Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Gangguan Delusi


Artikel Psikologi | 03/2009 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan sebagai ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu, tanpa mestinya adanya gejala yang menunjukkan skizofrenia.

Secara awam orang yang berhadapan dengan pasien memiliki delusi akan terlihat nyata, hal ini disebabkan ekspresi wajah yang begitu menyakinkan sehingga orang akan mempercayai dengan apa yang diucapkan oleh individu dengan gangguan delusi tersebut. Pasien akan terlihat secara normal layaknya orang lain selama tema episode itu berlangsung. Disebut sebagai gangguan delusi bila kemunculan delusi tersebut bukan disebabkan oleh kondisi medis.
 


Tipe delusi


Ada beberapa macam tipe delusi diantaranya;
Delusion of erotomanic; individu atau pasien mempercayai seseorang mempunyai kedudukan penting dan terlibat percintaan dengannya.
Delusion of grandiose; pasien mempercayai bahwa ia mempunyai pengetahuan yang lebih, bakat, insight, kekuatan, kepercayaan orang, atau mempunyai hubungan khusus dengan orang terkenal bahkan Tuhan.
Delusion of jealous; pasien mempercayai bahwa pasangannya berselingkuh atau tidak dapat dipercaya.
Delusion of persecutory; pasien mempercayai bahwa dirinya ditipu, dimata-matai, diikuti, difitnah dan tidak mempercayai orang lain.
Delusion of somatic; pasien mempercayai bahwa tubuhnya merasakan sensasi sesuatu atau merasakan salah satu dari bagian organ tubuhnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
• Tipe campuran; mempunyai delusi lebih dari satu tema
• Tipe tidak terdefinisi; bila tidak termasuk didalam kategori yang ada diatas; atau tipe lainnya yang berkaitan dengan budaya setempat
 


Beberapa tipe delusi lainnya dalam gangguan psikotik;


Delusion of control; waham dimana individu beranggapan bahwa dirinya dikendalikan dari luar, atau orang lain
Delusion of influence, pasien merasa dirinya dipengaruhi oleh sesuatu kekuatan dari luar dirinya
Delusion of passivity, dimana individu dalam ketidaberdayaan, merasa dirinya sebagai orang paling malang
Delusion of perception, pengalaman indrawi yang berkenan dengan mistik atau mukjizat
• Tipe campuran; mempunyai delusi lebih dari satu tema atau tipe lainnya yang berkaitan dengan budaya setempat


Simtom


1) Munculnya delusi atau pikiran aneh-aneh yang merupakan refleksi pemikiran dari situasi tertentu yang kemudian muncul kedalam kehidupan nyata dengan waktu durasi minimal selama 1 bulan atau lebih.
2) Simtom berbeda dari skizofrenia bila individu belum pernah mengidap gangguan tersebut, kecuali diikuti dengan delusi pembauan secara konsisten bersamaan dengan tema yang ada.
3) Tidak adanya gangguan perilaku (atau bentuk perilaku yang ganjil) dan gangguan fungsi sosial
4) Gejala mood menyertai gejala delusi yang muncul berlangsung singkat selama episode delusi berlangsung

5) Ganguan delusi tidak disebabkan oleh penggunaan obat dan kondisi medis tertentu

 

 

Faktor penyebab


Banyak faktor kemunculan delusi, berkembangnya atau mood yang tidak stabil mempunyai pengaruh terhadap kepercayaan-kepercayaan delusi. Misalnya saja pada tipe persecutory dan cemburu akan memicu munculnya rasa marah dan perilaku kekerasan. Himpitan ekonomi, banyaknya stressor disekeliling individu dapat memicu munculnya delusi hingga individu tersebut menjadi penakut. Individu yang mencoba mengobati dirinya dengan sesuatu yang seharusnya tidak perlu merasakan adanya pengaruh terhadap tubunya merupakan salah satu gambaran tipe somatic

 


Treatment


Gangguan delusi jarang sekali dirasakan sebagai suatu problem bagi individu, sehingga mereka menolak dilakukan intervensi medis, kecuali gangguan tersebut bila dirasakan cukup mengganggu, kehilangan kontak sosial atau munculnya konflik interpersonal.

Assessment dan diagnosa harus dilakukan dengan hati-hati karena kemunculan delusi berhubungan erat dengan beberapa gangguan lainnya; skizofrenia, depresi, demensia, delirium, stress, gangguan kepribadian, penyalahgunaan obat-obatan, narkoba, sakit anggota tubuh, dsb.


Secara umum treatment diberikan berupa psikoterapi, jika dibutuhkan pengobatan medis biasanya akan diberikan obat antipsikotik seperti clozapine dan obat antidepresi seperti jenis SSRI dan clomipramine secara bersamaan dengan psikoterapi seperti cognitive-behavioral therapy (CBT).

Bagi beberapa pasien dengan gangguan delusi, metode supportif kadang cukup membantu, keberhasilan metode ini dengan memberikan dukungan kepada pasien untuk mengikuti treatment secara teratur berupa memberikan pengetahuan dan pendidikan mengenai hubungan sosial (social-skills training) dan mengurangi resiko dari dampak gangguan delusi seperti kehilangan rasa peka, isolasi diri, stress dan menghindari terjebaknya dalam perilaku kekerasan. Disamping itu pasien juga dibimbing dalam menghadapi dunia nyata, bagaimana menyesuaikan harapan dan pikirannya dengan realistic.

Terapi kognitif juga dapat membantu pasien, ini dilakukan terapis dengan membantu pasien mengidentifikasi pikiran-pikiran maladaptif dengan beberapa pertanyaan yang disesuaikan dengan pengalaman individu. Selanjutnya terapis memberikan alternative yang lebih adaptif dan dapat disesuaikan. Diskusi tentang pikiran-pikiran delusi pasien dilaporkan cukup memberikan kontribusi membaiknya pasien.

Untuk membantu pasien dengan gangguan delusi kadang dibutuhkan teman, anggota keluarga atau kelompok diskusi, dukungan dari mereka dapat membantu individu menumbuhkan kembali kepercayaan dan kemampuan dirinya seperti semula. Cara terbaik adalah memberikan dukungan pendekatan positif dengan pasien berupa kritikan dan nasehat secara terus menerus sehingga pasien akan mempunyai pengalaman dalam menghadapi stres sehingga tidak semakim memburuknya delusi tersebut.  [PD]

 

 

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184