Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Kepribadian Menurut Urutan Kelahiran (Berdasarkan Teori Alfred Adler)


Artikel Psikologi | 09/2004 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Dalam terapi yang dilakukan oleh Adler, ia hampir selalu menanyakan kliennya mengenai keadaan keluarga, yakni; urutan keluarga, jenis kelamin dan usia saudara-saudara sekandung. Adler mengembangkan teori urutan lahir didasarkan pada keyakinannya bahwa keturunan, lingkungan dan kreativitas individual berganbung membentuk kepribadian seseorang. menurutnya, dalam sebuah keluarga, setiap anak lahir dengan unsur genetik yang berbeda, masuk dalam seting sosial yang berbeda, dan anak-anak itu menginterpretasikan situasi dengan cara yang berbeda pula.

Adler menganggap urutan kelahiran dalam keluarga mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian seseorang, urutan-urutan tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan dalam menginterpretasikan setiap pengalaman yang didapat.

 

Adler menggambarkan; anak sulung mendapat perhatian yang utuh dari orangtuanya, sampai perhatian itu terbagi saat ia mendapatkan adiknya. Perhatian dari orang tua cenderung membuat anak memiliki perasaan mendalam untuk menjadi superior atau kuat, kecemasan tinggi dan terlalu dilindungi. Saat kelahiran adiknya, menimbulkan dampak traumatik kepada anak sulung yang turun tahta sebagai anak tunggal. Peristiwa ini mengubah situasi dan mengubah cara pandangnya terhadap dunia sekitarnya.
 

 

Anak Sulung

Anak kedua

Anak Bungsu

Anak tunggal

S i t u a s i  d a s a r

Menerima perhatian tidak terpecah dari orang tua
Turun tahta akibat kelahiran adik dan harus berbagi perhatian

Memiliki model atau perintis, yakni kakaknya
Harus berbagi perhatian sejak awal

Memiliki banyak model perhatian, walaupun berbagi, tidak berubah sejak awal
Sering dimanja

Menerima perhatian orangtua tidak terbagi
Cenderung cukup dengan orang tuanya
Sering dimanja

 D a m p a k  p o s i t i f

Bertanggungjawab, melindungi dan memperhatikan orang lain
Organisator yang baik

Motivasinya tinggi
Memiliki interes sosial

Lebih mudah menyesuaikan diri dibandingkan kakaknya

Kompetisi yang sehat
Sering mengungguli semua saudaranya.

Ambisius yang realistik

Masak ssecara sosial
 

  D a m p a k  n e g a t i f

Merasa tidak aman, takut tiba-tiba kehilangan nasib baiknya
Pemarah, pesimistik konservatif, perhatian pada aturan dan hukum

Berjuang untuk diterima

Tidak kooperatif, sering mengkritik orang lain

Pemberontak dan pengiri permanen, cenderung berusaha untuk mengalahkan orang lain
kompetitif berlebihan

Mudah kecil hati

Sukar berperan sebagai pengikut

Merasa inferior dengan siapa saja
Tergantung pada orang lain

Ambisi yang tidak realistik

Gaya hidup manja

Ingin menjadi pusat perhatian

Takut bersaing dengan orang lain

Merasa kedudukan dirinya benar dan setiap tantangan harus disalahkan

Perasaan kerjasama rendah

Gaya hidup manja
 

 

Tabel: Ciri Kepribadian Menurut Urutan Kelahiran

 


Pembentukan kepribadian setelah kelahiran adiknya dapat membentuk tanggung jawab kepada orang lain, melindungi orang lain, atau bahkan merasa sebaliknya, ia dapat menjadi merasa tidak aman dan miskin interes sosial. Bila kelahiran tersebut berjarak 3 tahun atau lebih, maka ia akan marah karena ia harus mengakui adiknya, beberapa faktor yang telah dimiliki oleh pengalaman sebelumnya bergabung sebagai interpretasi pengalamannya, bila persiapan dan interes sosialnya baik maka ia akan mengembangkan sikap kooperatif dan ia akan memakai gaya kooperatif itu kepada adiknya. Bila kelahiran adiknya sebelum dia berusia 3 tahun maka kemarahan dan kebencian itu semakin bsar dan tidak disadari, sikap itu menjadi resisten dan sulit diubah pada orang dewasa.

Anak kedua biasanya memulai hidup dalam situasi yang lebih baik untuk mengembangkan kerjasama dan minat sosial. Pada tahap tertentu, kepribadian anak dibentuk melalui pengamatannya terhadap sikap kakanya. Jika sikap kakaknya penuh kemarahan dan kebencian, anak kedua mungkin menjadi sangat kompetitif, atau menjadi penakut dan sangat kecil hati. Umumnya anak kedua tidak mengembangkan kedua arah itu, tetapi masak dengan dorongan kompetisi yang baik, memiliki keinginan yang sehat untuk mengalahkan kakaknya. Jika dia banyak mengalami keberhasilan, anak akan mengembangkan sikap revolusioner dan merasa bahwa otoritas itu dapat dikalahkan.

Anak bungsu, seringkali dimanja, sehingga beresiko tinggi menjadi anak bermasalah. mudah terdorong pada perasaan inferior yang kuat dan tidak mampu berdiri sendiri. Namun demikian ia mempunyai banyak keuntungan, ia termotivasi untuk selalu mengungguli kakak-kakaknya dan menjadi anak yang ambisius.

Anak tunggal mempunyai posisi unik dalam berkompetisi, tidak dengan saudara-saudaranya melainkan dengan kedua orangtuanya. Mereka sering mengembangkan perasaan superior berlebihan, konsep diri rendah dan perasaan bahwa dunia adalah tempat yang berbahaya bila kedua orangtuanya terlalu menjaga kesehatannya. Adler menyatakan bahwa anak tunggal mungkin kurang baik mengembangkan kerjasama dan minat sosial, memiliki sifat parasit, dan mengharapkan perhatian untuk melindungi dan memanjakannya.   [PD]
 


__
Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Penerbit: UMM

 

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184