Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Demensia


Artikel Psikologi | 01/2009 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 
 

Sekilas tentang:

Demensia

   
 

Demensia merupakan suatu sindrom dengan pelbagai gangguan kognitif yang menimpa orangtua pada usia kisaran 50-60 tahun.

Sampai saat ini belum ada obat efektif untuk menyembuhkan penyakit ini. Prognosis penyakit ini berjalan lamban yang disertai kerusakan perlahan dan semakin meluas seiring dengan bertambah waktu pada seluruh lapisan otak.

Beberapa pasien demensia pada penderita Alzheimer mengalami halusinasi (20-30%) dan gejala waham yang disertai paranoid (30-40%).

Gejala-gejala yang muncul akan terus memburuk, kadang pasien akan disertai dengan kejang, kebingungan, ataksia dan jatuh tiba-tiba, kondisi ini sering disebut dengan sindrom sundowner 
[pd]

 

   
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Demensia (dementia) merupakan sindrom yang ditandai oleh pelbagai gangguan fungsi kognitif tanpa adanya gangguan kesadaran. Gangguan kognitif berupa inteligensi, memori, bahasa, problem solving, orientasi, persepsi, perhatian dan konsentrasi, adaptasi dan kemampuan bersosialisasi. Gangguan ini sifatnya progresif, artinya kerusakan yang terjadi sifatnya lamban namun semakin lama gangguan semakin meluas.

Kemunculan penyakit ini pada usia 50-60 tahun, sangat jarang muncul dibawah usia 60 tahun (kecuali dalam beberapa kasus kemunculan demensia yang disebabkan oleh HIV/AIDS), beberapa gejala awal yang samar atau tidak disadari, baik oleh pasien itu sendiri maupun orang-orang terdekat.

Pada stadium awal kemunculan demensia ditandai dengan gejala fatigue (kelelahan), cenderung gagal bila diberi tugas baru dan kesulitan mempertahankan kinerja mental. Perlahan-lahan kemudian individu kesulitan melaksanakan tugas-tugas hariannya dan perlu dibantu.

Orientasi, memori, persepsi dan fungsi kognitif pasien akan terus memburuk seiring dengan memberatnya stadium penyakitnya. Memburuknya afeksi dan tingkah laku ditemukan pada pasien dengan pribadi introvert dan apatis terhadap tingkah lakunya. Bila kerusakan meluas pada daerah lobus frontal dan temporal pasien tampak iritabel dan eksplosif.


Faktor Penyebab

Faktor penyebab demensia yang paling sering disebabkan oleh penyakit Alzheimer dan vaskular (kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh serangan stroke). Kedua penyakit itu kadang sering timbul secara bersamaan. Beberapa penyakit lainnya seperti; penyakit Pick, Creutzfeldt-Jacob, Huntington, Parkinson, HIV dan trauma kepala.

Demensia dengan Lewy (DLB; Dementia with Lewy bodies) merupakan demensia yang muncul pada orang tua, suatu kondisi penumpukan protein secara tidak normal di otak. Gejala DLB mirip sekali dengan simtom yang ada pada Alzheimer, namun kedua penyakit ini berbeda. Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan kedua penyakit ini.

Beberapa kondisi lainnya yang dapat memunculkan demensia;
• Kerusakan pembuluh darah atau susunan syaraf otak
Hydrocephalus
• Tumor otak
• Kondisi tiroid
• Kekurangan vitamin B12
• Infeksi

Demensia didiagnosis bila pasien memiliki minimal 2 atau lebih gangguan fungsi otak seperti gangguan dalam memori, bahasa, persepsi, emosi dan kemampuan kognitif (seperti berhitung, berpikir abstrak atau penilaian). Biasanya gejala yang sering diketahui lebih awal dimana pasien cepat lupa atau lupa samasekali. Beberapa gangguan lainnya hanya tampak bila melalui serangkaian test kognitif.

Semakin bertambah usia seseorang maka semakin besar kemungkinan resiko terkena demensia.


SIMTOM

Gejala-gejala demensia;
1) Penurunan kemampuan memori secara bertahap
2) Ketidakmampuan untuk berkonsetrasi
3) Penurunan kemampuan penyelesaian masalah dan penilaian
4) Sering bingung sendiri
5) Halusinasi dan delusi
6) Perubahan pada sensasi dan persepsi
7) Penurunan pada kemampuan untuk mengenal nama-nama (agnosia);

• Penurunan kemampuan untuk mengenal nama orang atau benda
• Penurunan kemampuan untuk mengenal perasaan

8) Perubahan pola tidur

insomnia
• selalu ingin tidur
• perubahan jam tidur

9) Kerusakan sistem motorik

• Kerusakan skill motorik (apraxia)

• Ketidakmampuan untuk membuat bentuk-bentuk geometri
• Ketidakmampuan menggunakan tangan
• Ketidakmampuan untuk memakai baju sendiri

