| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Fungsi otak pada manusia (detail) |
| |
|
| |
|
| |
|
Istilah ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) juga dikenal dengan
singkatan ADD (attention deficit disorder) atau hyperkinetic disorder.
Diperkirakan jenis gangguan ini sudah ada sejak lama, bahkan ciri gangguan ini
mirip sekali seperti yang pernah digambarkan oleh Hippocrates (460-370 SM).
Istilah Attention Deficit Disorder (ADD) pertama sekali diperkenalkan
pada tahun 1980an dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
(DSM) III edisi ketiga yang menjadi panduan psikiatris. Pada tahun 1994 istilah
tersebut diganti menjadi ADHD dengan pembagian tiga tipe gangguan; tipe
hiperaktif-impulsif, tipe gangguan atensi, dan kombinasi antara keduanya.
Gangguan ADHD mengidap sebagian besar pada anak-anak terutama pada anak
laki-laki (dengan perbandingan 3 kali lebih banyak diabndingkan anak perempuan),
namun demikian gangguan ADHD terdapat juga pada usia remaja dan orang dewasa.
Biasanya pada anak-anak yang mengidap ADHD tidak akan hilang sampai ia menjelang
dewasa, sekitar 60% anak-anak ADHD akan membawa simtom ADHD sampai ia dewasa.
Diagnosa ADHD pada orang dewasa dilakukan dengan hati-hati, hal ini disebabkan
adanya gejala-gejala serupa dengan depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan
atau kesulitan dalam belajar (learning disability).
Gangguan ADHD merupakan permasalahan yang kompleks bagi mereka yang terlibat di
dalamnya, individu yang terlibat secara langsung dengan ADHD akan menemui
pelbagai kesulitan dengan gejala yang ditunjukkan oleh ADHD. Bila tanpa dijaga
dan dibimbing dengan baik, beresiko kecelakaan, terlibat dalam penyalahgunaan
obat, gagal di sekolah, munculnya perilaku anti sosial dan tindakan kejahatan.
Sementara bila orang-orang sekitarnya mendukung dengan metode yang tepat dapat
mengurangi resiko seperti tersebut diatas atau bahkan dapat menumbuhkan
kreativitas.
ADHD berhubungan erat dengan kecemasan, gangguan berbicara atau mendengar,
kesulitan belajar, gangguan
obsessive-compulsive (OCD), dan permasalahan perilaku seperti conduct
disorder atau oppositional defiant disorder (ODD).
FAKTOR PENYEBAB
Penyebab kemunculan ADHD tidak diketahui dengan pasti, orangtua dengan memiliki
anak ADHD tidak perlu berkecil hati atau menyalahkan diri sendiri, hal
terpenting untuk dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan pada anak agar ia
mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Orangtua juga selayaknya mencari
informasi secara tepat mengenai pelbagai informasi mengenai ADHD, terapi, cara
pengasuhan dan jenis obat-obatan yang mendukung dan pelatihan-pelatihan yang
diperlukan.
Saat ini sedang dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai fungsional
lobus frontal pada anak-anak ADHD, kerusakan fungsi lobus frontal diyakini
sebagai salah penyebab simtom ADHD muncul ―sementara fungsi bagian otak tersebut
adalah sebagai kontrol perencanaan, pemecahan masalah, mengerti perilaku orang
lain, dan mengatur impuls adalah hal-hal yang tidak dimiliki oleh penderita
ADHD.
Beberapa kemungkinan faktor penyebab kemunculan ADHD;
1) Genetik
Penyebab terbanyak dalam kasus ADHD adalah faktor genetika, sama halnya dengan
beberapa jenis gangguan lainnya yang serupa. Menurut para ahli, penderita ADHD
ditemukan kadar dopamine yang rendah dalam otak. Untuk saat ini sedang dilakukan
penelitian yang lebih mendalam mengenai jenis gen-gen yang terlibat dalam
memproduksi kimia dopamine dalam otak seperti studi yang dilakukan oleh ADHD
Molecular Genetics Network.
