| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
Individu yang memiliki fobia komitmen: |
| |
|
| |
• Sangat takut akan segala macam komitmen bersama pasangannya
• Takut untuk menikah
• Takut menjalin hubungan
• Takut akan perubahan hidup yang terbentuk dari hubungan dengan pasangannya
• Mempunyai hubungan cinta dengan beberapa orang sebelumnya
• Mempunyai perasaan curiga terhadap pasangannya
• Argumentatif (suka membantah)
• Menolak untuk memikirkan masa depan dan mempunyai rencana atau jadwal sendiri
tanpa melibatkan pasangannya
• Tertutup, tidak suka menunjukkan muatan-muatan emosinya
• Perilaku hidup tidak teratur dan tidak siap untuk melakukan perubahan karena
kebiasaan-kebiasaan sebelumnya [pd] |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin
suatu hubungan yang lebih erat, rasa takut tersebut muncul ketika hubungan awal
terbentuk (atau sebelumnya), atau bahkan ketika hubungan tersebut sedang
berkembang. Commitment phobia lebih sering terbentuk ketika individu
sedang menjalin dan berkembang ke arah yang lebih serius dalam sebuah hubungan
cinta. Biasanya ia terjebak dalam hubungan tersebut dalam kebimbangan emosional
untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
Penderita gangguan fobia komitmen sangat takut mendengar beberapa kalimat
tertentu berupa komitmen bersama yang terucapkan dari pasangan cintanya,
meningkatnya rasa cemas dan rasa takut ketika menghadapi beberapa situasi yang
membuatnya merasa terjebak; misalnya saja memasuki tahap pernikahan, tahap
pertunangan, mempunyai bayi dan sebagainya
Simtom
Beberapa simtom yang dapat diprediksi tentang rasa takut ini adalah;
1) Kritik meningkat pada pasangannya
Penderita fobia komitment suka memberikan kritikan tajam pada pasangannya,
lingkungan sekitar mereka atau pada bentuk hubungan mereka. Individu ini sering
menyalahkan pasangan terhadap kesalahan-kesalahan yang menimpa dirinya
Simtom ini dapat dilihat;
Aku masih memikirkan karirku! Jangan mendesakku untuk menikah lebih awal, hal
itu membuatku semakin tertekan dan membuatku stress!...
Aku tidak suka enggkau merencanakan membeli rumah kalau kita menikah nantinya,
tidakkah kau bisa melihatnya rumah itu tidak bagus untuk kita berdua!
2) Mencari-cari kesalahan hubungan
Individu yang memiliki fobia komitment merasa takut bila hubungan mereka lancar
tanpa ada masalah, ia akan mencari permasalahan baru untuk membawa hubungan
tersebut dalam pertengkaran. Tujuannya adalah untuk meyakinkan pasangannya bahwa
hubungan mereka tidak dalam keadaan baik, belum matang dan belum siap melangkah
pada jenjang selanjutnya
Simtom ini dapat dilihat;
Aku masih memikirkan hubungan ini, aku melihat engkau begitu sibuk dengan
pekerjaanmu sehingga engkau jarang sekali menghubungiku...
Individu ini kadang juga mencari pelbagai alasan tertentu yang tidak rasional
untuk menghindari keterikatan dengan pasangannya, misalnya ia menggunakan alasan
zodiak atau shio yang tidak cocok dan sebagainya
3) Menghindari kontak dengan orang lain
Fobia komitmen sangat jarang melakukan kontak dengan orang lain, ini bukanlah
mereka mengalami gangguan sosial fobia; mereka tidak ingin terikat dengan orang
lain begitu erat. Mereka juga menghindari situasi sosial tertentu, mengindari
kontak mata, berkenalan dengan orang baru. Individu seperti ini juga menghindari
berkenalan dengan ibu atau saudara dari pasangannya
4) Mencari pasangan yang mempunyai kemungkinan kecil tidak terikat
Individu dengan fobia komitmen akan mencari pasangan yang kemungkinan kecil
tidak akan mengikatnya. Ia akan memilih pasangan yang lebih muda dengan asumsi
bahwa bila hubungan bisa terus bertahan maka usia pernikahan akan membutuhkan
waktu yang lebih lama. Atau individu ini lebih suka terlibat dengan pasangan
yang sudah menikah dengan tujuan pasangan tersebut tidak akan menuntutnya dalam
suatu ikatan.
5) Mengulur-ulur waktu
Individu ini menyukai hubungan yang lebih lama, ia mempunyai kesempatan untuk "bermain"
lebih lama dengan pasangannya. Ia menghindari keterikatan dengan mengulur waktu
lebih lama untuk memasuki babak selanjutnya. Biasanya individu seperti ini akan
memberi batas waktu tertentu akan tetapi kemudian mengundurkannya untuk jangka
waktu tertentu.
6) Menyukai hubungan yang putus-sambung
Individu seperti ini sangat menyukai hubungan putus-sambung, ia akan berusaha
mencari masalah bahwa hubungan yang sedang dibina sedang memiliki masalah besar,
memutuskan hubungan sepihak merupakan salah satu langkah yang sering ditempuh
untuk menghindari hubungan yang semakin kuat. Ketika individu mulai merasakan
kekosongan jiwanya, ia akan kembali berusaha untuk memperbaiki hubungan tersebut
Faktor penyebab
Beberapa penyebab kemunculan fobia komitmen;
a) Terbentuk ketika masa kecil dari keluarga percerain (divorce). Pada masa ini
anak melihat dan menilai sendiri bahwa ikatan keluarga antara ayah dan ibunya
mengalami hubungan yang sulit berupa pertengkaran-pertengkaran yang membuatnya
merasa takut dan bernaggapan bahwa sebuah hubungan antara lawan jenis bukanlah
hal menyenangkan.
b) Pengalaman trauma di masa kecil dapat berupa pelbagai kekerasan fisik,
kekerasan seksual dan pangalaman trauma lainnya yang dialami sang anak yang
dilakukan oleh orang dewasa
c) Kehilangan orang-orang yang dicintai. Ketika anak kehilangan salah satu atau
kedua dari orangtuanya yang sangat dicintainya, anak membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk penyembuhan luka-luka emosionalnya, akibatnya ketika dewasa
rasa takut kehilangan orang yang dicintainya akan terulang kembali sehingga ia
akan menjaga jarak untuk tidak terlibat lebih dekat agar rasa "luka" tersebut
tidak terulang kembali.
d) Penglaman trauma yang dialami sebelumnya. Misalnya saja individu yang patah
hati dengan pasangan sebelumnya membentuk dalam pikirannya untuk tidak menjalani
hubungan lagi dengan siapa pun.
e) Miskin "role model" ketika masa kanak-kanak. Anak-anak akan menilai dan
meniru beberapa perilaku orang yang dikenalnya ketika kepribadian anak mulai
terbentuk, kurangnya contoh model yang tepat ketika masa kecil membuat anak
keliru secara persepsi dalam menilai sebuah bentuk hubungan.
f) Pengalaman yang tidak menyenangkan dari pasangan orangtua tiri. [PD]
___________________
|