| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Macet. Jalan yang padat sebagai stressor yang paling
berat bagi mereka yang melakukan perjalanan dengan kendaraan |
| |
|
| |
|
| |
|
Beberapa faktor yang dianggap sebagai pemicu timbulnya
stres (stressor):
A. Faktor fisik-biologis
1) Genetika
Banyak ahli beranggapan bahwa masa kehamilan mempunyai keakraban dengan
kemungkinan kerentanan stres pada anak yang dilahirkan, kondisi-kondisi tersebut
berupa ibu hamil perokok, ibu hamil yang alkoholik, penggunaan obat-obatan yang
dilarang dipakai pada masa kehamilan seperti; aspirin dan jenis obat-obatan
analgesik
2) Case History
Beberapa riwayat penyakit dimasa lalu yang mempunyai efek psikologis di masa
depan, dapat berupa penyakit dimasa kecil seperti demam tinggi yang mempengaruhi
kerusakan gendang telinga dsb, kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan organ
atau bagian tubuh (cacat), patah tulang dan sebagainya.
3) Pengalaman hidup
Mencakup case history dan juga pengalaman-pengalaman hidup yang mempengaruhi
perasaan independen dan juga menyangkut kematangan organ-organ seksual pada masa
remaja. Contoh; pada anak remaja yang mengalami keterlambatan pertumbuhan
payudara dibandingkan dengan kelompok bermainnya akan mempengaruhi perilakunya,
atau pada anak laki-laki yang merasa minder karena pertumbuhan phalus yang
terlambat dibandingkan kelompok bermainnya akan mendapat ejekan dari
teman-temannya yang mempengaruhi rasa percaya diri ketika akan menikah.
4) Tidur
Istirahat yang cukup akan memberikan energi pada kegiatan yang sedang
dilakukannya, kebutuhan tidur akan mempengaruhi terhadap konsentrasi, semangat
dan gairah terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Penderita insomnia mempunyai
kerentanan terhadap stres yang lebih berat.
5) Diet
Diet yang berlebihan dapat mengakibatkan stres berat. Pelaku diet penderita
obesitas yang melakukan diet ketat yang berlebihan mempunyai resiko kematian
yang tinggi, di Amerika Serikat diperkirakan 6 diantara 10 orang yang melakukan
diet ketat ini menyebabkan kematian. Diet secara berlebihan memungkinkan
munculnya sindrom anoreksia.
6) Postur tubuh
Dalam beberapa kasus, postur tubuh dapat berperan sebagai stressor, misalnya
individu yang berkeinginan untuk menjadi polisi atau tentara, batasan tinggi
badan dapat menjadi kendala bila bersangkutan tidak mencapai taraf yang telah
ditentukan, Individu yang memiliki kelainan bentuk tubuh, cacat bawaan, dan
penggunaan stereoid juga dapat memicu munculnya stres pada indvidu yang telah
teradiksi.
7) Penyakit
Beberapa penyakit dapat menjadi stressor pada individu berupa; tuberculosis (TBC),
kanker, impotensi yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus, dan berbagai
penyakit lainnya. Penyakit anemia dapat menimbulkan individu cepat merasa lelah
sehingga dapat menimbulkan rasa stres sehingga individu kurang dapat bekerja
secara maksimal.
B. Faktor psikologis
1) Persepsi
Kadar stres dalam suatu peristiwa sangat tergantung bagaimana individu bereaksi
terhadap stres tersebut, hal ini sangat tergantung bagaimana individu
berpersepsi terhadap stressor yang muncul. Kadar stress tersebut sangat
bergantung pada:
- Kontrol terhadap stres
Individu dapat mengontrol stres yang muncul, misalnya individu tersebut keluar
dari lingkungan dan pemikiran-pemikiran yang dapat merusak pemikiran positif.
- Stres yang dapat diprediksi
Individu yang mempunyai kesiapan terhadap hal-hal pekerjaan yang mengandung
resiko stres akan lebih baik dibandngkan individu yang tak siap samasekali.
Individu yang dapat memprediksi akan lebih ringan kadar stresnya dibandingkan
individu yang langsung berhadapan dengan stressor yang tak pernah ia duga
sebelumnya.
- Kemampuan melawan batas
Individu yang beranggapan bahwa stres sebagai tantangan yang mengasyikan akan
mempengaruhi kadar stres yang rendah, biasanya individu tersebut tetap enerjik
dengan semua apa yang dilakukan sebagai tantangan, hal ini akan berbeda pada
individu yang merasa terpaksa melakukannya.
2) Emosi
Emosi merupakan hal sangat penting dan sangat kompleks dalam diri individu,
perbedaan kemampuan untuk mengenal dan membedakan setiap perasaan emosi sangat
berpengaruh terhadap stres yang sedang dialaminya. Stress dan emosi mempunyai
keterikatan yang saling mempengaruhi keduanya yakni; kecemasan, rasa bersalah,
khawatir, ekspresi marah, rasa takut, sedih, cemburu
3) Situasi psikologis
Hal-hal yang mempengaruhi konsep berpikir (kognisi) dan penilaian terhadap
situasi-situasi yang mempengaruhinya. Situasi tersebut berupa konflik, frustrasi
serta situasi atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian yang
memberikan ancaman bagi individu, misalnya tingkat kejahatan yang semakin
meningkat akan memberikan rasa kecemasan (stres)
4) Pengalaman hidup
Pengalaman hidup merupakan keseluruhan kejadian yang memberikan pengaruh
psikologis bagi individu. Kejadian tersebut memberikan dampak implikasi
psikologis dan memungkinkan kemunculan stres bagi individu. Beberapa kejadian
tersebut adalah;
a) Perubahan hidup
Termasuk didalamnya berbagai kejadian yang memberikan perubahan hidup secara
mendadak
seperti perkawinan, perceraian, pindah tempat kerja, jadwal kerja yang padat dan
sebagainya
b) Masa transisi (life passages)
Perubahan-perubahan waktu yang signifikan terhadap perubahan perilaku
Hal-hal tersebut termasuk masa pubertas, masa pra pensiun
c) Krisis kehidupan
Perubahan status radikal dalam kehidupan seseorang
Kejadian-kejadian yang menyangkut krisis kehidupan adalah pemecatan (PHK),
bangkrut, hutang akibat gagal panen dan sebagainya.
C. Faktor Lingkungan
1) Lingkungan Fisik
Hal-hal kondisi atau pun kejadian yang berhubungan dengan keadaan sekeliling
individu yang dapat memicu stres, hal tersebut dapat berupa bencana alam
(disaster syndrome) berupa gempa bumi, topan, badai, dan sebgainya. Hal-hal lain
yang dapat menjadi stressor adalah kondisi cuaca (terlalu panas/dingin), kondisi
lingkungan yang padat (over crowded), kemacetan, lingkungan kerja yang kotor,
dan sebagainya
2) Lingkungan Biotik
Gangguan yang berasal dari makhluk microscopic berupa virus atau bakteri.
Penderita alergi misalnya dapat menjadi stres bila lingkungan tempat tinggalnya
dapat menjadi pemicu munculnya alergi bila berada di dalamnya
3) Lingkungan Sosial
Hubungan yang buruk dengan orangtua, bos atau rekan kerja adalah hal-hal yang
berhubungan affiliasi dengan orang lain yang tidak berjalan dengan baik akan
menjadi stressor bagi individu yang tidak dapat memperbaiki hubungannya. [PD]
Artikel berkaitan:
Stres ___________________
|