| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Pornografi. Paraphilia sarat dengan
pencitraan image dari pelaku pornografi dibanding bentuk penyimpangan itu
sendiri |
| |
|
| |
|
Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah
flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus dan
mendesak yang melibatkan perilaku dimana individu untuk memamerkan bagian
genitalnya sendiri kepada orang asing yang tidak mau melihatnya. Dorongan
tersebut bertujuan untuk mengejutkan, menakuti, dikagumi, atau menimbulkan rasa
jijik pada orang yang menjadi sasaran.
Pelaku mendapatkan kepuasan bila muncul reaksi dari orang asing tersebut seperti
terperanjat, teriakan atau ketakutan ―secara keliru dipersepsi oleh si penderita
sebagai ekspresi kepuasan seksual. Kemudian hal tersebut digunakan sebagai dasar
untuk fantasi masturbasi. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada saat
itu juga atau sesaat kemudian.
Di beberapa negara perilaku eksibisionisme merupakan kriminalitas karena
dianggap sebagai perilaku tidak menyenangkan atau bahkan pada kasus tertentu
dikategorikan sebagai tindakan pelecehan atau pemaksaan seksual.
Pelaku eksibisionisme tidak pernah dan jarang sekali memamerkan bagian
genitalnya dengan telanjang bulat sebelumnya, berbeda dengan pelaku pornografi,
dimana pelaku melakukan atau memamerkan genitalnya dengan bugil keseluruhan atau
bagian tertentu saja di depan publik untuk memberi kesan bahwa paraphilia
seperti yang ia lakukannya adalah lumrah terjadi dan nyata.
Bagaimana pelaku eksibisionisme melakukan aksinya?
Sebagian besar pelaku eksibisionisme adalah pria dan sangat sedikit wanita
mengidap gangguan ini. Jarang sekali pelaku eksibisionisme melakukan kontak
fisik dengan orang yang menjadi sasarannya, bahkan hampir tidak pernah terjadi
pelaku eksibisionisme berlanjut pada tindakan pemerkosaan. Mereka mendapatkan
kepuasan dengan melakukan masturbasi dari fantasi yang ia dapat dari korban yang
menjerit atau ketakutan.
Pelaku eksibisionisme biasanya memilih korban-korbannya dan menunggu kesempatan
untuk "memberikannya kejutan" pada waktu yang tepat. Biasanya mereka memilih
tempat-tempat yang aman dimana orang-orang lain yang bukan menjadi targetnya
tidak melihat aksinya. Jalan yang sepi, gang, kamar mandi, toilet, lift, bus dan
sebagainya.
Pada wanita pelaku eksibisionisme berupa menggunakan pakaian tertentu untuk
menarik perhatian pria dan berkecenderungan menganggu atau membuat resah seperti;
tidak memakai bra, kancing terbuka, baju tipis, tidak menggunakan celana dalam (tetapi
tidak bugil), rok sangat minim dan sebagainya.
Tentunya Anda sudah dapat membedakan bentuk penyimpangan seksual dengan pelaku
pornografi bukan? Jadi, jangan terpengaruh dengan gambar-gambar porno yang
beredar bebas di internet bahwa tidak kesemuanya itu adalah bentuk penyimpangan
seksual, melainkan gambar yang sengaja dibuat berdasarkan situasi tertentu, bisa
jadi sebagai kampanye paraphilia suatu komunitas pelaku pornografi atau
pemenuhan permintaan para pecandu pornografi! Nah lho?. [PD]
Artikel berkaitan: eksibisionisme,
fetishisme, frotteurism,
pedofillia, masokisme seksual,
sadisme seksualisme, fetishisme transvestik,
veyourisme,
paraphilia yang tidak
digolongkan. ___________________
|