| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
SINGKAT MENGENAI
Schizoid
Personality
Disorder |
| |
|
| |
Gejala utama
- Tidak pernah tertarik berhubungan dengan orang lain termasuk anggota keluarga
- Lebih menyukai menyendiri
- Kurang tertarik pada aktivitas seksual
- Sangat jarang untuk memilih waktu untuk bersenang-senang
- Sedikit teman akrab
- Tidak berpengaruh pada pujian dan kritik dari orang lain
- Perilaku "dingin", emosi datar
Penyebab pelbagai bentuk penyimpangan kepribadian tidak diketahui secara pasti,
pelbagai pendekatan teori dilakukan untuk menjelaskan kondisi gangguan tersebut.
Teori biologi mempercayai kelainan kromosom dan kerusakan susunan syaraf
diyakini sebagai penyebabnya. Teori sosial menjelaskan respon belajar menjadi
salah satu faktor, sementara psikodinamika hambatan perkembangan ego sebagai
penyebabnya.
Individu dengan gangguan SPD beranggapan bahwa orang lain sangat mengganggu dan
tidak menghargai dirinya. Olah karenanya individu SPD lebih menyukai pekerjaan
atau hobby yang tidak melibatkan orang lain.
Cara Berpikir
Beberapa "cara" berpikir individu dengan gangguan skizoid;
• Tidak masalah dengan apa yang dipikirkan orang lain terhadap diriku
Sangat penting bagiku untuk bebas dan tidak tergantung pada orang lain
• Aku sangat menikmati segala sesuatunya tanpa ada orang lain disekitar atau
disampingku
• Dalam situasi tertentu aku lebih menyukai melakukannya sendiri atau tanpa
orang lain
• Berhubungan dengan orang lain tidak begitu penting bagiku
• Aku menentukan standar dan rencana-rencana untuk diriku
• Aku dapat melakukannya sendiri tanpa perlu bantuan dari orang lain
• Aku sepatutnya tidak perlu bersikap ramah dengan orang lain
• Aku lebih menyukai hal-hal yang sifatnya privasi dibandingkan dekat dengan
orang lain
• Aku merasa lebih nyaman tidak terikat dengan orang lain dan hanya ada sedikit
masalah bila tidak terlalu dekat dengan orang lain
• Lebih baik aku menjaga jarak dan bersikap biasa-biasa saja dengan orang lain
Mencegah
Mencegah gangguan kepribadian skizoid secara dini diberikan pada anak sebelum
mencapai usia dewasa, pembelajaran dan stimulasi emosional adalah hal penting
dilatih dan diperkenalkan pada anak-anak. Latih anak untuk peduli dengan orang
lain dan lingkungan sekitarnya merupakan salah satu cara. [pd]
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
Gangguan kepribadian skizoid merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap
dalam diri individu yang menghindari (withdrawal) kontak dari hubungan sosial.
Individu dengan gangguan kepribadian skizoid (SPD) digambarkan sebagai individu
yang tidak memiliki emosi dalam merespon pelbagai situasi. Kondisi ini seperti
ketidakmampuan dalam menikmati pelbagai pengalaman-pengalaman hidup dalam
pelbagai situasi yang terjadi.
Individu dengan SPD dalam hubungan sosial cenderung tidak menunjukkan ekspresi
emosi, ia tidak tertarik pada hal-hal tertentu yang terjadi di sekelilingnya.
Bermuram dan menjauhkan diri dari yang lain sehingga ia kadang terlihat seperti
menyendiri dalam keterasingan.
Meskipun demikian individu dengan gangguan kepribadian SPD yang lebih menyukai menyendiri, akan tetapi tetap
menyukai kehidupan sosial, artinya individu tersebut tidak mengurung dirinya
dengan menghindari orang lain semata, ia masih tetap keluar ruangan dan tidak
bersembunyi ―beda halnya dengan gangguan kepribadian menghindar (Avoidant
Personality Disorder; APD) [Dobbert, D. (2007) Understanding Personality
Disorders: An Introduction. Greenwood Press]
Beberapa perilaku pada individu dengan gangguan SPD adalah minimnya ekspresi
emosi, kebanyakan orang normal akan menganggap bahwa ia tidak tertarik dengan
sesuatu hal yang sedang terjadi, kurangnya perhatian dan tidak sensitif.
Individu tersebut juga kesulitan untuk menunjukkan ekspresi amarah atau
permusuhan dengan orang lain.
Gangguan kepribadian ini (skizoid) tidaklah sama dengan gangguan skizofrenia
(schizophrenia) walaupun ada kemiripan pada nama, skizofrenia dikategorikan
sebagai gangguan psikotik. Namun demikian SPD sering disebut sebagai gangguan
mental "spektrum dari skizofrenia", beberapa simtom yang ada pada SPD seperti
menghindari kontak pribadi dengan orang lain, minimnya ekspresi emosi merupakan
simtom yang terdapat pada skizofrenia pula. Bedanya, pada SPD tidak terjadinya
penyimpangan persepsi, paranoia dan ilusi dibandingan dengan
kepribadian
schizotypal maupun pada gangguan psikotik episode dari skizofrenia.
