|
Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang
atau di saat tidur dapat berupa, waktu jam tidur yang kurang, tidur tidak
nyenyak, tidur secara berlebihan, tidur berjalan dan pelbagai gangguan lainnya.
Gangguan tidur ini berlanjut hingga 2 minggu sampai 1 bulan atau bertahan dalam
waktu yang relatif lama. Diperkirakan ada 25% penderita gangguan tidur dialami
oleh orangtua atau sekitar 10% populasi secara keseluruhan mengidap gangguan ini.
Beberapa penyebab gangguan tidur
Beberapa penyebab gangguan tidur dapat berupa;
- Usia. Pada orang dewasa normal dibutuhkan 8 jam waktu untuk tidur, seiring
dengan penambahan usia jam waktu tidur semakin menurun, pada usia 60 tahun ke
atas rata-rata waktu yang digunakan oleh orangtua untuk tidur adalah 6 jam.
- Kecemasan
- Ketergantungan pada
alkohol, pengguna atau masa transisi dari terapi alkohol
- Kelebihan tidur pada siang harinya
- Depresi
- Penggunaan narkotika seperti amphetamine dan kokain
- Stimulan tertentu berupa nikotin, kopi, alkohol, atau makanan tertentu
- Stress dan rasa cemas berlebihan
- Gangguan pada sistem urin yang membuat individu terus berjaga untuk ke kamar
mandi
- Jam kerja dimalam hari
- Situasi atau kondisi medis berupa kelebihan thyroid, ephedrine,
phenylpropanolamine, dan sebagainya
- Penyakit, seperti penyakit tulang, pembesaran prostat, cystitis, atau
chronic obstructive pulmonary disease (COPD)
- Kekurangan atau kelebihan cahaya di dalam kamar
- Lingkungan tempat tinggal yang gaduh, seperti ditepi jalan raya, rel kereta
api atau tempat keramaian lainnya
- Gangguan pola tidur, tidur yang tidak nyenyak, mudah terbangun
Gangguan tidur paling banyak ditemukan pada individu yang mengalami distress,
kecemasan atau depresi. Insomnia
merupakan simtom yang sering muncul pada gangguan maladjustment diatas.
Beberapa jenis gangguan tidur
1) Insomnia
Isomnia adalah tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering
diartikan sebagai kesulitan untuk tidur. Dikatakan mengalami insomnia bila
ketidaknyamanan untuk tidur tersebut dialami selama (minimal) dalam 2-3 minggu.
Pada tingkat kronis gangguan ini dapat bersifat menetap atau dalam jangka waktu
yang lebih lama. Isomnia disebabkan oleh beberapa kondisi seperti kecemasan,
stres, depresi, (minuman) kopi, alkohol atau kondisi medis lainnya
2) Hypersomnolence
hypersomnolence atau sering juga dikenal dengan hypersomnia dimana
individu tidur dalam jumlah waktu yang lebih lama dibandingkan waktu tidur
individu normal (6-8 jam). Hypersomnia juga dialami bagi mereka yang
mengalami pengobatan medis atau disebabkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya
pada penderita yang menjalani pengobatan kemoterapi kanker.
Beberapa tipe jenis hypersomnolence ini antara lain adalah
a) Apnea
Apnea lebih sering dialami oleh orang-orang yang mengalami kegemukan (obesitas),
atau pada orang mempunyai leher yang lebih pendek yang disebabkan oleh berat
badan lebih. Apnea ditandai dengan berhentinya pernafasan sesaat (beberapa detik)
selama dalam tidur seperti kesulitan untuk bernafas. Diduga akibat kekurangan
oksigen di dalam otak, akumulasi asam di darah, peningkatan tekanan pada batang
otak, tekanan darah tinggi, atau kegagalan fungsi hati. Dugaan lainnya
diperkirakan adanya kerusakan syaraf otak yang berhubungan dengan sistem
pernafasan. Apnea dapat menimbulkan kematian, kondisi ini disebut dengan sudden
infant death syndrome (SIDS)
b) Narcolepsy
Gangguan tidur berupa individu kesulitan untuk mengontrol atau tertidur secara
tiba-tiba dalam beberapa menit atau sejam. Dalam sehari dapat terjadi beberapa
kali. Beberapa simtom seperti halusinasi hypnagogik yakni
halusinasi yang terjadi pada saat
mulai tertidur, individu berada dalam terjaga dan ambang tidur. Simtom lainnya
adalah sleep paralysis yakni kelumpuhan dimana tubuh tidak dapat bergerak
selama proses tidur terjadi. Sleep paralysis kadang tidak dikaitkan dengan
kemunculan narkolepsi, namun beberapa individu penderita narkolepsi juga
mengalami sleep paralysis.
