|
Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti
kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi pada ibu. Kontinum
permasalahan dan kondisi berlanjut tersebut digolongkan dalam jenis gangguan
depresi. Kemunculan depresi ini diperikirakan setelah 1 tahun atau secepatnya
dalam 4 minggu setelah melahirkan.
Beberapa dugaan kemunculan ini disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam dan
luar individu. Penelitian dari Dirksen dan De Jonge Andriaansen (1985)
menunjukkan bahwa depresi tersebut membawa kondisi yang berbahaya bagi
perkembangan anak di kemudian hari. De Jonge Andriaansen juga meneliti beberapa
teknologi medis (penggunaan alat-alat obstetrical) dalam pertolongan melahirkan
dapat memicu depresi ini. Misalnya saja pada pembedahan caesar, penggunaan tang,
tusuk punggung, episiotomi dan sebagainya.
Perubahan hormon dan perubahan hidup ibu pasca melahirkan juga dapat dianggap
pemicu depresi ini. Diperikiran sekitar 50-70% ibu melahirkan menunjukkan
gejala-gejala awal kemunculan depresi post partum blues, walau demikian gejala
tersebut dapat hilang secara perlahan karena proses adaptasi dan dukungan
keluarga yang tepat.
Individu Yang Beresiko
Secara global diperkirakan terdapat 20% wanita melahirkan menderita post partum
blues, di Belanda diperkirakan sekitar 2-10% ibu melahirkan mengidap gangguan
ini. Beberapa kondisi yang dapat memunculkan depresi post partum blues;
1) Ibu yang pernah mengalami gangguan kecemasaan termasuk depresi sebelum hamil
2) Kejadian-kejadian sebagai stressor yang terjadi pada ibu hamil, seperti
kehilangan suaminya.
3) Kondisi bayi yang cacat, atau memerlukan perawatan khusus pasca melahirkan
yang tidak pernah dibayangkan oleh sang ibu sebelumnya.
4) Melahirkan di bawah usia 20 tahun.
5) Tidak adanya perencanaan kehamilan atau kehamilan yang tidak diharapkan.
6) Ketergantungan pada alkohol atau narkoba
7) Kurangnya dukungan yang diberikan oleh anggota keluarga, suami, dan teman
8) Kurangnya komunikasi, perhatian, dan kasih sayang dari suami, atau pacar,
atau orang yang bersangkutan dengan sang ibu.
9) Mempunyai permasalahan keuangan menyangkut biaya, dan perawatan bayi.
10) Kurangnya kasih sayang dimasa kanak-kanak
11) Adanya keinginan untuk bunuh diri pada masa seblum kehamilan.
Gejala Utama
Gejala-gejala post partum blues hampir sama gejala yang muncul pada
depresi
berat. Beberapa gejala yang tampak adalah;
- Perasaan negatif terhadap bayi yang dilahirkannya (termasuk adanya keinginan
untuk membunuh bayi tersebut)
- Kesulitan untuk tidur
- Perubahan drastis berat badan
- Kelelahan dan lesu
- Adanya perasaan untuk membenci pada diri sendiri, perasaan bersalah, individu
merasa dirinya tidak berguna untuk orang lain
- Samasekali tidak bisa berkonsentrasi terhadap masalah kecil sekali pun
- Menarik diri dari lingkungan, kehilangan terhadap minat sosial
- Mudah marah, mudah terhasut dan kegelisahan secara mendalam
- Kehilangan gairah terhadap sesuatu hal (aktivitas)
- Kehilangan harapan, pesimistik
- Merencanakan dan percobaan untuk bunuh diri
Gejala Medis
Sampai saat ini belum ada alat test khusus yang dapat mendiagnosa secara
langsung post partum blues. Secara medis, dokter menyimpulkan beberapa simtom
yang tampak dapat disimpulkan sebagai gangguan depresi post partum blues bila
memenuhi kriteria gejala yang ada. Kekurangan hormon tyroid yang ditemukan pada
individu yang mengalami kelelahan luar biasa (fatigue) ditemukan juga pada ibu
yang mengalami post partum blues mempunyai jumlah kadar tyroid yang sangat
rendah.
Treatment
Treatment diberikan setelah melahirkan dapat berupa medikasi dan terapi atau
kombinasi keduanya. beberapa jenis antidepressant yang sesuai dapat diberikan
kepada ibu yang menyusui. Dalam psikoterapi, pastisipasi dalam grup support
dilakukan untuk memberikan (menanamkan) dukungan sosial terhadap individu agar
dapat mengurangi tingkat depresi yang muncul. [PD]
___________________
|