothertounge) untuk menyebutkan nama sebuah binatang, di lain tempat istilah tersebut berbeda-beda menurut bahasa dan budaya daerah setempat. Abu-abu adalah warna untuk gajah. Anak bisa saja belum menyimpan bentuk gajah dalam memorinya, tetapi ia tahu bahwa warna pada gambar tersebut adalah abu-abu. Tugas guru adalah menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak, bukan dengan menyalahkan atau mengabaikan jawaban yang diberikan oleh si anak.

Perhatikan kasus pada cerita berikut ini; Seorang guru menyuruh siswanya menggambarkan lima buah bola, seorang anak menyerahkan hasil tugas tersebut seperti pada gambar berikut;

Apa yang dipirkan oleh anak? Ia membuat bola dengan melukiskan kepala yang lebih besar dari 4 bola lainnya, dua bola digambarkan sebagai dua mata dan bola kiri-kanan digambarkan sebagai telinga. Anak sangat jarang mempertahankan pendapatnya adalah benar dengan menggambarkan 5 buah lingkaran dengan metodenya sendiri. Kebanyakan siswa lain menggambar seperti yang diinginkan oleh gurunya, anak itu mempunyai suatu kreativitas yang berbeda. Bagaimana sikap guru terhadap hasil gambarnya sangat mempengaruhi persepsi dirinya terhadap dirinya yang dapat dihargai, tidak dihukum atau dianggap salah [1]

 

Bila guru menghargai setiap jawaban anak yang salah, maka ia akan merasa dihargai, harga dirinya menjadi lebih baik, dengan demikian otak dapat melibatkan secara emosioal dan memungkinkan kerja syaraf secara maksimal dalam proses belajar anak. Menghargai juga memberi kesempatan buat aank untuk mengembakan fungsi-fungsi berpikirnya, sehingga meningkatkan keluwesan serta kefasihan fungsi pikiran anak.

Di sebuah kelas sekolah menengah, seorang guru sejarah mengajukan sebuah soal; "Letak candi Borobudur terdapat di propinsi apa?" Tidak ada seorang siswa pun yang mengankat tangannya. Hingga Andi mengangkat tangannya sambil mencoba berpikir, lalu menjawab dengan suara agak keras, "Jogja, Bu!" Guru bereaksi terhadap jawaban Andi sambil tersenyum lalu berkata, "Salah! Andi kamu tidak tahu jawaban yang benar..." Sementara itu anak-anak lain menertawakan Andi.


Pengalaman diatas mengubah sikap Andi selanjutnya, ia merasa malu ditertawakan oleh teman-temannya, ia berkata pada dirinya sendiri, "Jangan berbuat itu lagi! Memalukan kamu dinilai bodoh oleh teman-temanmu, jangan mengangkat tangan lagi kecuali bila kamu benar-benar sudah yakin dengan jawaban yang akan kamu berikan."

 

 

Ketika anak memberi jawaban salah di depan kelas:

 

Jangan memvonis jawaban secara langsung dengan mengatakan bahwa jawaban tersebut adalah salah.

Menghargai siswa yang telah memberikan jawabannya dengan dukungan dan motivasi

Memberi kesempatan yang sama pada semua siswa untuk berbicara di depan kelas

Mengontrol kelas bila siswa lain menertawakan kesalahan yang diberikan oleh temannya.

Berusaha menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak bila jawaban yang diberikan melenceng dari pertanyaan awal.

Berusaha memberikan kesempatan yang lebih luas dengan jawaban awal yang diberikan siswa, tujuannya adalah mengetahui apa yang dipikirkan oleh siswa dan juga menunjukkan ketertarikan, perhatian dan penghargaan atas pendapatnya

 


Tanggapan positif dari guru sangatlah penting bagi perkembangan anak dalam belajar, dengan menghormati jawaban yang diberikan akan menciptakan rasa senang pada siswa untuk tertarik dengan kesalahannya, bila dukungan itu semakin kuat maka akan menciptakan motivasi belajar yang positif pula. Perhatikan bila reaksi guru tersebut seperti ini;
"Wah, hanya Andi yang berani mencoba menjawab dibandingakn teman-teman yang lain (memotivasi untuk terus berani mencoba), Andi, jawaban yang kamu berikan cukup dekat dengan kota yang dimaksud, nanti kita akan membahas tentang kota jogja, Borobudur memang terletak di propinsi Jawa Tengah yang bersebalahan dengan kota Jogja, Andi pasti sudah tahu banyak tentang Jogja (memuji)" [2]   [PD/Ayed]
 

 

_

1. Adaptasi; Bob Samples, 1999. Revolusi Belajar untuk Anak, Kaifa

2. Ibidem

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184