2) Cedera kepala
Cedera kepala diperkirakan dapat memunculkan ADHD. Cedera kepala dapat
disebabkan oleh penggunaan obat-obatan berlebihan (menjadi racun) atau luka pada
masa sebelum atau sesudah melahirkan. Para ahli memperkirakan kerusakan (luka)
pada bagian lobus frontal ini dapat menjadi salah faktor kemunculan ADHD
3) Makanan
Jenis makanan adiktif dan gula dapat memberikan perilaku tertentu pada anak-anak,
para ahli meyakini bahwa jenis makanan adiktif dan gula (termasuk pelbagai
manisan) dapat memperburuk kondisi ADHD dalam perilaku abnormal.
Pada tahun 1982 para ahli telah membahas isu ini, dalam temuan mereka disebutkan
bahwa sekitar 5% anak ADHD menunjukkan penurunan perilaku abnormal setelah
melakukan diet gula, akan tetapi beberapa penelitian lainnya menunjukkan
hubungan yang tidak signifikan antara ADHD dan gula.
Terpenting dalam beberapa penelitian tersebut para ahli menyimpulkan secara
bersama kekurangan asam lemak omega-3 berhubungan erat dengan simtom ADHD.
Omega-3 merupakan lemak yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi
otak, kekurangan lemak ini memberikan kontribusi munculnya pelbagai penyimpangan
seperti ADHD.
Suplemen minyak ikan dapat mengurangi simtom-simtom ADHD yang muncul, beberapa
anak menunjukkan kemajuan disekolah dengan meminum suplemen tersebut.
4) Lingkungan
Asap rokok mempunyai hubungan erat dengan ADHD, beberapa penelitian menunjukkan
anak yang mengidap ADHD berhubungan erat dengan ibu yang merokok selama masa
kehamilan, di duga nikotin dapat mengakibatkan hypoxia (kekurangan oksigen) pada
janin yang pada akhirnya dapat membuat bayi kekurangan suplai oksigen ke otak
dan menimbulkan kerusakan. Penelitian ini berlanjut pada lingkungan sekitarnya
yang dipenuhi dengan asap rokok atau ibu yang merokok pada masa sesudah
melahirkan mempunyai hubungan erat dengan kemunculan ADHD pada anaknya.
Penelitian (2006) yang dilakukan oleh Environmental Health Perspectives menemukan bahwa 4.704 anak-anak (usia 4-45 tahun) atau sekitar 4,2% penderita
ADHD memiliki ibu yang merokok selama kehamilan mempunyai potensi berkembangnya
ADHD yang lebih parah 2,5 kalinya dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok
semasa kehamilan.
Faktor lainnya yang diduga berasal dari lingkungan yang dapat memunculkan ADHD
pada anak adalah cat, beberapa jenis cat yang berbau menyengat atau cat dinding
pada rumah yang sudah berumur. Saluran pipa yang berkarat juga mengandung toksik
karat yang berbahaya.
TIPE ADHD
Ada tiga tipe utama ADHD yakni tipe hiperaktif-impulsif, tipe gangguan atensi,
dan kombinasi antara keduanya. Hal yang perlu diingat bahwa adanya kemungkinan
setiap anak menunjukkan adanya gejala ADHD dalam perilakunya sehari-hari, hal
ini bukanlah berarti bahwa anak tersebut secara langsung dapat dianggap mengidap
gangguan ADHD, bila gejala-gejala yang ada terus berlanjut, maka barulah
diperlukan kunjungan ke tenaga kesehatan profesional.
1) Tipe hiperaktif-impulsif
Tipe hiperaktif-impulsif berhubungan erat dengan self control pada anak,
biasanya anak dengan tipe ini sangat sulit untuk duduk tetap, anak ini akan
mengalami pelbagai permasalahan di sekolah. Secara awam anak dengan ADHD tipe
ini tidak terdeteksi secara nyata, kebanyakan orang akan beranggapan bahwa anak
tersebut mengalami permasalahan dengan minat, perhatian, tidak termotivasi,
kurang berkonsentrasi, atau dianggap tidak disiplin.
Tanda-tanda tersebut berlanjut pada adanya gangguan perilaku impulsif, tidak
mampu berkonsentrasi, tidak mampu menjalin persahabatan, terlihat bingung dan
sebagainya disekolah atau dirumahnya. Biasanya gangguan ADHD akan diketahui
dikemudian harinya.
