|
ADHD Pada Anak-anak
03/2009 | Pikirdong
Tanda-tanda
adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra
sekolah. Kurangnya atensi, hiperaktif dan kompulsif merupakan tanda-tanda yang
langsung dapat ditangkap adanya gangguan pada anak, misalnya saja anak tidak
suka atau kehilangan minat untuk bermain, berlari kesana-kemari dan tidak dapat
mengontrol keinginannya untuk menyentuh benda-benda disekitarnya. Bila orangtua
menangkap gejala tersebut seharusnya segeralah membawa anaknya ke dokter anak
atau psikolog. Penangan secara dini akan memberikan kontribusi perilaku yang
lebih baik ketika anak memasuki tahap perkembangan selanjutnya.
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
03/2009 | Pikirdong
Istilah Attention Deficit Disorder (ADD) pertama sekali
diperkenalkan pada tahun 1980an dalam Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) III edisi
ketiga yang menjadi panduan psikiatris. Pada tahun 1994
istilah tersebut diganti menjadi ADHD dengan pembagian
tiga tipe gangguan; tipe hiperaktif-impulsif, tipe
gangguan atensi, dan kombinasi antara keduanya.
Asperger Syndrome
03/2009 | Pikirdong
Istilah sindrom Asperger pertama sekali diperkenalkan oleh Hans Asperger (1944),
pengertian yang sempit menyerupai pengertian gangguan autisme dari Kanners
(1943) telah menimbulkan kontroversial pada saat itu. Namun demikian melalui
penelitian yang panjang, konsep gangguan Asperger barulah dapat diterima dan
diakui dalam DSM IV pada tahun 1994.
Tingkat Perkembangan Mental dan Fisik Anak
(Developmental Milestones)
03/2009 | Pikirdong
Namun demikian, tidak semua harapan itu sesuai dengan kenyataan,
kelainan-kelainan perkembangan sejak awal sudah dapat dideteksi sejak dini,
namun kebanyakan orang tua tidak mempunyai sebuah standar perkembangan fisik dan
mental anak yang sesuai dengan fase perkembangan normalnya, sehingga mereka
berharap cemas anaknya dapat tumbuh dengan normal tanpa adanya penyimpangan.
Peran Orangtua dalam Memberi Support pada Anak
Gangguan Autis
03/2009 | Pikirdong
Anak autis memiliki permasalahan dalam kemampuan belajar, berbicara dan
kerancuan dalam berbahasa. Permasalahan yang kompleks ini membuat sebagian
orangtua kewalahan dalam menghadapi anak autis. Disamping itu, perawatan anak
autis juga membutuhkan biaya yang besar, sehingga banyak anak autis tidak
mendapatkan pendidikan ataupun pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan skill
sosialnya..
Mendeteksi Secara Dini Gangguan Autis
03/2009 | Pikirdong
Tanda utama yang paling sering dilaporkan adalah orangtua menemukan anaknya
tidak mau berbicara atau belajar mengembangkan kosa kata, tidak mau bermain
dengan teman seusia sebayanya atau respon terhadap orang sekelilingnya kurang
dan kehilangan beberapa kemampuan yang sudah ia kuasai sebelumnya.
Autism Disorder
03/2009 | Pikirdong
Autisme diartikan sebagai gangguan syaraf mental di awal perkembangan masa
kanak-kanak, meskipun kadang diagnosa autisme itu sendiri tidak terdeteksi
ketika sejak masa prasekolah atau masa sekolah. Gejala autisme kemungkinannya
telah muncul ketika usia anak mencapai 12-18 bulan. Perilaku karakteristik
autisme sendiri mudah terdeteksi pada usia 3 tahun, misalnya dengan mengetahui
keterlambatan dalam berbicara atau penguasaan kosa kata pada masa prasekolah.
Gangguan Delusi
03/2009 | Pikirdong
Secara awam orang yang berhadapan dengan pasien memiliki delusi akan terlihat
nyata, hal ini disebabkan ekspresi wajah yang begitu menyakinkan sehingga orang
akan mempercayai dengan apa yang diucapkan oleh individu dengan gangguan delusi
tersebut. Pasien akan terlihat secara normal layaknya orang lain selama tema
episode itu berlangsung. Disebut sebagai gangguan delusi bila kemunculan delusi
tersebut bukan disebabkan oleh kondisi medis.
Terapi Psiko-Spiritual: Mengantisipasi Stres Pasca-Gempa
02/2009 | Ardiman Adami
Dalam banyak kejadian, rehabilitasi fisik relatif lebih kelihatan dan jelas pola
penanganannya, walaupun juga tidak mudah karena memerlukan mobilitas dana dan
prasarana yang tidak sedikit. Namun berbeda halnya dengan rehabilitasi psikis.
Kondisi katastropik tersebut telah meninggalkan luka psikis yang mendalam dalam
bentuk gejala-gejaka psikologis yang biasa disebut sebagai gangguan stres pasca-trauma
(post-traumatic stress disorder).
Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres
02/2009 | Pikirdong
Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu
untuk mengurangi stres, kekalutan emosi dan bahkan dapat mereduksi pelbagai
gangguan-gangguan fisiologis dalam tubuh. Beberapa penelitian ini telah
dilakukan oleh beberapa ahli seperti Lehrer dan Woolfolk pada tahun 1984
menunjukkan teknik relaksasi mempunyai hubungan yang positif secara psikologis
dan kesehatan fisik.
|