Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Gangguan Tidur
Sleep Disorder


Artikel Psikologi | 05/2008 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang atau di saat tidur dapat berupa, waktu jam tidur yang kurang, tidur tidak nyenyak, tidur secara berlebihan, tidur berjalan dan pelbagai gangguan lainnya. Gangguan tidur ini berlanjut hingga 2 minggu sampai 1 bulan atau bertahan dalam waktu yang relatif lama. Diperkirakan ada 25% penderita gangguan tidur dialami oleh orangtua atau sekitar 10% populasi secara keseluruhan mengidap gangguan ini.


Beberapa penyebab gangguan tidur

Beberapa penyebab gangguan tidur dapat berupa;
- Usia. Pada orang dewasa normal dibutuhkan 8 jam waktu untuk tidur, seiring dengan penambahan usia jam waktu tidur semakin menurun, pada usia 60 tahun ke atas rata-rata waktu yang digunakan oleh orangtua untuk tidur adalah 6 jam.
- Kecemasan
- Ketergantungan pada alkohol, pengguna atau masa transisi dari terapi alkohol
- Kelebihan tidur pada siang harinya
- Depresi
- Penggunaan narkotika seperti amphetamine dan kokain
- Stimulan tertentu berupa nikotin, kopi, alkohol, atau makanan tertentu
- Stress dan rasa cemas berlebihan
- Gangguan pada sistem urin yang membuat individu terus berjaga untuk ke kamar mandi
- Jam kerja dimalam hari
- Situasi atau kondisi medis berupa kelebihan thyroid, ephedrine, phenylpropanolamine, dan sebagainya
- Penyakit, seperti penyakit tulang, pembesaran prostat, cystitis, atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD)
- Kekurangan atau kelebihan cahaya di dalam kamar
- Lingkungan tempat tinggal yang gaduh, seperti ditepi jalan raya, rel kereta api atau tempat keramaian lainnya
- Gangguan pola tidur, tidur yang tidak nyenyak, mudah terbangun

Gangguan tidur paling banyak ditemukan pada individu yang mengalami distress, kecemasan atau depresi. Insomnia merupakan simtom yang sering muncul pada gangguan maladjustment diatas.


Beberapa jenis gangguan tidur

1) Insomnia
Isomnia adalah tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering diartikan sebagai kesulitan untuk tidur. Dikatakan mengalami insomnia bila ketidaknyamanan untuk tidur tersebut dialami selama (minimal) dalam 2-3 minggu. Pada tingkat kronis gangguan ini dapat bersifat menetap atau dalam jangka waktu yang lebih lama. Isomnia disebabkan oleh beberapa kondisi seperti kecemasan, stres, depresi, (minuman) kopi, alkohol atau kondisi medis lainnya

2) Hypersomnolence
hypersomnolence atau sering juga dikenal dengan hypersomnia dimana individu tidur dalam jumlah waktu yang lebih lama dibandingkan waktu tidur individu normal (6-8 jam). Hypersomnia juga dialami bagi mereka yang mengalami pengobatan medis atau disebabkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya pada penderita yang menjalani pengobatan kemoterapi kanker.


Beberapa tipe jenis hypersomnolence ini antara lain adalah

 

a) Apnea Apnea lebih sering dialami oleh orang-orang yang mengalami kegemukan (obesitas), atau pada orang mempunyai leher yang lebih pendek yang disebabkan oleh berat badan lebih. Apnea ditandai dengan berhentinya pernafasan sesaat (beberapa detik) selama dalam tidur seperti kesulitan untuk bernafas. Diduga akibat kekurangan oksigen di dalam otak, akumulasi asam di darah, peningkatan tekanan pada batang otak, tekanan darah tinggi, atau kegagalan fungsi hati. Dugaan lainnya diperkirakan adanya kerusakan syaraf otak yang berhubungan dengan sistem pernafasan. Apnea dapat menimbulkan kematian, kondisi ini disebut dengan sudden infant death syndrome (SIDS)