Anak hiperaktif
Anak hiperaktif selalu terlihat penuh semangat dalam setiap gerakan dan
perilakunya. Ia akan menyentuh segala sesuatunya yang terbersit dalam pikirannya,
bermain atau berlari kesana-kemari dan berbicara setiap ada waktu. Anak
hiperaktif kesulitan untuk diam, tidak bisa duduk atau mendengarkan, mungkin
saja ia menggoyangkan badannya, berjalan kesana-kemari, menyentuh benda-benda,
mencoret-coret dengan pensil. Anak hiperaktif selalu terlihat sibuk dan selalu
mencoba melakukan sesuatu meskipun sudah pernah ia kerjakan sebelumnya.
Anak impulsif
Anak impulsif terlihat seperti tidak mampu untuk mengontrol reaksi atau
pikirannya sebelum melakukan pekerjaannya. Mereka sering berkata tanpa berpikir
sebelumnya, pengungkapan emosi yang tidak terkendali, dan melakukan sesuatu
tanpa memperhatikan dampak dan konsekuensinya. Anak impulsif tidak sabar
menunggu untuk melakukan keinginannya. Individu tipe ini termasuk remaja dan
orang dewasa lbih memilih aktivitas-aktivitas tertentu yang mudah untuk mendapat
penghargaan.
Indikasi gangguan;
- Berlari, memanjat atau tidak bisa diam, tidak mau duduk ketika ia diharapkan
untuk diam
- Suka menyeletuk pembicaraan orang lain
- Tidak menyukai antri atau menunggu giliran
- Tidak menyukai aktivitas yang sifatnya tenang, misalnya perpustakaan
- Suka menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan
- Gelisah, melipat tangannya ke kakinya dan suka menggeliat ketika duduk
- Pada orang dewasa; mudah merasa gelisah, berbicara terlalu banyak.
2) Tipe gangguan atensi
Anak yang didiagnosa dengan tipe ini akan sulit fokus pada sesuatu atau akan
cepat merasakan kebosanan dengan pekerjaan hanya dalam beberapa menit saja. Anak
dengan tipe ini dapat melakukan pekerjaan yang tidak memerlukan konsentrasi
penuh atau mudah untuk diselesaikan.
Permasalahan yang sering dihadapi adalah anak-anak ini sering lupa menulis
pekerjaan yang semesti dilakukannya bahkan tak jarang mereka lebih memilih tidak
bersekolah. Mereka sering lupa membawa buku pelajaran, salah memilih buku,
hampir semua tugas (PR) yang ia kerjakan bersalahan. Hal ini membuatnya merasa
tertekan dan frustrasi.
Anak dengan tipe gangguan atensi akan mudah melamun, cepat panik atau bingung,
lambat dan tidak luwes. Mereka juga kadang salah dalam mengartikan informasi
yang diterimanya, sulit memahami atau mengerti penjelasan gurunya. Berbeda
dengan tipe hiperaktif-kompulsif, anak tipe ini dapat diam dan tenang dalam
melakukan pekerjaannya, namun tidak berarti bahwa ia benar-benar serius terlibat
dengan pekerjaannya, bisa jadi anak tersebut tidak mengerti dengan tugas atau
instruksi yang diberikan kepadanya.
Indikasi gangguan;
- Tidak dapat berkonsentrasi terhadap hal-hal kecil, banyak membuat kesalahan di
sekolah atau aktivitas dalam kelompoknya
- Mudah terganggu konsentrasi pada suara atau hal lainnya
- Tidak dapat mengerti pada instruksi dan membuat banyak kesalahan, tidak
menyelesaikan tugasnya
- Mudah lupa pada alat-alat sekolah, misalnya pensil, buku
- Kesulitan dalam mengatur aktivitas atau kegiatan penting lainnya
- Perilaku tidak menunjukkan bahwa ia sedang mendengar atau memperhatikan dengan
serius
- Menghindari atau tidak menyukai hal-hal yang menyangkut dengan permasalahan
mental seperti motivasi, menikmati atau terlibat dalam kegembiraan (enjoyable)
dalam jangka waktu lama.
3) Tipe kombinasi
Tipe kombinasi merupakan kombinasi antara dua tipe hiperaktif-kompulsif dan
gangguan atensi.
