Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Fetishisme Transvestik
Paraphilia


Artikel Psikologi | 01/2009 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 
   
 

Transvestitism. Menyukai pakaian dalam wanita yang dapat terus berlanjut pada penyimpangan yang lebih parah atau bahkan pada penggantian jenis kelamin.

 

 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Transvestitism, atau fetishisme transvestik adalah penyimpangan seksual yang dialami oleh individu heteroseksual (pada pria) untuk menggunakan pakaian wanita (cross-dressing) untuk meningkatkan atau mendapatkan gairah seksualnya. Penderita fetishisme transvestik tidak selalu tertarik dengan pakaian-pakaian pasangannya, melainkan juga pakaian orang lain yang tidak dikenalnya ―meskipun ia masih bisa berfantasi dengan pasangan tetapnya.

Penyimpangan seksual fetishisme transvestik dapat berupa;
• Menggunakan celana dalam wanita
• Menggunakan pakaian wanita secara lengkap, baju, rok sampai pada bra dan celana dalam
• Menggunakan rambut palsu wanita
• Menggunakan make up; lipstik, eye shadow dan pemerah pipi

Penderita fetishisme transvestik dapat merasakan kepuasan seksual dengan memakai pakaian atau perlengkapan wanita. Beberapa diantara mereka menggunakan pakaian wanita sebagai cara menciptakan kenyamanan ―mengurangi kecemasan, agar dapat bersikap santai atau sebagai suatu eksperimen dengan sisi feminin yang mereka miliki.

Seiring dengan bertambahnya usia, kecenderungan untuk mendapatkan kepuasan melalui cara-cara seperti ini berkurang atau bahkan hilang. Beberapa kasus dalam skala kecil fetishisme transvestik juga dapat muncul pada usia lanjut.

Di Indonesia, gangguan fetishisme transvestik sering dikenal dengan sebutan bencong atau waria. Prognosis gangguan fetishisme transvestik yang terus berlanjut mengarah pada transeksualisme; yaitu keinginan untuk mengganti kelamin menjadi lawan jenis. Bila transeksualisme dapat diwujudkan maka kepuasan seksual tidak lagi di dapat dengan memakai wanita.  [PD]

 

Artikel berkaitan:

eksibisionisme, fetishisme, frotteurism, pedofillia, masokisme seksual, sadisme seksualisme, fetishisme transvestik, veyourisme, paraphilia yang tidak digolongkan.

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184