c) Idiopathic hypersomnia
Gangguan oversleep pada penderita gangguan mental.
3) Episodic Nocturnal Event
Merupakan gangguan tidur berupa terjaga ditengah malam karena disebabkan oleh
beberapa faktor seperti night terror, mimpi buruk atau disebabkan oleh
somnambulism
Treatment
Pengobatan gangguan tidur dapat dilakukan sendiri dengan beberapa cara;
1) Menghindari minuman beralkohol. Hindari juga minuman kopi, paling tidak 8 jam
sebelum tidur. Hindari jenis simultan seperti nikotin pada rokok.
2) Usaha tidur pada jam tertentu secara teratur. Jangan tidur bila Anda masih
tidak mengantuk atau dalam keadaan segar.
3) Jangan meletakan perangkat elektronika di dalam kamar seperti televisi dan
komputer. Alat-alat tersebut akan membuat Anda semakin sulit untuk tidur.
4) Anda bisa berkhayal atau melakukan teknik relaksasi sebelum tidur
5) Segera bangun dari tempat tidur bila Anda sudah bangun di pagi hari, biarpun
merasakan kebosanan untuk melakukan aktivitas.
6) Beberapa metode untuk mendapatkan kenyamanan bila sulit tidur dapat dilakukan
dengan membaca buku, mendengar musik, atau mandi sebelum tidur
7) Lakukan olahraga bila mempunyai permasalahan tidur, lakukan sebelum waktu
tidur setidaknya dua jam menjelang jam tidur.
8) Bila Anda sudah menikah, cobalah untuk melakukan hubungan seksual menjelang
tidur.
9) Jangan tidur bila emosi dari rasa cemas dan stres sedang berkecamuk dalam
pikiran. Bila pikiran negatif muncul secara terus-menerus ketika Anda mulai
merebahkan diri di ranjang, cobalah untuk keluar kamar sebentar
Untuk mengetahui gangguan tidur diperlukan beberapa alat test yang mendukung
simtom-simtom yang ada misalnya test psikologi, pencatat gelombang aktivitas
otak (Electroencephalograph, EEG) dan Thyroid tests (berupa TSH,
T3, T4). Alat polysomnography digunakan untuk mendiagnosa insomnia.
Pengobatan secara medis diperlukan bila pengobatan sendiri gagal dilakukan,
beberapa jenis antidepressant seperti Elavil (amitriptyline) sering
digunakan bagi individu yang mengalami kesulitan tidur. Namun, insomnia yang
disebabkan oleh depresi haruslah didahulukan pemberian terapi depresi terlebih
dahulu. Benzodiazepines jenis Valium (diazepam) atau Ativan
(lorazepam) merupakan jenis obat medis yang digunakan untuk mengurangi kecemasan
juga memberikan efek tidur. Perlu diketahui bahwa pemberian obat-obat ini
diperlukan kontrol dengan ketat, beberapa efek samping dapat terjadi pada
individu selain adiktif.
Beberapa obat jenis Ambien (zolpidem) dan Sonata (zaleplon)
memberikan reaksi cepat, namun sifat adiktif lebih kuat dibandingkan
benzodiazepines dampak lainnya seperti munculnya alergi pada orang tertentu.
Ambien dan Sonata sangat berbahaya dipakai bila dalam perjalanan,
reaksi cepat membuat individu cepat tertidur. Obat ini direkomendasikan pada
pemakai yang tidak pergi kemana-mana setelah mengkonsumsi obat tersebut. [PD]
___________________
|