Untuk bekerja, individu dengan gangguan SPD dapat menyelesaikan pekerjaannya
dengan baik, kesulitan akan dialami bila individu terlibat dalam hubungan
interpersonal dengan rekan kerja atau orang lain. Individu dengan gangguan SPD
juga dapat menikah, namun kesulitan akan ditemui dalam penciptaan hubungan lekat
(intimacy) dengan pasangannya disamping itu, individu dengan tipe ini
menunjukkan ketidaktertarikan pada hubungan seksual.
SIMTOM
Individu dengan gangguan SPD sangat jarang menikah, mereka kadang tergantung
pada orangtuanya dan menghindari kontak personal dengan orang lain. Gangguan
kepribadian SPD didiagnosa berdasarkan beberapa kriteria berikut;
1. Pola perilaku menetap yang tidak berpengaruh dari bentuk hubungan sosial dan
keterbatasan pengungkapan ekspresi emosi dalam pelbagai hubungan antar pribadi
pada awal masa dewasa;
a. Tidak pernah tertarik atau menikmati dalam berhubungan dengan orang lain
termasuk untuk menjadi bagian dalam keluarga
b. Hampir selalu memilih aktivitas untuk menyendiri
c. Sangat sedikit diantaranya yang tertarik pada aktivitas seksual
d. Sangat jarang untuk memilih waktu untuk bersenang-senang
e. Sedikit mempunyai teman akrab
f. Tidak terpengaruh pada pujian dan kritik dari orang lain
g. Perilaku "dingin", emosi datar
2. Gangguan kepribadian skizoid tidak muncul yang disebabkan oleh skizofrenia,
gangguan mood dengan gejala psikotik dikemudian hari, gangguan psikotik lainnya
atau disebbkan oleh gangguan perkembangan termasuk fungsi fisiologis dari dampak
langsung pengobatan medis.
TREATMENT
Medikasi
Pengobatan untuk individu dengan gangguan kepribadian skizoid (SPD) tidak begitu
diperlukan, kecuali bila dokter beranggapan perlunya obat-obatan bila pasien
disertai dengan gangguan kecemasan.
Psikoterapi
Individu dengan gangguan kepribadian skizoid sangat sulit untuk mendapatkan
treatment, hal ini disebabkan bahwa individu dengan gangguan SPD beranggapan
bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja, bahkan individu tersebut tidak
peduli sama sekali dengan terapi. Ini menjadi alasan treatment dianggap tidak
diperlukan bagi individu dengan gangguan kepribadian skizoid. kecuali dalam
beberapa kasus dimana individu senagaja datang pada terapis yang diakibatkan
adanya gangguan lainnya seperti ketergantungan pada kebiasaan-kebiasaan buruk
yang disadari oleh indivdu bersangkutan.
Test Psikologi
Beberapa test psikologi yang dapat mendiagnosa adanya gangguan kepribadian
skizoid;
― Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI-2)
― Millon Clinical Multiaxial Inventory (MCMI-II)
― Rorschach Psychodiagnostic Test
― Thematic Apperception Test (TAT)
Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kepribadian skizoid adalah
cognitive-behavioral therapy (CBT), terapi keluarga dan terapi psikodinamika.
Bila individu mempunyai pasangan hidup, terapi pasangan (couples therapy) dapat
digunakan untuk membentuk komunikasi antar pasangan
Terapi Individu.
Berhasilnya terapi pada individu dengan gangguan SPD membutuhkan waktu yang
relatif lama, dibutuhkan kesabaran untuk mengubah persepsi yang salah terhadap
cara memandang persahabatan untuk menciptakan hubungan interpersonal yang baik.
Pada awal terapi, terapis akan menyuruh pasien/klien untuk mengungkapkan apa
yang dibayangkan oleh individu menyangkut sebuah hubungan persahabatan dan
ketakutan-ketakutan yang dirasakan oleh individu dalam menjalin hubungan dengan
orang lain. Selanjutnya terapis akan menyusun langkah-langkah kedepan secara
bersama dengan klien untuk penyembuhannya.
Terapi Kelompok
Terapi kelompok merupakan salah satu treatment yang paling cepat dan efektif,
meskipun demikian terapi kelompok tetap menemui kesulitan ketika individu SPD
ikut dalam partisipasi kelompok tersebut. Oleh karenanya individu diberikan
kenyamanan dalam grupnya, terapis juga harus menjaga dari kritikan anggota
lainnya. Terciptanya keakraban antar sesama anggota merupakan salah satu harapan
dari terapi ini dengan menciptakan hubungan-hubungan sosial yang saling
mendukung. Terapi kelompok akan memberi pengalaman-pengalaman sosial yang
bermanfaat, saling mengerti sesama anggota, berkomunikasi sampai pada memahami
orang lain. [PD]
___________________
|