SIMTOM
Gejala ADHD dapat dilihat berdasarkan kategori ADHD pada anak-anak dan
ADHD pada orang dewasa.
TREATMENT
Beberapa jenis obat mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan, oleh karena itu
pemberian obat medis haruslah melalui pengawasan dokter. Tidak semua jenis obat
cocok untuk setiap orang, beberapa jenis obat juga kadang tidak memberikan efek
kepada anak, pergantian obat dilakukan biasanya seminggu kemudian bila dianggap
tidak efektif melalui kontrol dokter.
a) Medikasi
Jenis stimulan berupa Ritalin (methylphenidate) atau Adderall,
Dexedrine (sejenis amphetamine), jenis stimulant ini dianggap lebih baik dan memberi pengaruh
positif pada anak dengan gangguan atensi, disamping itu efek dari obat tidak
begitu buruk pada anak-anak.
|
Obat yang digunakan untuk gangguan ADHD pada
anak-anak
|
|
Nama Obat |
|
Nama Generik |
|
Peruntuk |
| |
|
|
|
|
|
Adderall
Adderall XR |
|
amphetamine |
|
3 > Tahun |
|
Concerta |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Cylert
 |
|
pemoline |
|
6 > tahun |
|
Daytrana |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Dexedrine
Dextrostat |
|
dextroamphetamine |
|
3 > Tahun |
|
Focalin |
|
dexmethylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Metadate ER
Metadate CD |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Ritalin |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Strattera |
|
atomextine |
|
6 > tahun |
|
Vyvanse |
|
lisdexamfetamine |
|
6 > tahun |
| |
|
|
|
|
|
|
Cylert mempunyai pengaruh buruk terhadap fungsi
ginjal, oleh karenanya obat ini tidak diberikan pada awal-awal terapi |
|
Penggunaan obat-obatan medikasi untuk ADHD haruslah mempertimbangkan pelbagai
resiko, ingatlah setiap obat-obat mempunyai pengaruh terhadap fungsi organ tubuh
lainnya. Kebanyakan pengunaan obat-obatan tanpa pengawasan dokter secara ketat
ditemukan pada remaja yang teradiktif dengan obat-obatan selama terapi, efek ini
merupakan penggunaan obat untuk jangka panjang.
Beberapa dampak dari penggunaan obat-obatan ADHD jangka pendek;
- Kehilangan gairah dan semangat, diimbangi dengan makanan penuh gizi
- Insomnia, usahakan meminum obat lebih awal pagi hari
- Meningkatkan kegelisahan dan kecemasan
- Sakit kepala ringan
b) Psikoterapi
Behavior therapy
Terapi ini berguna untuk meningkatkan kemampuan pada anak, pada terapi ini
orangtua terlibat langsung dalam terapi, misalnya memberikan penghargaan
terhadap perilaku yang positif yang ditujukkan oleh anak. Ketika anak mulai
kehilangan kontrol, orangtua mengambil time out, dan menyuruh anak untuk diam di
kursinya sampai ia menjadi tenang. Terapi juga mengajarkan orangtua teknik-teknik
bersenang-senang dengan anak ADHD tanpa harus merasa tertekan.
Talk therapy
Talk therapy akan membuat anak ADHD merasa menjadi lebih baik, mereka
belajar mengungkapkan pikiran-pikiran yang mengganggu dan belajar mengendalikan
emosi. Terapis akan berusaha membantu mengorganisir perubahan dan jadwal
pekerjaan yang harus dilakukan oleh anak melalui pembicaraan kedua belah pihak
Social skills training
Dalam pelatihan ini anak belajar cara-cara menghargai dan menempatkan
dirinya bersama dengan kelompok bermainnya. Pelatihan ini juga anak diajarkan
kecakapan bahasa nonverbal melalui insyarat wajah, ekspresi roman, intonasi
suara sehingga anak cepat tanggap dalam pelbagai situasi sosial.
Family support groups
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan
ADHD untuk berbagi pengalaman. Kelompok ini juga saling menyediakan informasi
bagi sesama anggotanya, mengundang pembicara profesional untuk berbagi
pengetahuan dalam menghadapi dan membesarkan anak-anak mereka [PD]
___________________
|