|
Agama Dan Lingkungan: Menjadikan Agama Sebagai Dasar
Pijakan Untuk Usaha-Usaha Perbaikan Lingkungan Hidup
03/2009 | Herdiyan
Maulana
Usaha-usaha memelihara lingkungan atau Environmental Preservation sediri harus
dilandasai oleh sikap yang muncul dari diri sendiri, berupa kesadaran bahwa
perbuatan perduli dan memelihara lingkungan memang sudah seharusnya dilakukan
dan menjadi kewajiban bagi setiap orang, baik demi kebaikan individu
bersangkutan, masyarakat, dan juga seluruh aspek lingkungan lainnya di muka bumi
ini.
Meredakan Amarah
03/2009 | Ardiman Adami
Mengubur nafsu amarah atau ingin membalas dendam memang membutuhkan perjuangan.
Selama ini, di beberapa tempat, nafsu membunuh dan mengumbar dendam tak
terelakkan. Apalagi emosi sudah di ubun-ubun, punya kesempatan, serta ada yang
memprovokasi. Yang berhati lembut bisa berubah sangar, yang pengasih pun bisa
beralih jadi brutal. Begitulah. Manusia memang gudangnya khilaf dan dosa.
Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas
Tidur dan Mimpi: Perspektif Psikologi islami
02/2009 | H. Fuad Nashori
Stanley Cohen menemukan fakta
bahwa dalam waktu empat hari setelah orang-orang di negara Barat kehilangan satu
jam tidur setelah pergantian musim semi karena matahari lebih awal, ada
peningkatan tujuh persen kematian akibat kecelakaan jika dibandingkan dengan
seminggu sebelumnya dan seminggu setelahnya.
Bahagiakah Orang-Orang yang Melajang?
02/2009 | Rachmy Diana
Saya menemukan sejumlah kasus di mana seorang wanita dan pria melajang yang
begitu mandiri akhirnya keras kepala. Suatu saat saya dan teman saya memberi
masukan kepada seseorang yang berusia 50-an tahun dan hidup melajang berkaitan
dengan pekerjaannya. Ia dengan enteng berkata: “Saya tahu apa yang terbaik untuk
saya. Anda tidak perlu mendikte saya.”
Ciri-ciri Keluarga Bahagia
02/2009 | H. Fuad Nashori
Salah satu persoalan berkaitan dengan masalah ini adalah adab (tata krama)
menasehati. Mungkinkah anak menasehati sang ayah? Mungkin salah satu kenyataan
budaya kita menunjukkan bahwa ayah begitu perkasa dan berwibawa untuk
diposisikan sebagai orang yang dinasehati. Dalam Islam, siapapun dapat berada
dalam posisi yang benar dan sebaliknya bisa dalam posisi salah.
Proses Pembentukan Keluarga
02/2009 | H. Fuad Nashori
Kebiasaan bertemu atau sering berdekatan secara fisik bisa menghadirkan rasa
suka. Bila dua orang sering bertemu, maka di antara mereka akan tumbuh rasa suka.
Hal ini didukung oleh suatu eksperimen ilmiah sebagaimana dilaporkan Dari
eksperimen itu diketahui bahwa semakin sering wajah tertentu (dalam foto)
diperlihatkan semakin tinggi kemungkinan mereka akan menyukainya.
Melejitkan Moral-Spiritual Anak
01/2009 | H. Fuad Nashori
Beberapa tahun setelah banyak duduk di pangkuan ibundanya, Imam Syafii mulai
belajar membaca dan menghafal Al Qur’an. Hari demi hari ia pelajari satu per
satu ayat-ayat suci Al Qur’an. Orang melihat betapa cerdas Imam Syafii. Karena
wadah kognitifnya yang demikian besar, ia mampu memasukkan asupan informasi
secara optimum. Pada usia 7 tahun, ia telah menghafal seluruh isi Al Qur’an.
Mengakhiri Kehampaan dengan Dzikir
01/2009 | H. Fuad Nashori
Orang-orang yang mengalami persoalan makna hidup sangat direkomendasikan untuk
melazimkan diri dengan berbagai macam bacaan dzikir. Persoalan-persoalan yang
mengganjal kehidupan mereka dapat mereka sadari dengan berdzikir. Terutama untuk
dzikir yang dilakukan secara berkelompok, maka dzikir dapat kuat pengaruhnya
dalam upaya menghadirkan kesadaran diri.
Memberi Nama yang Baik Untuk Anak Kita
01/2009 | H. Fuad Nashori
Repetisi atau pengulangan memberikan pengaruh yang relatif menetap dalam diri
seseorang. Repetisi memiliki kekuatan memantapkan stimulasi yang ada dalam diri
seseorang. Lebih-lebih bila stimulasi itu dihayati, direnungkan, dan distigmakan
pada diri sendiri, maka seseorang akan menilai dirinya sangat buruk.
Penyakit Hati
Tanda, Sebab, Upaya Penyembuhan
01/2009 | H. Fuad Nashori
Pembicaraan-pembicaraan yang tidak berguna menyebabkan hati menjadi menu-run
kualitasnya. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu berkata: “Jangan kalian
memper-banyak ucapan selain dzikrullah, karena banyak omongan itu menyebabkan
kesatnya hati. Dan bahwa manusia yang paling jauh dari Allah Azza wa jalla
adalah manusia yang berhati kesat kasar.” Maka, dapat disimpulkan bahwa
kata-kata iseng dapat menyebabkan hati rentasng terhadap penyakit.
|