| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Masokisme. Penderita masokis justru
menjadikan pasangannya yang normal untuk merasakan penyimpangan perilakunya
sebagai suatu cara untuk menikmati aktivitas seksual. |
| |
|
| |
|
| |
|
Masokisme seksual merupakan gangguan fantasi seksual yang melibatkan
dorongan-dorongan seksual dan perilaku nyata untuk dihina, digigit, disakiti
atau pelbagai tindakan lainnya untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Beberapa perilaku menyimpang masokis berupa;
• Menghina dengan kasar atau menyebut sesuatu kata-kata kotor untuk mendapatkan
kepuasan
• Menggigit atau ingin digigit
• Memukul bagian pantat
• Membanting
• Melukai kulitnya dengan membakar
• Berpura-pura atau berakting sedang diperkosa
• Bondage; Bertingkah laku seperti budak seks
Perilaku masokis kadang mendekati pada tindakan sadisme seksual, sehingga
pelaku-pelaku masokis dengan sadisme ini disebut dengan sadomasochism.
Gangguan sadomasokis jarang mengidap pada orangtua, diperikirakan gangguan ini
secara berangsur hilang seiring dengan bertambahnya usia namun demikian bagi
mereka yang pernah mengidap gangguan ini tidak menghilangkan fantasi masokis
seksualnya meskipun sudah tua.
Penderita masokis biasanya akan mengajak pasangannya dengan pelbagai permintaan
untuk memenuhi fantasi seksualnya dalam mencapai orgasme, sehingga
perilaku-perilaku menyimpang masokis justru dirasakan sakitnya oleh pasangannya
atau orang yang normal. Tindakan masokis tidak digolongkan sebagai tindakan
kejahatan seksual bila tanpa ada pemaksaan keinginan dari salah satu pihak saja.
Salah satu perilaku aksi masokisme yang berbahaya adalah menciptakan asphyxia
dengan cara mengikat leher pasangannya, atau dengan mencekik, atau memasukan
kepala kedalam kantung plastik sehingga terjadi sesak pernafasan, ini dilakukan
ketika menjelang klimaks atau orgasme (autoerotic partial asphyxiation). Tujuan
perilaku tersebut adalah untuk memperpanjang masa orgasme, namun kematian
mendadak dapat terjadi dari aksi berbahaya ini.
[PD]
Artikel berkaitan: eksibisionisme,
fetishisme, frotteurism,
pedofillia, masokisme seksual,
sadisme seksualisme, fetishisme transvestik,
veyourisme,
paraphilia yang tidak
digolongkan. ___________________
|