Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Stress


Artikel Psikologi | 10/2006 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres. Kita akan lebih sering berhadapan dengan gejolak emosi yang disebut dengan stres, kemacetan yang luar biasa, beban pekerjaan yang menumpuk dan membutuhkan penyelesaian yang cepat, tindakan kejahatan yang mengancam, kehilangan orang yang dicintai dan berbagai permasalahan lainnya yang menimbulkan kecemasan. Stres seakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Istilah stres semakin populer seiring media menyebutnya sebgai perilaku yang tak lazim pada manusia sebagai akibat dari stres, nervous breakdown, menjadi istilah yang sering dipakai dalam berbagai liputan tentang kehidupan artis yang mengalami permasalahan dalam kehidupannya, bunuh diri, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahan narkoba dan berbagai liputan lainnya. Akibatnya orang semakin akrab dengan istilah tersebut. Tak jarang kita mendengar ibu-ibu yang menyeletuk; "Aku stres kalau jalan selalu macet!"

Dalam pengertian umum, stres terjadi jika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan yang dapat mengancam kesehatan fisik atau psikologisnya. Tak terhitung banyaknya peristiwa yang dapat menimbulkan stres. Peristiwa-peristiwa tersebut disebut dengan stressor. Sebagian besar darinya membawa pengaruh terhadap perubahan perilaku seperti perang, kematian orang-orang terdekat atau gempa. Hal lain sebagai bentuk karakteristik peristiwa yang dapat memicu munculnya adalah adanya bertentangan (konflik) dalam bentuk motif atau keinginan yang saling bertentangan.

Sumber stres yang paling jelas adalah peristiwa traumatik (lihat - Gangguan Stres Pasca Trauma), peritiwa tersebut antara lain; gempa bumi (bencana alam - disaster syndrome), peperangan, penyiksaan seksual dan sebagainya. Reaksi orang berbeda-beda terhadap stres, hal ini dipengaruhi oleh karakteristik peristiwa yaitu;

1) Controllability
Yaitu suatu kondisi pemicu stres yang dapat dikendalikan oleh individu. Artinya individu mempunyai kemampuan untuk segera keluar dari lingkungan stres tersebut. Keyakinan bahwa kita mampu untuk mengendalikan suatu peristiwa akan memperkecil tingkat kecemasan

2) Predictability
Suatu kondisi atau peristiwa pemicu stres yang dapat diperkirakan akan terjadi (walaupun individu tidak mampu untuk mengedalikannya) akan mengurangi tingkat keparahan stres.

3) Menantang tingkat batas-batas manusia
Beberapa situasi yang dapat dikendalikan dan diprediksi (peristiwa tersebut mengandung stressor) akan tetapi peristiwa tersebut memaksa kita pada batas-batas kemampuan dan menantang kemampuan kita, misalnya siswa yang belajar berjam-jam karena keesokan akan ada ujian dibandingkan hari-hari sebelumnya. Contoh lainnya pekerjaan yang harus diselesaikan karena telah sampai pada deadline pada hari itu juga.
 


Gejala stres

Beberapa gejala untuk mengetahui seseorang mengalami stres:

a) Gejala fisik
Ditandai dengan muncul rasa sakit kepala, sakit lambung, hypertensi (darah tinggi), sakit jantung atau jantung yang sering berdebar-debar tanpa sebab yang jelas, insomnia, mudah lelah, berkeringat, hilangnya selera makan, sring buang air kecil.

b) Gejala psikis
Ditandai dengan gelisah atau muncul kecemasan, sulit berkonsentrasi, sikap apatis, pesimis, hilangnya rasa humor, sering melamun, kehilangan gairah terhadap belajar atau pekerjaan, cenderung bersikap agresif baik secara verbal maupun non-verbal (physic aggression)
 


Stres berat

Gambaran klinis utama adalah pengalaman ulang peristiwa yang menyakitkan, merupakan suatu pola menghindar dan kekakuan emosi serta kesadaran secara berlebihan yang hampir menetap yang merupakan konsekuensi langsung dari stres yang akut atau trauma yang berkepanjangan. Karakteristik dari kategori ini tidak hanya didasarkan pada identifikasi secara simtom (gajala-gejala yang tampak) atau perjalanan penyakit, akan tetapi lebih pada pencetus terjadi stres berat yaitu:
suatu stres kehidupan yang luar biasa yang menyebabkan reaksi stres akut atau suatu perubahan penting dalam kehidupan yang menimbulkan ketidaknyamanan berkelanjutan yang kemudian hari dapat terjadi gangguan penyesuaian

Gangguan-gangguan ini dapat dianggap sebagai respon maladaptif terhadap stres berat atau stres berkelanjutan dimana mekanisme penyesuaian tidak berhasil mengatasi sehingga menimbulkan masalah dalam funsi sosialnya. Holmes dan Rahe (1967) menyebutkan peristiwa-peristiwa stres yang dapat mengakibatkan perubahan dalam hidup individu diantaranya adalah kematian orang yang dicintai, perceraian, hidup terpisah dalam perceraian, hukuman penjara, kematian orang-orang terdekat, luka atau rasa sakit yang berkepanjangan, dipecat dari pekerjaan dan sebagainya.
 


Individu yang rentan terhadap gejala stres berat:


1) Adanya pengalaman masa trauma di masa kanak-kanak
2) Gangguan kepribadian ambang, paranoid, dependen atau antisosial
3) Sistem pendukung yang tidak adekuat (adequate)
4) Kerentanan genetik
5) Perubahan hidup penuh stres yang baru terjadi
6) Persepsi lokus kontrol eksternal
7) Penggunaan alkohol  [PD]


 

Artikel berkaitan:

  Faktor Pemicu Munculnya Stres

 

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184