Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Pendidikan

Artikel psikologi mengenai  mengenai dunia pendidikan.

 
     
 

Merosotnya Kualitas Pendidikan Kaitannya dengan SDM Pendidik


Artikel Pendidikan | 08/2007 | Hadiati | Pendidikan

 
 

Merosotnya Kualitas Pendidikan Kaitannya dengan SDM Pendidik

© Agustus 2007

Penulis: Hadiati

Hadiati, lahir pada tanggal 18 Juni 1987 di Madat, saat ini ia sedang menyelesaikan kuliahnya di prodi matematika STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.

 
 


Tak dapat dipungkiri bahwa mutu pendidikan saat ini di Aceh pada umumnya dan Indonesia secara keseluruhan masih jauh, dari yang diharapkan. Hal itu dapat diketahui dari anjloknya kelulusan Ujian Akhir Nasional (UAN) di beberapa sekolah. Malah presentase ketidaklulusan lebih besar bila dibandingkan dengan kelulusan

 

 


 

Hal ini merupakan cerminan dari kegagalan proses pendidikan yang selama ini dijalankan. Walaupun tidak ada bukti yang konkret tentang kegagalan tersebut, namun kenyataan ini harus menjadi perhatian kita semua.

Jika ditelusuri dan dikaji secara umum, merosotnya pendidikan di Indonesia ada beberapa faktor penting baik berupa teknis dan persoalan karakter sosial lainnya antara lain sebagai berikut:

Gaji Kecil

Gaji yang kecil terhadap pendidik juga merupakan suatu persoalan tersendiri. Pasalnya dengan gaji kecil seorang tenaga pendidik kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Sehinga optimalisasi dari kemampuannya baik dari segi pemanfaatan waktu dan kecerdasan melahirkan ide-ide baru sangat kurang.

Tentu hal ini menjadi efek yang serius dalam dunia pendidikan, bila tenaga pendidiknya tidak berkonsentrasi pada bidang pekerjaannya. Jika kita runut kembali permasalahan gaji guru yang kecil juga merupakan salah satu faktor besar terhadap kemunduran pendidikan karena menyangkut masalah kesejahteraan.

Mengapa banyak yang tidak mau menjadi seorang guru? Pertanyaan ini merupakan hal yang sangat klasik namun sangat mudah jawabannya; karena gaji guru kecil sehingga tidak menjamin masa depan. Sekaligus penghargaan terhadap profesi guru juga masih kalah dibandingkan dengan profesi dokter, pengacara atau profesi lainnya yang keren.

Karena banyaknya lulusan SMU yang berkualitas dan mempunyai kecerdasan emosional lebih memilih menempuh disiplin ilmu dibidang lain daripada menjadi guru. Karena persoalan tadi alhasil tenaga guru yang berpotensi sangat minim sekali.

Salah satu upaya dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan kedepan pemerintah harus juga menaikkan gaji guru sebagai upaya memotivasi profesi yang dijalankan oleh seorang guru. Sebutan pahlawan tanpa tanda jasa saja tidak cukup dalam mendongkrak motivasi pendidik.

Kuliah Pelarian

Sejumlah mahasiswa yang kuliah pada disiplin ilmu keguruan mengatakan bahwa kuliah dibidang kependidikan bukanlah tujuannya, hanya karena keterpaksaan baik dari tekanan orang tua maupun tekanan karena mudahnya mendapat pekerjaan saja. Jarang dibarengi dengan bakat dan kecintaan terhadap profesi ini. Akibatnya, selama menempuh pendidikan di keguruan kurang memahami mata kuliah yang diberikan dosen dan juga sangat minim aplikasinya dalam sehari-hari

Selain itu dengan dibukanya program Akta IV pada beberapa perguruan tinggi secara tidak langsung telah membuka peluang bagi sarjana non kependidikan untuk terjun kedalam dunia pendidikan. Hal ini sangat tidak efektif bahkan, kemampuannya jauh sekali dibandingkan dengan mereka yang sarjana khusus ilmu kependidikan yang lebih menguasai persoalan dalam tata cara mendidik.

Sarjana non kependidikan yang mengambil program Akta IV hanya ingin mendapat legalisasi profesi guru saja yang disebabkan sangat susah diterima apabila tidak ada ijazah Akta IV tersebut. Ini juga merupakan salah satu kemunduran dalam dunia pendidikan. Karena yang mendidik bukan orang yang menguasai bidangnya. Jelas itu merupakan kesalahan pemerintah.

Nepotisme Penerimaan Guru

Kita tidak melangkah jauh terhadap penerimaan guru PNS namun kita coba lirik kenyataan yang sering terlihat bahwa terkadang penerimaan guru untuk tenaga honorer banyak yang berkaitan sanak famili. Dimana ada juga yang diterima menjadi guru honor, malah bukan lulusan kependidikan baik jenjang D2 maupun S1.

Hal itu sering terlihat di sekolah-sekolah yang ada di daerah. Jika ada sanak familinya di suatu sekolah maka secara tidak langsung diikuti oleh saudaranya yang lain walaupun bukan dari disiplin ilmu kependidikan. Bahkan hanya tamatan SMU sudah dibolehkan mengajar sedangkan yang lulusan pendidikan keguruan tidak digunakan.

Pengalaman ini didapat dari beberapa lulusan ilmu kependidikan yang sulit diterima pada suatu sekolah untuk mengajar disebabkan tidak adanya orang dekat di sekolah itu. Bahkan pengamatan pada beberapa sekolah sejumlah tenaga honorer bertalian saudara dengan orang kuat di lembaga kependidikan.

Jika hal ini terus terjadi maka kita jangan pernah bermimpi paradigma dan wajah pendidikan di negeri akan berubah. Jika beberapa faktor penyebab kegagalan pendidikan itu telah diubah, Insyaallah, wajah pendidikan di negeri ini akan berubah dan bermutu serta sejajar dengan kualitas pendidikan di negara lain [Hadiati]

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184