|
Dissocial Personality Disorder
07/2008 | Pikirdong
Kriteria gangguan kepribadian dissosial sama dengan gangguan kepribadian
antisosial. Perbedaan nama ini disebabkan adanya perbedaan klasifikasi antara
International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems
(ICD) untuk negara-negara Eropa dan Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders (DSM) untuk Amerika.
Antisocial Personality Disorder
07/2008 | Pikirdong
Gangguan kepribadian antisosial secara klinis merupakan gangguan karakter kronis
seperti sifat menipu, pemaksaan dan cenderung berlawanan dengan orang-orang
secara umumnya. Penderita gangguan kepribadian antisosial ini pada umumnya
adalah perilaku kriminal.
Schizoid Personality Disorder
07/2008 | Pikirdong
Gangguan kepribadian skizoid merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap
dalam diri individu yang menghindari (withdrawal) kontak dari hubungan sosial.
Individu dengan gangguan kepribadian skizoid (SPD) digambarkan sebagai individu
yang tidak memiliki emosi dalam merespon pelbagai situasi. Kondisi ini seperti
ketidakmampuan dalam menikmati pelbagai pengalaman-pengalaman hidup dalam
pelbagai situasi yang terjadi.
Personality Disorder
Gangguan
Kepribadian
07/2008 | Pikirdong
Gangguan
kepribadian merupakan suatu gangguan berat pada karakter dan kecenderungan
perilaku pada individu. Gangguan tersebut melibatkan beberapa bidang kepribadian
dan berhubungan dengan kekacauan pribadi dan sosial. Gangguan itu dapat
disebabkan oleh faktor hereditas dan pengalaman hidup pada awal masa kanak-kanak.
Kleptomania
06/2008 | Pikirdong
Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder)
yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan individu. Kleptomania
diartikan sebagai bentuk gangguan impuls yang tidak dapat dikendalikan oleh
individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dengan cara mencuri.
Gangguan ini dilakukan secara berulang (kompulsi) dengan pelbagai alasan yang
tidak rasional untuk memiliki benda-benda tersebut.
Commitment Phobia
05/2008 | Pikirdong
Penderita gangguan fobia komitmen sangat takut mendengar beberapa kalimat
tertentu berupa komitmen bersama yang terucapkan dari pasangan cintanya,
meningkatnya rasa cemas dan rasa takut ketika menghadapi beberapa situasi yang
membuatnya merasa terjebak; misalnya saja memasuki tahap pernikahan, tahap
pertunangan, mempunyai bayi dan sebagainya
General Anxiety Disorder
05/2008 | Pikirdong
Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk
gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus merasakan ketegangan
yang tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Hampir secara keseluruhan waktu yang
dimiliki individu cenderung bereaksi secara berlebihan terhadap stres yang
ringan sekalipun. Penderita gangguan kecemasan ini tidak mampu membuat dirinya
santai, secara terus-menerus merasa takut dengan hal-hal yang menyangkut masa
depan, pengambilan keputusan dan sulit untuk berkonsentrasi.
Phobia
05/2008 | Pikirdong
Phobia merupakan gangguan kecemasan terhadap stimulus atau situasi tertentu yang
pada dasarnya tidak membahayakan bagi orang secara umum, akan tetapi individu
tersebut mengalami peningkatan kecemasan yang tidak lazim dibandingkan orang
lain yang menhadapi situasi atau stimulus yang sama. Individu menyadari bahwa
rasa atkutnya itu tidak rasional akan tetapi ketika menghadapi situasi tersebut
terjadi peningkatan rasa khawatir yang kuat bahkan kadang menimbulkan serangan
panik.
Obsessive-compulsive Disorder
05/2008 | Pikirdong
Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi
dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi
obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan
tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat
kecemasannya.
Panic Disorder
05/2008 | Pikirdong
Panic disorder (gangguan panik) merupakan panik yang terjadi secara tiba-tiba
tanpa ada tanda-tanda kemunculannya seperti teror yang diakibatkan oleh
akumulasi kecemasan. Serangan panik yang muncul disebabkan kemunculan
perasaan-perasaan (cemas) dan rasa takut berlebihan, akhirnya individu merasakan
dirinya akan mati.
|