• Tidak mampu berjalan cepat
• Ketidakmampuan untuk berjalan atau berpindah tempat
• Kerusakan sistem motorik lainnya

10) Disorientasi

• disorientasi orang, tempat dan wakatu
• disorientasi visual-spasial (ruang)
• Ketidakmampuan untuk menginterpretasikan dari petunjuk yang ada disekitarnya

11) Permasalahan dalam belajar dan pemecahan masalah

• Gangguan umum
• Ketidakmampuan berpikir secara abstrak
• Ketidakmampuan untuk berhitung
• Ketidakmampuan untuk belajar

12) Penurunan daya ingat

• Problem memori jangka pendek (tidak mampu mengingat hal-hal baru)
• Problem memori jangka panjang (tidak mampu mengingat masa lalu)

13) Penurunan kemampuan penggunaan bahasa

• Kerancuan dalam berbicara
• Ketidakmampuan membaca
• Ketidakmampuan untuk menulis
• Kesulitan dalam berbicara
• Kesulitan dalam penggunaan kata-kata
• Kesulitan dalam nama-nama benda
• Kesulitan dalam pengucapan
• Dalam berbicara sering melakukan kesalahan atau kata-kata yang salah
• Ketidakmampuan untuk mengulangi kalimat atau perkataan orang lain
• Pengulangan kata-kata yang sama
• Penurunan kemampuan dalam penggunaan bahasa lain

14) Perubahan kepribadian

• Mudah jengkel
• Ketidakmampuan untuk mengontrol temperamen
Kecemasan
Depresi
• Ragu-ragu
• Fokus dalam dirinya
• Tidak fleksibel
• Menarik dirinya dari hubungan sosial
• Penurunan kemampuan terhadap fungsi sosial
• Ketidakmampuan dalam menyelesaikan pekerjaannya
• Perubahan mood dan perilaku tidak pantas
• Ketidakmampuan mengenal perasaan-perasaan
• Penurunan ketertarikan pada aktivitas sehari-hari

15) Hilangnya spontanitas


TEST

Beberapa test dan prosedur untuk mengetahui secara pasti adanya penyakit demensia dilakukan beberapa cara dan test;
• Serum elektrolit
• Kimiawi darah (chem-20)
• Tes glukosa
• Serum kalsium
• Kadar hormon tiroid
• Tes fungsi tiroid
• Tes fungsi hati
• Kadar vitamin B12
• kadar amonia darah
Toxicology screen (test kadar alkohol dan obat-obatan)
• Analisis urin
Electroencephalograph (pencatat gelombang aktivitas otak; EEG)
• CT scan
• Analisis CSF (Cairan cerebrospinal)
• MRI


TREATMENT

Sampai saat ini belum ditemukan obat medikasi yang dapat menyembuhkan demensia, treatment diberikan dengan tujuan untuk mengontrol kemunculan simtom demensia dan memperlambat meluasnya kerusakan yang disebabkan oleh demensia.

Penghentian atau penggantian obat-obatan akan berdampak memburuknya fungsi otak, jenis obat-obatan itu termasuk anticholinergics, analgesics, cimetidine, lidocaine dan antidepressant untuk susunan syaraf pusat (CNS).

Beberapa kondisi medis dari simtom yang muncul kadang membingung untuk ditangani, treatment yang diberikan hanya dapat mencegah dari efek demensia dari beberapa simtom yang muncul, tidak secara keseluruhan. Obat-obatan diatas diberikan untuk menghindari gagal hati, kekurangan oksigen (hypoxia), gangguan tiroid, gangguan nutrisi, infeksi, dan depresi.

Obat-obatan untuk mengontrol perilaku;
• Anti psikotik diberikan dimalam hari
• Obat afektif-serotonin seperti trazodone, buspirone
• Penahan dopamine (haloperidol, risperdal, olanzapine, clozapine)
Cholinesterase seperti donepezil (Aricept), rivastigmine (Exelon), atau galantamine (Reminyl) untuk demensia yang disebabkan oleh Alzheimer
• Pengendali mood seperti fluoxetine, imipramine, atau Celexa
• Obat simultan seperti methylphenidate (untuk meningkatkan aktivitas dan spontanitas)

Beberapa alat bantu yang mungkin perlu diberikan seperti alat bantu dengar, kacamata atau dilakukan operasi untuk mengangkat katarak.


PENCEGAHAN

Kebanyakan penyebab kemunculan demensia tidak dapat dicegah, demensia vaskular yang disebabkan oleh serangan stroke dapat dihindari dengan membiasakan diri sejak dini dengan hidup sehat seperti dengan cara menghindari rokok, mengontrol tekanan darah seimbang (menghindari hipertensi) dan menghindari resiko terkena diabetes. [PD]

 

 

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184