| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Photo diperankan oleh model: Qausar |
| |
|
| |
|
| |
|
Beberapa anak dengan gangguan autis telah menunjukkan beberapa tanda-tanda
adanya gangguan tersebut sejak awal masa kanak-kanak atau dalam beberapa bulan
saja sejak kelahirannya, mungkin saja gejala tersebut justru tidak tampak akan
tetapi kemunculan gangguan barulah tampak pada usia 24 bulan atau tahun ketiga
selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya orangtua telah
menangkap gejala-gejala awal adanya gangguan autis sebelum mencapai usia 1 tahun,
sekitar 80-90% orangtua menangkap tanda-tanda gangguan pada usia 18-24 bulan
kemudian.
Tanda utama yang paling sering dilaporkan adalah orangtua menemukan anaknya
tidak mau berbicara atau belajar mengembangkan kosa kata, tidak mau bermain
dengan teman seusia sebayanya atau respon terhadap orang sekelilingnya kurang
dan kehilangan beberapa kemampuan yang sudah ia kuasai sebelumnya.
Meskipun anak autis mengalami hambatan dalam beberapa hal, kadang anak autis
mampu memecahkan beberapa permainan seperti puzzle atau komputer. Anak autis
belajar dengan caranya sendiri, sangat sulit untuk mengajarkan anak autis untuk
mengikuti perintah-perintah atau petunjuk tertentu. Anak autis membutuhkan waktu
cukup lama untuk dapat memahami, kadang ia harus belajar dengan keras untuk itu,
hal ini kadang akan membuatnya frustrasi.
Beberapa tanda awal gangguan autis dan ASDs
1. Anak tidak dapat diajak bermain berpura-pura seperti bermain ciluk ba
2. Tidak ada ketertarikan pada objek yang bergerak, misalnya bola yang bergulir,
atau sesuatu yang dapat terbang
3. Tidak melihat pada sesuatu objek dimana orang atau teman sebayanya melihat
pada suatu objek tertentu, misalnya mainan yang berbunyi
4. Menghindari kontak mata dengan orang lain
5. Kesulitan mengerti perasaan orang lain atau bahkan perasaannya sendiri
6. Tidak suka dipeluk kecuali jika ia sendiri yang menginginkanya
7. Tidak peduli dengan orang sekitarnya yang berbicara atau suara-suara tertentu
8. Tidak mampu berbciara dengan orang yang ia sukai atau bermain dengan mereka
9. Suka mengulangi perkataan orang lain atau mengulangi kata-kata tertentu dalam
pembicaraan sehari-hari
10. Kesulitan dalam mengungkapkan kata-kata atau emosi yang mendukung, misalnya
ia mengatakan bahwa dirinya lagi sedih dengan wajah tersenyum
11. Suka mengulangi suatu perbuatan yang sama secara berulang-ulang
12. Kesulitan dalam beradaptasi bila terjadi perubahan jadwal yang rutin
13. Suka melakukan hal-hal tertentu yang tidak berguna atau tidak normal dengan
usianya, misalnya suka mencium sesuatu, mejilat untuk merasakan sesuatu, melihat
sesuatu yang tidak ada gunanya baginya.
14. Mudah lupa atau kehilangan skill yang pernah ia kuasai sebelumnya.
Deteksi secara dini
Sampai saat ini belum ada alat yang dapat mendiagnosa autisme. Diagnosa autisme
ditentukan secara klinis melalui observasi secara langsung dari perilaku yang
tampak. Informasi ini diperoleh melalui orangtua yang merawatnya sehari-hari,
namun demikian juga dilakukan beberapa test lainnya untuk mendukung sebuah
diagnosa agar dapat dipisahkan antara gangguan lainnya seperti retardasi mental,
gangguan metabolisme dan genetik atau tuna rungu.
Kunjungan ke tenaga ahli professional tidak cukup dilakukan sekali saja, kadang
screening test juga tidak dapat membantu untuk melihat adanya gangguan
perkembangan, dibutuhkan beberapa test lainnya berupa check list misalnya yang
diberikan pada orangtua bila anak masih dibawah 12 bulan. Test Checklist for
Autism in Toddlers (CHAT) pada anak berusia 18 bulan atau Autism Screening
Questionnaire (ASQ) untuk anak diatas 4 tahun.
Dokter anak kadang juga membutuhkan tenaga professional lainnya untuk mendukung
diagnosa, misalnya dokter spesialis perkembangan anak, psikiater, neurologist,
atau psikolog. Beberapa ahli lain yang mungkin dapat dilibatkan adalah tenaga
ahli gangguan berbahasa pada anak, audiologist (tenaga ahli dalam pendengaran),
tenaga sosial, atau ahli terapi fisik.
Beberapa test mendukung lainnya;
- uji fisik
- evaluasi pendengaran
- test laboratorium (misalnya test genetik, metabolisme, MRI, EEG)
- laporan medis keluarga
- uji komunikasi, bicara dan bahasa
- Assessment kognitif dan perilaku (khusus pada kemampuan sosial, permasalahan
perilaku, motivasi dan fungsi sensori
- Test akademik (kemampuan belajar)
Diagnosa secara awal pada bayi diperlukan
agar simtom autisme tidak terus memburuk ketika ia menjelang dewasa. Bila bayi
menunjukkan tanda-tanda kurang baik pada masa beberapa hari atau bulan setelah
kelahirannya, janganlah mendiamkan masalah ini (wait and see). Bila kondisi
terus memburuk cepatlah bawa ke dokter anak. [PD]
___________________
|