Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Eksibisionisme
Paraphilia


Artikel Psikologi | 01/2009 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 
   
 

Pornografi. Paraphilia sarat dengan pencitraan image dari pelaku pornografi dibanding bentuk penyimpangan itu sendiri

 

 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus dan mendesak yang melibatkan perilaku dimana individu untuk memamerkan bagian genitalnya sendiri kepada orang asing yang tidak mau melihatnya. Dorongan tersebut bertujuan untuk mengejutkan, menakuti, dikagumi, atau menimbulkan rasa jijik pada orang yang menjadi sasaran.

Pelaku mendapatkan kepuasan bila muncul reaksi dari orang asing tersebut seperti terperanjat, teriakan atau ketakutan ―secara keliru dipersepsi oleh si penderita sebagai ekspresi kepuasan seksual. Kemudian hal tersebut digunakan sebagai dasar untuk fantasi masturbasi. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada saat itu juga atau sesaat kemudian.

Di beberapa negara perilaku eksibisionisme merupakan kriminalitas karena dianggap sebagai perilaku tidak menyenangkan atau bahkan pada kasus tertentu dikategorikan sebagai tindakan pelecehan atau pemaksaan seksual.

Pelaku eksibisionisme tidak pernah dan jarang sekali memamerkan bagian genitalnya dengan telanjang bulat sebelumnya, berbeda dengan pelaku pornografi, dimana pelaku melakukan atau memamerkan genitalnya dengan bugil keseluruhan atau bagian tertentu saja di depan publik untuk memberi kesan bahwa paraphilia seperti yang ia lakukannya adalah lumrah terjadi dan nyata.


Bagaimana pelaku eksibisionisme melakukan aksinya?

Sebagian besar pelaku eksibisionisme adalah pria dan sangat sedikit wanita mengidap gangguan ini. Jarang sekali pelaku eksibisionisme melakukan kontak fisik dengan orang yang menjadi sasarannya, bahkan hampir tidak pernah terjadi pelaku eksibisionisme berlanjut pada tindakan pemerkosaan. Mereka mendapatkan kepuasan dengan melakukan masturbasi dari fantasi yang ia dapat dari korban yang menjerit atau ketakutan.

Pelaku eksibisionisme biasanya memilih korban-korbannya dan menunggu kesempatan untuk "memberikannya kejutan" pada waktu yang tepat. Biasanya mereka memilih tempat-tempat yang aman dimana orang-orang lain yang bukan menjadi targetnya tidak melihat aksinya. Jalan yang sepi, gang, kamar mandi, toilet, lift, bus dan sebagainya.


Pada wanita pelaku eksibisionisme berupa menggunakan pakaian tertentu untuk menarik perhatian pria dan berkecenderungan menganggu atau membuat resah seperti; tidak memakai bra, kancing terbuka, baju tipis, tidak menggunakan celana dalam (tetapi tidak bugil), rok sangat minim dan sebagainya.


Tentunya Anda sudah dapat membedakan bentuk penyimpangan seksual dengan pelaku pornografi bukan? Jadi, jangan terpengaruh dengan gambar-gambar porno yang beredar bebas di internet bahwa tidak kesemuanya itu adalah bentuk penyimpangan seksual, melainkan gambar yang sengaja dibuat berdasarkan situasi tertentu, bisa jadi sebagai kampanye paraphilia suatu komunitas pelaku pornografi atau pemenuhan permintaan para pecandu pornografi! Nah lho?. [PD]

 

 

Artikel berkaitan:

eksibisionisme, fetishisme, frotteurism, pedofillia, masokisme seksual, sadisme seksualisme, fetishisme transvestik, veyourisme, paraphilia yang tidak digolongkan.

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184