|
Insomnia
05/2008 | Pikirdong
Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau
kualitas tidur atau sering diartikan sebagai kesulitan untuk tidur. Dikatakan
mengalami insomnia bila ketidaknyamanan untuk tidur tersebut dialami selama
(minimal) dalam 2-3 minggu. Pada tingkat kronis gangguan ini dapat bersifat
menetap atau dalam jangka waktu yang lebih lama. Isomnia disebabkan oleh
beberapa kondisi seperti kecemasan, stres, depresi, (minuman) kopi, alkohol atau
kondisi medis lainnya.
Gangguan Tidur
Sleep Disorder
05/2008 | Pikirdong
Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang
atau di saat tidur dapat berupa, waktu jam tidur yang kurang, tidur tidak
nyenyak, tidur secara berlebihan, tidur berjalan dan pelbagai gangguan lainnya.
Gangguan tidur ini berlanjut hingga 2 minggu sampai 1 bulan atau bertahan dalam
waktu yang relatif lama. Diperkirakan ada 25% penderita gangguan tidur dialami
oleh orangtua atau sekitar 10% populasi secara keseluruhan mengidap gangguan ini.
Gangguan Kecemasan
Anxiety Disorder
05/2008 | Pikirdong
Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum
terhadap stress kadang dengan disertai kemunculan kecemasan. Namun kecemasan itu
dikatakan menyimpang bila individu tidak dapat meredam (merepresikan) rasa cemas
tersebut dalam situasi dimana kebanyakan orang mampu menanganinya tanpa adanya
kesulitan yang berarti.
Halusinasi
04/2008 | Pikirdong
Halusinasi sering dijumpai pada penggunaan obat-obatan dan narkoba. Penggunaan
kokain, LSD, dan pelbagai jenis simultan amphetamine dapat memicu munculnya
halusinasi. Misalnya saja pada penggunaan marijuana (ganja) dapat memunculkan
halusinasi secara visual
Post Partum Blues
04/2008 | Pikirdong
Perubahan hormon dan perubahan hidup ibu pasca melahirkan juga dapat dianggap
pemicu depresi ini. Diperikiran sekitar 50-70% ibu melahirkan menunjukkan
gejala-gejala awal kemunculan depresi post partum blues, walau demikian gejala
tersebut dapat hilang secara perlahan karena proses adaptasi dan dukungan
keluarga yang tepat.
Depresi Berat
03/2008 | Pikirdong
Dikatakan sebagai depresi berat (unipolar depression) bila mempunyai lebih dari
5 simtom (gejala) umum dari depresi. Seperti perasaan sedih, kehilangan semangat,
pesimistik dan sebagainya. Kehilangan selera makan dan kehilangan berat badan
secara drastis terlihat secara nyata, disamping itu penderita depresi berat
mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri yang lebih besar.
Distimia
03/2008 | Pikirdong
Distimia (dysthymia disorder) juga dikenal dengan sebutan neorosis depresi,
distimik depresi atau depresi kronis. Distimia merupakan bentuk dari gangguan
mood yang sifatnya menetap. Bentuk depresi ini tidak terlalu parah dibandingkan
dengan depresi berat, kriteria gangguan sifatnya ringan atau sangat jarang
terlalu parah, elasi antara normal dan depresi ringan yang terus berulang
berlangsung bertahun-tahun atau bahkan menetap.
Episode Depresi
03/2008 | Pikirdong
Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif
singkat, pada umumnya penderita episode depresif secara bertahap dapat pulih,
sayangnya episode depresif cenderung timbul kembali. Semakin stabil seseorang
dalam menghadapi episode awalnya semakin kecil kemungkinan depresi muncul
kembali
Depresi (bagian 2)
03/2008 | Pikirdong
Depresi pada orang dewasa berbeda dengan depresi yang dialami oleh anak-anak,
biasanya pada anak-anak dapat diketahui dengan terjadinya penurunan prestasi di
sekolah, penurunan aktivitas sehari-hari dengan mengurung diri di kamarnya dan
gangguan tidur.
Sosial Phobia
03/2008 | Pikirdong
Penderita sosial fobia menunjukkan pelbagai perilaku tertentu seperti rasa takut
berbicara di depan umum, makan ditempat umum, buang air kecil di toilet umum,
atau berbicara sepatah kata pada situasi sosial tertentu, takut menulis sesuatu
hal yang dapat dibaca oleh publik (Artinya, mereka lebih suka menyembunyikan
tulisan-tulisannya dengan menyembunyikan identitas penulis, biodata dan
sebagainya).
|