| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
Sekilas tentang:
Gangguan Kepribadian obsesif-kompulsif |
| |
|
| |
Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCPD) tidaklah sama dengan gangguan
obsesif-kompulsif, OCPD merupakan bentuk gangguan karakter yang sifatnya lebih
menetap dalam kepribadian seseorang, sementara gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
merupakan gangguan kecemasan, dimana individu bersikap kompulsi (mengulang)
perilaku tertentu hanya untuk mengurangi rasa cemas dalam dirinya.
Diperkirakan 1% dari jumlah populasi keseluruhan mengidap gangguan ini, dan
sekitar 3-10% pasien mendapatkan pengobatan psikiatris. Gangguan OCDP lebih
banyak pria dibandingkan wanita.
Ciri-ciri
- Pelit
- Perfeksionisme
- Tidak fleksibel
- Detail dan terikat pada jadwal
- Enggan kepada orang lain melakukan tugas-tugas yang dapat dilakukannya
- Selalu tekun dengan pekerjaannya
- Ekspresi emosi cenderung tertutup (introvert)
- Sulit membuang benda atau barang yang sudah tidak digunakan lagi atau tidak
bernilai
- Tindakan yang dilakukannya merupakan penting bagi dirinya
Pencegahan sendiri
-Latih dalam mengatur permasalahan yang muncul dengan lebih simpati di dalam
keluarga dan sesama teman
- Relaksasi, meditasi, olahraga teratur, tidur teratur
- Bila mengalami permasalahan tidur dalam beberapa hari konsultasikan ke dokter
- Memiliki buku diary dapat mengidentifikasi kemunculan stres secara pasti dan
mengetahui perilaku-perilaku kompulsif yang muncul
- Jangan membiasakan diri mengoleksi sesuatu jenis benda yang disimpan atau
tidak berguna
- Biasakan diri untuk berkumpul dengan teman-teman dalam support group
- Hindari minuman alkohol dan kopi. [pd] |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality
Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis pada
perhatian, keteraturan dan kontrol diri. Dinyatakan sebagai gangguan bila
perilaku-perilaku tersebut bersifat menetap dan mengganggu.
Obsessive compulsive personality disorder (OCPD) atau sering disebut juga dengan
gangguan kepribadian anankastik merupakan gangguan psikologis menyeluruh,
perfeksionis, kaku dan disiplin keras terhadap aturan, moralitas, dan hidup
dengan penuh aturan-aturan yang mengikat dirinya.
Istilah Obsessive compulsive personality disorder sering dibingungkan dengan
obsessive-compulsive disorder (OCD), keduanya tidaklah sama dan tidak mempunyai
hubungan persamaan.
Individu dengan gangguan OCPD tidak memiliki keinginan-keinginan untuk mengulang
perbuatan berkali-kali yang menjadi rutinitas seperti halnya simtom pada
gangguan OCD. Kecenderungan perilaku pada OCPD lebih disebabkan oleh stres yang
disebabkan keinginan perfeksionis dan rasa cemas yang muncul disebabkan perasaan
bahwa dirinya melakukan pekerjaan itu tidak sebaik mungkin. Oleh karenanya,
individu dengan gangguan kepribadian ini (OCPD) menguras energinya ketika rasa
cemas atau tegang ketika melakukan pekerjaannya.
Individu dengan gangguan OCPD akan menabung sejumlah uang untuk keperluan suatu
saat nanti, mengatur rumah dengan sempurna, cemas dirasakan individu bila
tugas-tugas yang dilakukannya itu tidak selesai atau berjalan dengan sempurna.
Ada 4 hal utama yang membuat penderita OCPD mengalami kecemasan; waktu, hubungan
dengan orang lain, ketidakbersihan dan uang.
Cara berpikir OCPD antara hitam-putih (grey areas), mereka percaya bahawa dalam
tindakan normatif hanya ada satu kebenaran dan satunya lagi adalah salah,
akibatnya individu OCPD kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain,
sulit menempatkan dirinya dengan teman, bersikap romantis dengan pasangannya
atau menjalin hubungan dengan anak-anak. Sulitnya, cara berpikir seperti itu
berdasarkan standar yang ditentukan oleh dirinya sendiri berdasarkan pengalaman
yang diperolehnya.
SIMTOM
1) Terikat dengan aturan, list atau jadwal
2) Perfeksionis dalam setiap tugas atau pekerjaan yang dilakukan, kendala yang
dihadapi bila individu tersebut tidak menemui standar yang dimilikinya
3) Rajin dan tekun pada pekerjaan, hasil (uang) yang diperoleh tidak dihabiskan
untuk kegiatan senang-senang atau bersama teman (gejala ini tidak berlaku pada
individu yang mengalami kesulitan ekonomi)
4) Sangat konsisten, cermat dan tidak fleksibel menyangkut hal-hal moral, etika
dan nilai (akan tetapi tidak berhubungan dengan hal yang menyangkut budaya dan
agama)
5) Enggan untuk memberi tugas atau pekerjaan kepada orang lain ketika ia
merasakan mampu untuk melakukan tugas itu dengan baik
6) Sulit melepaskan atau membuang barang (seperti pakaian) bila benda-benda
tersebut sudah tidak mempunyai nilainya lagi
7) Pelit untuk orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, baginya uang haruslah
disimpan untuk keperluan sewaktu-waktu yang tidak terduga
8) Rigiditas dan keras kepala
9) Ketika menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terduga yang menguras
tenaga dan membuatnya gugup bila pekerjaan itu tidak terselesaikan.
TREATMENT
Medikasi
Pengobatan secara medis tidak dianjurkan untuk pengobatan gangguan
kepribadian obsesif-kompulsif, namun demikian dokter akan memberikan obat-obatan
bila disertai dengan gangguan kecemasan atau
depresi.
Psikoterapi
• Family therapy
Terapi dapat efektif bila semua anggota keluarga dilibatkan, konselor atau
ahli terapi dilibatkan secara langsung dalam keluarga dapat mengurangi letupan
amarah dan menjaga hubungan emosional antar sesama anggota keluarga. Dalam
terapi ini anggota keluarga dilatih untuk saling menghargai dan bersama-sama
menyelesaikan masalah dengan saling mendukung antar anggota keluarga.
• Dialectical behavioral therapy
DBT menekankan pada saling memberi dan negosiasi antara terapis dan klien;
antara rasional dan emosional, penerimaan dan berubah. Target yang ingin dicapai
adalah penyesuaian antara pelbagai permasalahan yang sedang dihadapi klien
dengan pengambilan keputusan secara tepat. Hal-hal lain yang didapatkan klien
dalam terapi ini adalah; pemusatan konsentrasi, hubungan interpersonal (seperti
keinginan asertif dan ketrampilan sosial), menghadapi dan adaptasi terhadap
distress, identifikasi dan mengatur reaksi emosi secara tepat
• Cognitive behavioral therapy
Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu
mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif
dan mengembalikannya secara positif. Terapi ini juga diperkenalkan teknik
relaksasi dan meditasi secara tepat.
Jenis terapi lainnya dapat dikonsultasikan kepada ahli terapis dan disesuaikan
dengan kepribadian pasien. [PD]
___________________
|