|
Tugas
seorang guru bukanlah semata-mata untuk mengajar atau memberikan materi kepada
anak didiknya, tetapi guru juga bertugas untuk mendidik anak didiknya menjadi
lebih baik dalam segala hal, baik itu tingkah lakunya, akhlaknya, maupun untuk
menumbuhkan rasa harga dirinya.
Untuk menumbuhkan rasa harga diri pada anak didik, guru harus memberikan
kesempatan pada didiknya:
1. Anak didik diperlakukan secara hormat
Guru tidak memotong pembicaraannya ketika ia sedang memberikan pendapat dan jika
pendapatnya itu terdengar aneh, guru juga tidak boleh mencela atau mengatakan
pendapatnya itu salah
2. Siswa mempunyai perasaan sendiri untuk mengungkapkan perasaannya.
Anak didik berhak menyatakan nyaman atau tidaknya ketika proses belajar sedang
berlangsumg, misalnya ia berhak untuk mengutarakan bahwa ia belum paham dengan
apa yang telah dijelaskan oleh gurunya atau penggunaan kalimat yang sulit
dimengerti oleh si anak didik.
3. Didengarkan dan tidak dianggap remeh
Ketika anak didik mengeluarkan pendapatnya, dia ingin didengarkan daan tidak
dianggap remeh hanya karena dia adalah seorang anak kecil.
4. Memutuskan apa yang penting baginya.
Siswa berhak memutuskan sesuatu yang menurutnya itu penting baginya dan guru
tidak boleh melarangnya. Guru haruslah memberikan kesempatan baginya untuk
melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri.
5. Belajar dari kesalahannya.
Bila siswa mendapat nilai jelek, guru tidaklah harus memberikan hukuman,
melainkan memberi kesempatan bagi sang anak untuk memperbaiki nilainya
dikemudian hari.
6. Mengambil tanggung jawab atas pilihannya.
Biasanya siswa-siswa yang belajar pada kelas akhir, diminimkan kegiatan
ekstrakurikuler dengan tujuan untuk memusatkan perhatian dan konsentrasi
menjelang ujian akhir, akan tetapi guru tidaklah boleh membatasi bila ada
beberapa siswa yang tetap berkeinginan untuk mengambil kegiatan lain di luar jam
sekolah. Siswa harus bertanggung jawab dengan apa yang telah menjadi pilihannya
dan menganggung dampak resiko dengan semua pilihannya.
7. Beri kesempatan untuk memecahkan masalah dengan keputusannya sendiri.
Dengarkan permasalahan yang sedang dihadapinya, biarkanlah siswa itu sendiri
untuk mengambil semua keputusan dalam pemecahan masalah yang sedang dihadapinya,
bimbinglah dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan perilaku dan sikapnya
bila ia mulai menyusun kerangka solusi (tindakan yang akan dilakukannya) secara
tepat dan benar. [Rahmawati]
___________________
|