b) Narcolepsy
Gangguan tidur berupa individu kesulitan untuk mengontrol atau tertidur secara tiba-tiba dalam beberapa menit atau sejam. Dalam sehari dapat terjadi beberapa kali. Beberapa simtom seperti halusinasi hypnagogik yakni halusinasi yang terjadi pada saat mulai tertidur, individu berada dalam terjaga dan ambang tidur. Simtom lainnya adalah sleep paralysis yakni kelumpuhan dimana tubuh tidak dapat bergerak selama proses tidur terjadi. Sleep paralysis kadang tidak dikaitkan dengan kemunculan narkolepsi, namun beberapa individu penderita narkolepsi juga mengalami sleep paralysis.

c) Idiopathic hypersomnia
Gangguan oversleep pada penderita gangguan mental.

 

3) Episodic Nocturnal Event
Merupakan gangguan tidur berupa terjaga ditengah malam karena disebabkan oleh beberapa faktor seperti night terror, mimpi buruk atau disebabkan oleh somnambulism


Treatment

Pengobatan gangguan tidur dapat dilakukan sendiri dengan beberapa cara;
1) Menghindari minuman beralkohol. Hindari juga minuman kopi, paling tidak 8 jam sebelum tidur. Hindari jenis simultan seperti nikotin pada rokok.
2) Usaha tidur pada jam tertentu secara teratur. Jangan tidur bila Anda masih tidak mengantuk atau dalam keadaan segar.
3) Jangan meletakan perangkat elektronika di dalam kamar seperti televisi dan komputer. Alat-alat tersebut akan membuat Anda semakin sulit untuk tidur.
4) Anda bisa berkhayal atau melakukan teknik relaksasi sebelum tidur
5) Segera bangun dari tempat tidur bila Anda sudah bangun di pagi hari, biarpun merasakan kebosanan untuk melakukan aktivitas.
6) Beberapa metode untuk mendapatkan kenyamanan bila sulit tidur dapat dilakukan dengan membaca buku, mendengar musik, atau mandi sebelum tidur
7) Lakukan olahraga bila mempunyai permasalahan tidur, lakukan sebelum waktu tidur setidaknya dua jam menjelang jam tidur.
8) Bila Anda sudah menikah, cobalah untuk melakukan hubungan seksual menjelang tidur.
9) Jangan tidur bila emosi dari rasa cemas dan stres sedang berkecamuk dalam pikiran. Bila pikiran negatif muncul secara terus-menerus ketika Anda mulai merebahkan diri di ranjang, cobalah untuk keluar kamar sebentar

Untuk mengetahui gangguan tidur diperlukan beberapa alat test yang mendukung simtom-simtom yang ada misalnya test psikologi, pencatat gelombang aktivitas otak (Electroencephalograph, EEG) dan Thyroid tests (berupa TSH, T3, T4). Alat polysomnography digunakan untuk mendiagnosa insomnia.

Pengobatan secara medis diperlukan bila pengobatan sendiri gagal dilakukan, beberapa jenis antidepressant seperti Elavil (amitriptyline) sering digunakan bagi individu yang mengalami kesulitan tidur. Namun, insomnia yang disebabkan oleh depresi haruslah didahulukan pemberian terapi depresi terlebih dahulu. Benzodiazepines jenis Valium (diazepam) atau Ativan (lorazepam) merupakan jenis obat medis yang digunakan untuk mengurangi kecemasan juga memberikan efek tidur. Perlu diketahui bahwa pemberian obat-obat ini diperlukan kontrol dengan ketat, beberapa efek samping dapat terjadi pada individu selain adiktif.

Beberapa obat jenis Ambien (zolpidem) dan Sonata (zaleplon) memberikan reaksi cepat, namun sifat adiktif lebih kuat dibandingkan benzodiazepines dampak lainnya seperti munculnya alergi pada orang tertentu. Ambien dan Sonata sangat berbahaya dipakai bila dalam perjalanan, reaksi cepat membuat individu cepat tertidur. Obat ini direkomendasikan pada pemakai yang tidak pergi kemana-mana setelah mengkonsumsi obat tersebut. [PD]

 

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184