| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Voyeurism. Mengincar korbannya yang mudah
untuk di intip. Nah Lho! |
| |
|
| |
|
Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan
cara mengintip orang lain yang sedang mengganti atau menanggalkan pakaiannya,
telanjang atau sedang melakukan aktivitas seksual. Veyourisme bukanlah suatu
aktivitas seksual yang melibatkan orang lain secara sadar, pelaku mendapatkan
kepuasan dengan cara mengintip dan melanjutkan dengan masturbasi untuk
mendapatkan kepuasan seksual (klimaks).
Gangguan ini diderita oleh pria dan jarang sekali ditemui pada wanita.
Gangguan veyourisme dan beberapa perilaku utama seperti;
• Mengintip orang yang sedang mengganti baju, mandi atau orang lain yang sedang
melakukan aktifitas seksual. Pelaku menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu
korban yang diintipnya untuk mendapatkan kepuasan
• Jarang sekali terjadi kontak fisik antara pelaku dan korban, pelaku biasanya
lebih menyukai masturbasi dibandingkan menyentuh atau memperkosa korbannya.
• Kepuasan seksual (bukan orgasme, klimaks tentunya didapatkan melalui
masturbasi setelahnya) diperoleh melalui cara mengintip.
• Tidak menyukai atau tertarik dengan wanita yang telanjang langsung di depannya
atau pun tidak menginginkan untuk berhubungan seksual dengan wanita yang diintip,
kemungkinan ini disebabkan oleh rasa takut akan penolakan atau takut kegagalan
dalam berhubungan.
• Menggunakan media tertentu untuk mengintip seperti CCTV, kamera, handphone,
cermin dan sebagainya.
Voyeurisms merupakan tindakan kriminal, pada awalnya pelaku suka
mengintip ini tidak dilakukan proses secara hukum, seiring berkembangnya
industri pornografi, beberapa website khusus menampung hasil rekaman kejahatan
mengintip ini. Gambar atau video diperjual belikan atau bahkan dapat diakses
secara gratis untuk memenuhi kebutuhan para penyimpang perilaku seksual ini.
Voyeurisms sangat meresahkan bagi kaum wanita, beberapa tempat untuk
mengintip biasanya dipilih pada tempat-tempat wanita sering mengunjunginya
seperti tempat pemandian umum, kamar mandi, toilet, dan sebagainya. Pelaku juga
biasanya telah mengincar korbannya terlebih dahulu dengan membuat celah-celah
untuk diintip. Pelaku juga mengincar korban yang mudah untuk diintip, misalnya
wanita yang memakai rok minim. :). [PD]
Artikel berkaitan: eksibisionisme,
fetishisme, frotteurism,
pedofillia, masokisme seksual,
sadisme seksualisme, fetishisme transvestik,
veyourisme,
paraphilia yang tidak
digolongkan. ___________________
|