| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
Sekilas tentang:
Gangguan Kepribadian Dependen |
| |
|
| |
Gangguan kepribadian dependen bentuk gangguan kepribadian yang sifatnya menetap
dengan ketergantungan pada orang lain
Gangguan kepribadian dependen pertama kalinya disebutkan oleh Karl Abraham,
secara teknis tipe kepribadian ini muncul dalam buletin Departmen Pertahanan
pada tahun 1945 yang selanjutnya disebutkan dalam Diagnostic and Statistical
Manual (DSM) edisi pertama pada tahun 1952 (American Psychiatric Association,
1952).
Gangguan ini lebih banyak pada wanita dibandingkan pria, sekitar 0,5% populasi
mengidap gangguan kepribadian dependen.
Komplikasi
Bila gangguan kepribadian dependen tidak segera ditangani maka beberapa
kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi;
- Depresi
- Insomnia
- Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol
- Pelecehan fisik, emosi dan seksual
- Bunuh diri
Ciri-ciri
- Selalu meminta pendapat orang lain dalam mengambil keputusan
- Sulit memberikan pendapat yang berbeda dengan orang lain
- Selalu menunggu dukungan dari orang lain untuk memulai suatu pekerjaan
- Tidak merasa nyaman bila sendirian dan selalu membutuhkan teman untuk
berpergian kemanapun.
- Kebingungan ketka memutuskan sesuatu hal yang penting dalam hidupnya dan
membutuhkan orang lain untuk membimbingnya
- Khawatir bila orang-orang terdekatnya meninggalkannya suatu saat nanti [pd] |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu
kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung pada orang lain hingga
individu tersebut patuh dan terikat erat perilakunya dan takut akan terpisah
dengan orang itu. Perilaku ketergantungan dan kepatuhan muncul dari perasaan
ketidakmampuan untuk mengatasi masalah tanpa bantuan orang lain.
Dinyatakan sebagai gangguan bila perilaku-perilaku tersebut menjadi menetap dan
sangat mengganggu dan menimbulkan distres.
Gangguan kepribadian dependen
haruslah dipisahkan (diperhatikan) antara anak-anak dan orang dewasa, pada anak
mungkin saja perilaku ini masih dalam tahap perkembangan.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam diagnosa ini adalah perbedaan antara
individu yang tergantung dan gangguan kepribadian dependen, diganosa tidak boleh
mengabaikan kondisi subjek yang dipengaruhi oleh budaya setempat atau harapan
dan gender.
Individu dengan gangguan DPD merasa butuh pertolongan orang lain, mereka
beranggapan bahwa sekelilingnya sangat tidak tidak bersahabat dengannya;
pikiran-pikiran tersebut diciptakan sendiri. Mereka membutuhkan orang lain,
teman dekat atau seseorang yang dapat membantunya dalam melakukan atau memberi
dukungan secara langsung untuk mengerti dan memberikan arahan hal-hal yang perlu
dilakukannya dengan demikian kecemasan yang dirasakannya dapat berkurang.
Individu dengan DPD terbatas pikiran negatif, persepsi dan hubungan
interpersonal, sulit berpikir secara logis dan mereka cenderung untuk
mempercayai segala sesuatunya berdasarkan pikirannya dan pengalamannya sendiri.
FAKTOR PENYEBAB
Gangguan kepribadian ini dimulai di awal masa dewasa. Pada dasarnya perilaku
ketergantungan adalah hal yang lumrah terjadi pada masa kanak-kanak, namun
demikian ketika anak tumbuh menjadi dewasa, perilaku tersebut tidak menjadi
hilang. Akibatnya, perilaku ketergantungan tersebut tetap ada sampai menjelang
masa dewasa yang kemudian membentuk gangguan kepribadian dependen. Faktor
penyebab lainnya adalah sakit berkepanjangan dan kecemasan yang muncul dari
perpisahan dengan orangtua, atau orang lain yang sangat dicintainya pada masa
kanak-kanak
SIMTOM
1) Kesulitan dalam membuat keputusan setiap harinya tanpa adanya nasehat dan
dihibur oleh orang lain
2) Membutuhkan orang lain untuk memikul tanggungjawab pada sebagian besar dalam
hidupnya
3) Takut untuk menunjukkan ekspresi ketidaksetujuan terhadap orang lain
dikarenakan takut kehilangan support dan persetujuan dari orang tersebut (tidak
termasuk ketakutan nyata untuk balas jasa orang lain)
4) Sulit melakukan suatu pekerjaan tertentu tanpa bantuan orang lain (disebabkan
rendahnya rasa percaya diri, kurangnya motivasi dan energi)
5) Membutuhkan orang lain yang memberikan dukungan atau teman ketika berpergian
atau melakukan suatu pekerjaan yang tidak disukainya.
6) Perasaan tidak nyaman karena adanya perasaan takut yang dibesar-besarkan
bahwa dirinya tidak mampu untuk mandiri
7) Individu akan mencari teman baru yang peduli dan mendukungnya ketika hubungan
dengan teman sebelumnya telah berakhir
8) Perasaan tidak realistis karena takut ditinggal oleh orang lain
TREATMENT
Individu dengan gangguan kepribadian DPD tidak dianjurkan untuk mendapatkan
pengobatan medis farmakologi. Namun demikian, dokter akan menganjurkan pemakaian
obat bila individu tersebut disertai
gangguan kecemasan atau
depresi. Penggunaan
antidepressant dan benzodiazepines kadang memberikan kondisi yang
baik pada individu. Beberapa jenis obat seperti imipramine
(chlorpromazine) justru tidak memberikan hasil yang positif.
Dalam psikoterapi, treatment diberikan dengan tujuan agar individu dengan
gangguan kepribadian dapat mencegah semakin memburuknya kondisi pasien,
mengembalikan keseimbangan, mengurangi gejala-gejala yang muncul, mengembalikan
kemampuan yang telah hilang, dan kemampuan adaptasi. Fokus utama dalam proses
mengembalikan kemampuan adaptasi adalah individu mampu beradaptasi dengan
lingkungannya.
Psikoterapi dapat dianggap berhasil bila;
- Individu mampu mempunyai komitmen sendiri
- Menikmati hubungan keakraban dengan orang lain
- Mampu menjadi anggota team, tanpa perlu adanya persaingan
- Mampu memberikan opini sendiri kepada orang lain
- Penuh perhatian terhadap orang lain
- Mampu untuk memperbaiki dirinya dari kritikan
Group therapy
Terapi kelompok dianggap paling baik untuk menyembuhkan gangguan kepribadian
DPD namun dalam beberapa kasus, beberapa individu membutuhkan waktu yang relatif
lama. Dalam terapi ini hasil yang dapat diperoleh; individu lebih percaya diri,
mampu berpendapat di tempat umum, dan dapat merasakan perasaan-perasaannya
sendiri
Cognitive behavioral therapy
Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu
mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif
dan mengembalikannya secara positif. Terapi ini juga diperkenalkan teknik
relaksasi dan meditasi secara tepat. Terapi ini melatih individu mengontrol
emosi negatif, melatih diri agar tidak tergantung pada orang lain dan
pengambilan keputusan yang lebih konstruktif tanpa dipengaruhi oleh perasaan
negatif. [PD]
___________________
|